Minggu, 14 Agustus 2011

City Hunter episode 8


Yoon Sung tidak mengacuhkan seruan Nana dan tetap akan melompat dari gedung.
Nana menembak dan mengenai punggung kanan Yoon Sung.

Yoon Sung menarik tali dan melayang turun dari atas gedung.

Nana lari mengejar Yoon Sung, tapi terlambat. Yoon Sung sudah melayang sampai bawah.
Jatuh bergulingan di aspal dan bergegas masuk ke mobilnya. Lalu pergi.

Nana melihat mobil itu menjauh, lalu bergegas memeriksa Seo Yong Hak.

Jaksa Kim dan Jang Pil Jae menyusul ke atas. Yeong Joo minta Jang memerintah polisi menutup gerbang no. 3 karena mobil penculik mengarah kesitu.

Yoon Sung menyetir mobil dengan susah payah. Ia pendarahan. Yoon Sung mencoba telp paman Shik Joon tapi Shik Joon tidak juga mengangkat telp Yoon Sung.

Shik Joon sembunyi dalam bak sampah. Ia susah keluar karena banyak penjaga.

Seo Yong Hak masih pingsan dan istrinya mulai resah, kenapa ambulance-nya belum juga datang.
Seo tiba2 sadar. Ny Seo memanggil suaminya, sayang, sayang...kau dapat mendengarku?

Ny. Seo ingin suaminya segera ke RS tapi Seo Yong Hak menolak. Siapa yang mengijinkan menunda nominasi? Aku tidak apa-apa.
Anak buahnya juga melarang, tapi Seo berkeras. Aku akan tetap pidato.

Seo Yong Hak melihat Jaksa Kim di ruangan itu dan marah. Jaksa Kim, jangan hanya berpikir untuk menangkapku.
Tangkap mereka yang ingin menyerangku dan mereka yang akan menculikku! Dasar bodoh!

Seo Yong Hak jalan keluar dengan marah. Diikuti istri dan rombongannya. Jaksa Kim diam saja. Nana hanya meliriknya sekilas.

Seo Yong Hak masuk ke aula dengan pengawalan ketat. Seo pidato dengan berapi-api, Aku terancam penculikan dan penyerangan. Mengapa aku masih berdiri disini?
Apa aku sudah gila karena ingin jadi Presiden? Tidak. Hari ini, masih ada banyak masalah dalam sistem pertahanan kita.

Percayalah pada mereka yang peduli pada kesejahteraan rakyat. Pertahanan militer kita dipertaruhkan. Jika Seo Yong Hak tidak disini...keamanan negeri ini akan dalam bahaya, saudara-saudara!

Selama kampanye Nana mengawasi setiap orang. Lee Jin Pyo ada di tempat duduk dan mendengarkan pidato dengan geram. Jaksa Kim dan Jang diam saja.

Semua bersorak mengelu-elukan : Seo Yong Hak! Seo Yong Hak!
Jin Pyo tidak tahan dan keluar dengan marah.

Jin Pyo berdiri di tengah gedung. Kim Sang Gook mendatanginya, kau mendengarnya kan? Ada tembakan. Tapi tidak ada yang ditangkap polisi.

Jin Pyo dengan dingin : Lalu?
Sang Gook : Dia pasti terluka parah saat mencoba lari.
Jin Pyo menghela nafas.

Jaksa Kim, Jang dan Bibi Nana memeriksa TKP. Jang lapor kalau polisi sudah dikerahkan untuk menangkap orang itu.
Jaksa Kim melihat darah di tepi tembok dan minta diperiksa golongannya.

Jang berkata orang itu pasti tertembak, karena tidak ditemukan peluru.
Yeong Joo mengerti dan minta Jang memeriksa DNA yang cocok dengan darah itu. Cek semua CCTV yang jadi jalan melarikan diri.

Jang : Apa mungkin ini Steve Lee?
Yeong Joo : Tidak, tidak ada saksi yang mengatakan kalau kakinya kaku.

Jang berkata kalau tali yang digunakan bukan tali biasa. Yeong Joo minta Jang menyelidiki hal itu juga.

Yoon Sung masuk dengan paksa ke klinik Soo Hee. Ia memecahkan jendela. Membuka bajunya dan mulai operasi peluru.

Yoon Sung menyirami lukanya dengan alkohol untuk sterilisasi. Oh my..ini ngeri ..
Yoon Sung mengernyit menahan sakit.

Lalu ia mencabut pelurunya sendiri. Yoon Sung kesakitan dan lari ke rak mencari obat penahan sakit.
Ia mengenakan bajunya lagi.

Soo hee tiba-tiba datang. Ia menyalakan lampu dan kaget saat melihat kliniknya berantakan.
Soo hee bisa merasakan ada orang di belakangnya. Ia menoleh dan syok saat melihat Yoon Sung berdiri di sudut dengan wajah pucat.
Soo Hee kaget : Yoon Sung!

Yoon Sung : Hutang budimu padaku...apa aku bisa memintanya hari ini?

Soo Hee mengerti dan tanpa banyak bertanya ia merawat luka Yoon Sung. Soo Hee menjahit luka dan membalutnya.

Soo Hee membersihkan sofa, ia menyadari kaca jendelanya pecah. Lalu melihat mobil polisi patroli.
Soo Hee segera menutup tirainya. Ia menginfus Yoon Sung : Klinikku hanya punya obat untuk hewan, apa tidak apa-apa?

Yoon Sung : Tidak apa-apa. Dosisnya berbeda, tapi tetap sama saja dengan manusia. Jahitannya lumayan, jika menimbulkan bekas, aku akan mengatakan pada semua orang kalau kau adalah dokter yang payah.

Soo Hee tersenyum. Kau sepertinya baik-baik saja. Coba, apa kau demam? Soo Hee mengecek dahi Yoon Sung.
Soo Hee lega, bagus..sepertinya tidak serius.

Yoon Sung : Kenapa kau tidak bertanya?
Soo Hee : Apa? tentang luka itu?

Yoon Sung : Kenapa aku tidak pergi ke RS tapi justru sembunyi di klinik dokter hewan.
Soo Hee berkata ia yakin Yoon Sung punya alasan. Soo Hee pernah merawat anjing yang ditembak senapan angin dan lukanya mirip dengan luka Yoon Sung.

Soo Hee menyalakan TV dan minta Yoon Sung santai. Tapi di TV justru terlihat Seo Yong Hak yang dielukan oleh banyak orang.

Reporter melaporkan percobaan penculikan Capres Seo Yong Hak dan penculiknya berhasil melarikan diri setelah ditembak.

Soo Hee mulai mengerti apa yang terjadi dan mematikan TV. Ia berkata polisi sepertinya sibuk dan minta Yoon Sung tinggal saja di kliniknya.

Yoon Sung mengerti. Lalu ia mendapat telp dari Jin Pyo.

Jin Pyo marah, kau seharusnya membunuh petugas keamanan itu.
Yoon Sung minta maaf.

Jin Pyo kesal : Dasar lemah. Bagaimana lukamu?
Yoon Sung : Tidak serius, hanya tergores (what?)
Jin Pyo : Segera kesini.
Yoon Sung : Ya.

Setelah telp ditutup, Soo Hee tersenyum dan berkata ia merasa tiba-tiba menjadi jagoan dalam film.

Nana pulang dan heran karena rumah masih gelap. Ia menyalakan lampu dan melihat kalau Yoon Sung belum pulang.
Nana menghela nafas : Belum pulang ya..

Malamnya, Yoon Sung tidur sambil diinfus. Ia gelisah.

Yoon Sung bermimpi, ada seorang wanita mengarahkan pistol kepadanya.
Wanita itu Kim Nana. Keduanya saling mengarahkan senjata.

Nana menembaknya. Tiba-tiba Jin Pyo muncul dan memerintah Yoon Sung untuk menembak Nana.
Yoon Sung menembak Nana, keduanya saling tembak dan terkapar berlumuran darah.

Nana sekarat, ia melihat ke Yoon Sung dan berusaha meraih tangannya.

Yoon Sung juga berusaha meraih tangan Nana. Nana menangis.
Yoon sung terbangun dengan tubuh penuh keringat dingin.

Paginya, Nana bangun dan marah2. Ia gosok gigi sambil ngomel, menginap di luar..Kau benar2 menginap diluar!
Nana : Ya, kau seorang pria. Dan bukan sembarang pria, pria yang sibuk setiap malam.

Soo Hee juga sudah bangun pagi-pagi dan mencari Yoon Sung. Yoon Sung justru muncul di belakang Soo Hee.

Soo Hee menghela nafas : Lee Yoon Sung, pria seperti apa dirimu itu?
Yoon Sung : Pria yang berbahaya.

Soo Hee minta Yoon Sung pergi kerja. Ia memberikan baju milik Yeong Joo.

Yoon Sung tampak heran. Soo Hee berkata kalau Jaksa Kim adalah mantan suaminya. Kau sepertinya punya ukuran sama, jadi aku bawa ini.

Soo Hee mengganti perban Yoon Sung dan minta Yoon Sung hati-hati karena lukanya bukan luka kecil.
Yoon Sung : Terima kasih.

Soo Hee menemukan bekas luka lain di punggung Yoon Sung dan berkata luka2 ini pasti menyakitkan.
Yoon sung tidak menjawab dan segera memakai bajunya.

Soo Hee minta Yoon Sung minum obat 30 menit setelah makan. Soo Hee berkata ia tidak memberikan klaim asuransi. (Jadi Yoon Sung harus bayar)
Yoon sung : Apa?

Soo Hee dengan bercanda berkata kalau berat Yoon Sung sama dengan anjing besar (kaya Rottweiler gitu?) jadi Soo hee akan menagih sesuai tarif anjing besar.
Soo Hee mengacungkan tangannya, 50 ribu Won.

Yoon Sung geli. Soo Hee berkata Yoon Sung bisa mentraktirnya makan.

Yoon Sung keluar dari klinik Soo Hee. Soo Hee pesan agar hati-hati dengan lukanya.

Nana kebetulan jalan ke kantor dan melihat keduanya. Ia kaget.

Nana salah paham dan segera melarikan diri. Ia sampai menabrak pengendara sepeda.
Nana minta maaf dan segera pergi.

Yoon Sung melihat kejadian itu, ia mendekat dan tanya ke pria itu, apa kau mau ke RS?
Yoon Sung melihat Nana, ia mengejarnya, Kim Nana.

Yoon sung mengikuti Nana. Hei, Kim Nana. Yoon Sung mengulurkan tangan dan meraih bahu Nana.

Nana marah, lepaskan! dan langsung membanting Yoon sung! ugh..sakit ..(Terus terang aku meringis waktu lihat scene ini, bayangkan habis ketembak dan luka parah, dibanting lagi. Aku rada marah dg Nana kali ini, meskipun Nana tidak tahu masalahnya.)

Yoon Sung menahan sakit dan bangkit, kita bicara. Nana menolaknya.
Yoon Sung : Apa kau melakukan kesalahan? Kenapa kau lari?
Nana berkata ia buru2, tidak lari.

Yoon Sung berkata kalau Nana pasti salah paham lagi.
Nana berkata kalau perkataan Yoon Sung sudah kuno. Ia kesal karena Yoon Sung pamer kemesraan di pagi hari.

Nana : Kau ingin orang salah paham dan berasumsi di belakang punggungmu? tentang kau dan kak Soo Hee? Aku juga tidak yakin apa itu salah paham atau kenyataan.

Yoon Sung : Lagipula, kenapa kau tertarik dengan kehidupan orang lain? Kau berlebihan, itu bukan urusanmu.

Nana minta maaf, memang seharusnya ia tidak mencemaskan Yoon Sung. Nana hanya takut orang melihat Yoon Sung tidak pulang. Ia membawakan baju ganti untuk Yoon Sung (kaya Kae In aja haha..)
Yoon Sung sebenarnya merasa tidak enak, tapi berkata kalau Nana tidak punya selera dalam berbusana, tidak matching semua, antara dasi dan jasnya.

Nana menyindir, kalau rumah itu (klinik) sepertinya punya baju bagus untuk Yoon sung. Nana pergi duluan. (Kenapa tidak melihat betapa pucatnya wajah Yoon Sung...dasar)

Tim IT dan Keamanan Blue House latihan menembak lagi. Nana bagus sekali performanya dan Kepala Bagian memujinya.

Kepala Bagian : Bagus sekali. Aku dengar kau menembaknya, ya kan?

Kepala Bagian teriak, menembak tepat sasaran itu susah. Latihan sungguh membantu. Semuanya, pikirkan target itu sebagai City Hunter.
Pikirkan kalau melepaskannya kalian akan mati.

Semua menembak tapi Yoon Sung tidak bisa. Ia ingat saat Nana menembaknya. Yoon Sung sepertinya masih syok.

Yoon Sung tanya kenapa Nana ingin jadi pengawal, kalau pria itu (CH) bersenjata, maka Nana bisa terluka.
Nana : Kau mencemaskanku tapi tidak meneleponku kemarin.

Nana menyesal tidak menarik City Hunter kemarin. Yoon Sung tanya, apa Nana merasa City Hunter itu orang jahat.
Nana : Aku..harus melindungi Seo Yong Hak. Itu pekerjaanku.

Petugas Jang lapor kalau CCTV yang merekam pelarian penculik itu semuanya dimatikan. Jadi dia tidak tahu siapa orang itu.
Yeong Joo kaget. Bahkan semua kamera yang terhubung dengan kepolisian juga dimatikan. Tapi CCTV sekitar pertokoan dan bank tidak mengalami masalah.

Polisi berkata CCTV-nya sudah kena hack.
Jang : Sepertinya dari IP Address Blue House.

Yeong Joo : Blue House IP. Video dari acara Seo Yong Hak waktu itu juga punya IP dari Blue House kan?
Jaksa Kim mengajak Jang bergegas ke Blue House.

Jaksa Kim menemui Kepala Bagian IT Blue House. Ia berkata kalau semua CCTV di jalur pelarian penculik Seo Yong Hak sudah dihack dan hackernya punya IP Address Blue House.
Kepala bagian kaget, IP B..Blue House? Bukan aku!

Yeong Joo ingin mengecek IP Address mereka dan Kepala Bagian berkata IP ini dipakai semuanya, jadi tidak bisa ketahuan siapa yang menggunakan IP Address itu.
Yeong Joo mengerti, berarti kami harus menyita semua komputer di departemen IT ini untuk penyelidikan.

Semua kaget, itu akan membuat sistem telekomunikasi seluruh negeri hancur. Yoon Sung dari tadi bergerak dengan cepat. Ia menghapus semua jejak hacking-nya.

Yeong Joo akhirnya memberi waktu 3 hari untuk menyiapkan dan mengirim semua komputer ke kantor Jaksa. Juga untuk menyiapkan back-up data. Ia hanya ingin menemukan siapa orangnya.

Yeong Joo sebenarnya menyadari kalau Yoon Sung mengenakan bajunya.

Yoon Sung ada di kamar mandi untuk mengurus lukanya. Ki Joon sedang cuci tangan di luar. Ia ingin tahu siapa hackernya.
Yoon Sung : Go sunbae, bukan kau kan? Kau ahli hacker berpengalaman dan waktu itu juga ada insiden.

Ki Joon marah, apa kau gila? Ditahan dua hari sudah membuatku gila. Lalu pergi.

Jaksa Kim masuk ke kamar mandi, setelan itu, dasi itu.
Yoon Sung tidak menyangkal, benar, ini milikmu. Soo Hee yang meminjamkannya padaku.

Yeong Joo marah, apa kau selalu seperti ini...pada semua wanita?

Yoon Sung berkata ia hanya meminjamnya karena terjadi sesuatu. Perkataanmu sungguh tidak enak didengar.

Yoon Sung : Lagipula ini juga bukan gayaku. Aku tidak suka meminjam baju orang lain juga. Jadi, aku akan segera mengembalikannya.
Tapi, kalian berdua sudah berakhir. Kau cemas seperti ini, bukankah itu terlalu konyol?

Yeong Joo : Soo Hee adalah wanita yang pantas dikasihani, dia seharusnya bertemu pria yang baik. Bukan orang sepertimu.
Yoon Sung marah, memangnya kenapa denganku?
Yeong Joo : Dia terlalu murni untuk dipermainkan oleh orang sepertimu.

Yoon Sung : Siapa bilang aku mempermainkan-nya? Apa kau takut kalau aku serius?
Kau seharusnya juga mengurus perasaanmu sendiri. Aku tidak akan sepertimu, pura2 jadi Paman Kaki Panjang dan mengendalikan dari belakang.

Yoon Sung pergi. Yeong Joo melihatnya dengan pandangan marah.
Jang Pil Jae mendekat dan berkata sudah menyita sepertiga komputer. Yeong Joo pergi dengan Jang.

Paman Shik Joon berhasil keluar dari bak sampah. Ia naik subway dan semua penumpang menyingkir sambil marah2, bau sekali!
Shik Joon malu dan dia hanya menunduk. Mana ada tauge tergantung di telinga Paman Shik Joon lagi...hahaha

Yoon Sung jalan masuk dan melihat Shik Joon. Paman! Yoon Sung segera mendekati Shik Joon.
Shik Joon senang sekali melihat Yoon Sung, kau tidak apa-apa?

Yoon Sung : Aku baik-baik saja.
Shik Joon : Yoon Sung! Terima kasih karena kau masih hidup!
Yoon Sung ingin merangkul Shik Joon, tapi Shik Joon melarangnya. Kau bisa jadi bau. Semua orang menghindariku.

Yoon Sung ketawa, ia tidak peduli dan tetap memeluk Shik Joon yang hampir menangis. Wow kau benar2 bau..Yoon Sung ketawa.
(Aku suka sekali scene ini, tidak tahu alasannya.)

Jin Pyo menampar Yoon Sung. Ia murka. Aku sudah bilang kalau cara ini tidak akan berhasil.
Karena penilaian naifmu, Seo Yong Hak mendapatkan sayap dan bukannya peluru.

Jin Pyo : Apa kau lupa bagaimana ayahmu meninggal 28 th lalu?
Yoon Sung menunduk, aku minta maaf.
Jin Pyo : Aku tidak mau kehilangan kau juga. Caramu terlalu baik untuk orang2 ini.

Jin Pyo menanyakan luka Yoon Sung. Yoon Sung berkata tidak apa-apa. Jin Pyo ingin mengambil alih masalah ini.

Yoon Sung : Jangan, biar aku yang melakukannya. Dendam ini bukan hanya untukmu. Tapi juga untuk ayahku.

Jin Pyo berkata ia percaya pada Yoon Sung, tapi tidak boleh ada kesalahan kedua.
Yoon Sung mengerti.

Shik Joon menengahi keduanya dan usul untuk membahas rencana Yoon sung saja. Shik Joon menjelaskan kalau diskusi akan diadakan di studio B lantai 5.
Ruang pengendali ada di lantai 12. Dari lantai 12 ke lantai 5, dengan kecepatan Yoon Sung..2 menit sudah cukup. Wow...keren.

Shik Joon : Masalahnya, kita tidak bisa melihat Seo Yong Hak dari studio.
Jika aku menunggunya untuk melarikan diri di parkir mobil basement, aku bisa menunggunya.
Tapi jika dia lari dari belakang...

Jin Pyo : Akan ada banyak penjaga keamanan jadi itu tidak akan mudah.
Shik joon membenarkan, karena kemarin mereka tidak mendapatkan Yoon Sung.

Jin Pyo berkata kali ini akan lebih mudah untuk menembak. Dan semoga tidak bertemu pengawal yang bersedia mempertaruhkan nyawa.
Yoon Sung diam saja. Ia tahu ayahnya menyindirnya.

Jin Pyo ingin jika ada yang menghalangi, mereka harus membereskannya.
Shik Joon : Apa tidak apa-apa membunuh orang hanya karena ingin mendapatkan Seo yong Hak?

Jin Pyo marah : Dan juga karena kesetiaan pada negara, bagaimana dengan ribuan orang tidak bersalah yang sudah kehilangan nyawa mereka?

Jin Pyo memukul bahu Yoon Sung dengan tongkatnya. Ugh ini orang...
Jin Pyo : Lukamu sepertinya tidak apa-apa. Kali ini kau harus sukses.

Yoon Sung diam saja, ia menahan sakit.

Yoon Sung makan malam bersama Shik Joon. Tapi tidak berselera dan meletakkan sumpitnya.
Shik Joon cemas, ada apa? Apa karena lukamu? Apa mau kusuapi?

Yoon Sung ketawa, tidak apa-apa. Tidak terlalu serius.
Shik Joon berkata Yoon Sung ini masih sama saja seperti di Thailand. Dipukuli, lalu makan, dipukuli, makan..terus saja begitu.

Shik Joon ingin tahu siapa yang menembak Yoon Sung.
Yoon Sung mengaku, itu Nana.
Shik Joon kaget, Nana? Nana menembakmu? Apa dia mengenalimu?

Yoon Sung berkata kalau Nana mungkin tidak melihat dan tidak berpikir kalau itu adalah Yoon Sung.
Shik Joon lega. Yoon Sung ingin Nana tidak mengawal Seo Yong Hak kali ini. Karena sangat bahaya.

Yoon Sung ingin tahu bagaimana caranya, karena waktu lalu Yoon Sung tanpa sengaja melukai pergelangan kaki Nana. Apa ia harus melukainya lagi.
Shik Joon tidak setuju, nanti kaki Nana bisa patah.

Yoon Sung punya ide lain, atau...dengan obat pencahar?
Shik Joon kesal, bagaimana bisa membiarkan seorang gadis bolak balik ke toilet?

Shik Joon mendekat, ia punya ide. Bagaimana dengan ini?

Yoon Sung mendengar lalu kaget, bagaimana kalau dia mati?
Astaga ..CH ini tidak terduga, tiba2 jadi lucu..(kaya roller coaster, tegang, terharu, tegang lagi, lucu, nangis, romance, dll..)

Yoon Sung dan Shik Joon menunggu di atas atap apartemen Nana. Mengapa dia belum datang?
Yoon Sung : Paman, tapi kupikir ini bukan ide bagus.

Shik Joon : Obat pencahar saja? Apa kau ingin membuat seorang gadis kena diare dan bolak balik kamar mandi?
Yoon Sung : Tapi jika salah sasaran akan ada masalah!
Shik Joon berkata ini sangat aman.

Kim Nana pulang. Shik Joon panik dan tiba-tiba meraih batu bata, ia ingin melempar Nana.
Yoon Sung menghalanginya. Shik Joon berkata ia panik. Lalu meraih pot bunga besar. (Astaga..ini lucu sekali)

Yoon Sung tidak tega dan melarangnya, keduanya rebutan pot bunga. Tapi justru tanpa sengaja menjatuhkan pot bunga kecil dan panci ke arah kepala Nana!

Kena! Nana langsung memegang kepalanya. Ia kesakitan.
Nana murka, ia teriak..siapa itu? Sakit!

Yoon Sung dan Shik Joon langsung sembunyi. Keduanya lega sekaligus heran, dia tidak mati kan?
Terdengar suara Nana dari bawah, kalian akan mati!
Yoon Sung dan Shik Joon ketakutan. Cepat! Lari!

Ok, sekarang coba plan B :
Yoon Sung mengajak ketiga gadis minum kopi bersama. Nana, Eun Ah dan Da Hye.

Yoon Sung memastikan kalau kopi Nana adalah Iced Americano. Lalu menaruh obat pencahar dalam kopi Nana.

Setelah semua mendapatkan kopi, Yoon Sung dalam hati berkata ia minta maaf untuk diare itu. Karena ini demi keselamatan Nana.
Nana mengambil kopi dan akan meminumnya. Yoon Sung dalam hati berharap, minum...minum..Minum cepat!

Tepat di saat krusial itu, tiba2 Eun Ah ingin kopi Nana, kelihatannya lebih menyegarkan dari biasanya. Bagaimana kalau tukar?
Yoon Sung pucat. Ia tidak bisa melarang dan pasrah saja saat kopi itu diminum Eun Ah.

Da hye mengajak ketiganya ke karaoke. Yoon Sung menolak tapi Putri Presiden memaksa.

Da Hye menyanyi dengan kacau (Menurutku. Hanya Mu Gyul yang bisa menyanyi bagus di karaoke hehehe) Membuat semua geli. Yoon Sung sudah tidak sabar lagi.

Eun Ah terlihat gelisah, ia sakit perut. Da Hye tidak membiarkan Yoon Sung pulang duluan, ia menyandera tas Yoon Sung.

Da Hye ingin ke kamar mandi. Eun Ah juga. Ketiganya pergi bersama. Da Hye mengancam jika Yoon Sung pergi, ia tidak akan mengembalikan tas Yoon Sung.

Yoon Sung mengeluh, ia bicara sendiri. Kenapa membiarkan Eun Ah minum kopi itu. Lalu menerima telp dari Shik Joon.
Shik Joon ada di kamar no 3. Yoon Sung mengerti.

Yoon Sung menemui Shik Joon, apa kau sudah beli obat? Shik Joon mengiyakan dan mengganti perban Yoon Sung.
Shik Joon mengeluh, aigoo..bahkan tulangmu juga hancur.
Yoon sung : Tidak apa-apa.

Shik Joon minta Yoon Sung tidak menjalankan misi kali ini. Tapi Yoon Sung tidak bisa. Aku harus melakukannya. Jangan katakan ini pada ayah!
Shik Joon : Sepertinya lebih nyaman saat kita ada di Segitiga Emas.
Yoon Sung ingin membalas untuk kematian ayahnya.
Shik Joon memberikan ID staf TV untuk Yoon Sung.

Da Hye, Nana, Eun Ah ke toilet. Nana berkata akan jaga diluar. Ia minta Eun Ah jaga di dalam.
Da Hye tahu Eun Ah sakit perut dan memintanya ke toilet. Aku tidak apa-apa.

Nana melihat Shik Joon. Ia kaget dan mengenalinya. Orang..orang itu...Bi Man Deok!

Flashback, Nana ada di lokasi kecelakaan Ayahnya dan Shik Joon sedang memberikan keterangan pada polisi.

Nana mengejar Shik Joon.
Karena Nana meninggalkan posnya, dua orang gadis masuk ke toilet dan menyalahkan Presiden karena mereka harus bayar karaoke.

Logikanya : Teman mereka naik kereta bawah tanah karena kemacetan parah yang dipicu oleh demonstrasi rakyat yang tidak puas pada Presiden. Sehingga teman mereka tidak datang dan keduanya akhirnya harus mengeluarkan uang untuk karaoke.
Keduanya saling mengejek, kau memilihnya karena percaya padanya kan?

Da Hye menahan emosinya. Tapi ia marah saat mereka berkata kalau putri Presiden itu tolol dan bahkan tidak bisa membaca.
Kedua gadis itu terus saja bicara dan Da Hye tidak tahan. Ia marah pada mereka. Apa kalian mengenal putri Presiden?

Gadis2 itu kesal. Apalagi saat Da Hye berkata ia putri bungsu Presiden. Mereka tidak percaya.
Eun Ah keluar dan menengahi mereka. Tolong hentikan, ok.

Mereka menuduh keduanya gila. Da hye marah dan memukul salah seorang gadis.
Eun Ah berusaha memisahkan mereka, tapi perutnya sakit lagi. Ia harus segera ke toilet lagi.

Da Hye dan kedua gadis itu benar2 berkelahi, sampai keluar dari toilet.

Perkelahian itu membuat banyak orang tertarik, mereka merekam dan memotret ketiganya.

Nana terus mengejar Shik Joon sampai ke jalan, tapi ia kehilangan jejak. Shik Joon tahu kalau diikuti Nana. Ia sembunyi di balik pilar gedung.

Video itu di-upload ke internet dan membuat Nana serta Eun Ah dimarahi habis2an oleh Kepala Bagian mereka.
Apa ini? Kim Nana, apa kau punya backing? Beraninya kau bertingkah sombong dan meninggalkan posisimu?

Nana minta maaf. Atasannya marah, kau dipuji sedikit saja sudah besar kepala. Senior Kim Jin U, aku tidak tahan melihatnya terbaring di RS.

Apa kau menganggap pekerjaan sebagai pengawal sebagai main-main?

Sekarang video perkelahian Putri Presiden ada di Youtube dan paling dicari. Ini memalukan bagian keamanan.

Hukumannya : Shin Eun Ah, potong gaji satu bulan.
Kim Nana, Potong gaji enam bulan. Skors tanpa gaji selama 2 minggu.

Nana syok, enam bulan? skors..?
Atasannya berkata jika tidak setuju, mengundurkan diri saja.

Yoon Sung bertemu Nana yang tampak terpukul. Yoon Sung berkata ia dengar Nana kena skors, pulang saja dan istirahat. Bersih-bersih rumah, karena lumayan kotor.

Nana marah, Lee Yoon Sung-ssi. Kau jelas tahu bagaimana perasaanku sekarang, ya kan?
Bagaimana kau masih bisa memintaku pergi dan bersih-bersih? Pria sepertimu benar2 yang terburuk. Nana pergi.

Yoon Sung menghela nafas, aku senang kau di-skors. Kau tidak tahu itu.

Nana pulang dan duduk di ayunan apartemen-nya. Ia ingat pria itu..

Flashback, Nana mendekat ke arah Shik Joon yang sedang memberi keterangan ke polisi.
Nana tidak mengerti, ayahnya jelas adalah korban. Tapi kenapa tiba-tiba jadi tersangka dalam insiden ini?

Shik Joon berkata ia mabuk saat itu, jadi tidak melihat jelas. Mobil ayahmu yang tiba2 menabrak mobil lain. Dia mengerem agar tidak menabrak mobil lain.

Nana merasa itu mustahil, Paman! kumohon cobalah untuk mengingat dengan baik! Saat itu kau melihat kecelakaan ayahku kan? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?
Shik Joon : Aku hanya mengatakan fakta, kalau saat itu..aku mabuk, mobil putih menabrak duluan.

Nana marah, tidak seperti itu! Shik Joon teriak, hei! ada orang dewasa yang sedang bicara!

Shik Joon memberikan cap jarinya ke polisi dan pergi. Nana terjatuh dan menangis di lantai.

Shik Joon ada di luar dan memandang Nana dengan perasaan bersalah. Sepertinya ia ditekan untuk mengganti kesaksiannya.

Kembali ke masa kini. Nana yakin itu orang yang sama. Selama ia bisa mendapatkan orang itu, ia bisa menyelidiki ulang kasus kecelakaan itu.
Bi Man Deok, identitasnya juga sudah dihapus. Nana kesal karena disaat harus tugas justru kena skors.

Tiba-tiba Yoon Sung muncul dan melemparkan sapu tangan. Kalau mau menangis, pulang dan menangislah.
Nana marah, ia berdiri dan akan pergi. Yoon Sung menarik tangan Nana dan mengajaknya turun.

Yoon Sung minta Nana masuk mobilnya. Nana ingin tahu mau kemana mereka. Yoon Sung tidak mau mengatakan dan mendorong Nana masuk mobil.

Yoon Sung menjalankan mobil. Nana terus melihat Yoon Sung.
Yoon Sung : Kenapa?
Nana : Kenapa kau baik padaku?

Nana bicara terus, kenapa Yoon Sung selalu baik, sebelum tinggal bersama. Cara bicaramu mengerikan dan kelakuanmu mengesalkan.
Tapi kau membantuku membayar biaya RS ayahku. Membeli rumahku yang dilelang dan mengijinkanku tinggal disitu.

Waktu aku luka, kau bersedia menempelkan plester. Saat aku terkilir kau membawaku ke RS.
Dan seperti sekarang, kau mengajakku jalan-jalan. Benar2 tidak bisa dipercaya.

Yoon Sung minta Nana diam. Ia akan merahasiakan apapun yang dilakukan Nana, terserah kau mau menangis atau teriak atau menghancurkan semuanya. Lakukan yang kau suka sampai hatimu puas.
Yoon Sung teriak2, ia meneriaki Da Hye yang mengesalkannya.

Nana geli dan ikut teriak : Kepala bagian yang menyebalkan, kenapa harus memaki ayahku! Eun Ah yang serakah lalu akibatnya kena diare.
Nana meneriaki Yoon Sung dan mengeluarkan semua kekesalan-nya.

Yoon Sung membalas : Hei Kim Nana! hanya karena kau bisa judo, bukan berarti kau boleh arogan. Kau tidak bisa berkelahi, tapi tetap saja lari kesana sini dengan senjata.
Keduanya ketawa lega. Yoon Sung geli, kau sudah merasa lebih baik?
Nana mengiyakan.

Yoon Sung mengajak Nana ke tempat sepi. Yoon Sung ingin tahu apa benar kalau tampang dan juga kelakuan-nya memang menyebalkan.
Banyak gadis yang ingin melompat melewati rintangan hanya untuk bersamaku. Semuanya antri di stadion Jamsil.

Nana : Benar2 orang brengsek yang tidak terkalahkan di dunia.

Nana merasakan tetesan air, hei..kurasa ini hujan. Yoon Sung membenarkan, yah hujan.

Yoon Sung menekan tutup mobilnya, tapi macet. Ia terus menekan dengan panik. Kenapa bisa macet?
Keduanya panik, dingin! mereka akhirnya basah kuyup kehujanan.
Yoon Sung : Yang benar saja. Apa ini salahku?

Yoon Sung membawa Nana ke rumahnya. Nana berkata seharusnya mereka pulang saja, tapi Yoon Sung berkata kalau apartemen-nya yang terdekat dari tempat mereka tadi.
Lalu ia menyadari kalau Nana mengenakan blus putih. Yoon Sung bisa melihat semuanya dengan jelas karena basah.

Yoon Sung gugup dan melemparkan jaket ke Nana, hei tutupi itu! Mataku terkontaminasi karena kau! Tubuhmu jelek sekali. Yoon Sung langsung pergi.

Nana heran dan ia sadar, lalu panik, apa dia melihatnya?

Yoon Sung memberikan baju ganti untuk Nana. Ia menyuruh Nana membersihkan diri.
Yoon Sung ke atas untuk ganti baju dan mandi juga.

Yoon Sung langsung merawat lukanya. Darahnya masih keluar lumayan banyak.
Yoon Sung minum obat dan juga menyuntik lengannya.

Yoon Sung menahan tangis, ia sebenarnya sangat kesakitan.

Yoon Sung selesai mandi dan turun mencari Nana. Lalu syok dengan pemandangan di depan-nya.
(seperti tidak bisa bernafas hahaha)

Kim Nana berusaha menyalakan kompor untuk memasak ramen. Ia mengenakan kemeja Yoon Sung tanpa celana panjang ...
Nana : Lee Yoon Sung...kompornya tidak mendengarkanku.

Yoon Sung : Berhenti melakukan itu.
Yoon Sung mendekati Nana, biar aku saja yang melakukan-nya.

Nana : Kalau begitu aku akan mengambil mangkuk.
Tapi mangkuknya ada di rak atas. Nana terlalu pendek untuk meraihnya. (Bagaimana cara Shik Joon mengambil mangkuk ya..mungkin dia punya tangga hahaha)
Jadi ia loncat2 untuk mengambil mangkuk.

Yoon Sung menoleh dan tampangnya tidak terdefinisikan :)

Yoon Sung membantu Nana mengambilkan mangkuk, keduanya saling memandang.

Yoon Sung tiba2 jadi kesal. Ia memberikan mangkuk ke Nana : Kau makan saja sendiri. Aku tidak makan.
Yoon Sung pergi. Nana bingung, kita makan bersama..

Nana jalan ke ruang tengah dan duduk di depan TV. Yoon Sung sudah menyiapkan anggur dan buah untuk Nana.
Nana minum anggur sendirian sambil melihat drama. Ia jadi ngantuk dan langsung tertidur di sofa.
Yoon Sung jalan dan melihat Nana tidur. Ia tersenyum geli. Lalu menyelimuti Nana.

Yoon Sung memandangi Nana dan membelai rambutnya.

Yoon Sung mendekat dan ingin mencium Nana. Tiba2 Nana membuka mata. Keduanya kaget. Yoon Sung tidak menarik diri dan tetap akan menunduk.
Nana juga tidak mengelak dan justru memejamkan matanya.

Tiba-tiba ponsel Yoon Sung bunyi...from Daddy %^&#@#!!

Yoon Sung berdiri dan menerimanya, Ya, Ayah.
Jin Pyo mengingatkan : Besok adalah harinya. Apa kau bisa melakukannya?
Yoon Sung mengiyakan. Jangan cemas.

Jin Pyo : Ini kesempatan terakhir. Kita tidak bisa kehilangan kesempatan ini lagi.
Yoon Sung : Ya.

Jin Pyo juga akan membantu Yoon Sung, setelah mendapatkan Seo Yong Hak, kita ketemu di gudang yang dipakai untuk jual beli batu mulia.
Yoon Sung : OK.

Yoon Sung selesai telp dan menoleh sekilas ke Nana : Tidurlah.

Yoon Sung segera masuk ke ruang kerjanya dan mulai menyiapkan untuk misi besok.

Paginya, Yoon Sung mengantar Nana pulang. Keduanya sedikit kikuk, mungkin karena peristiwa di sofa itu :)
Nana berterima kasih pada Yoon Sung. Bad mood-nya sudah hilang.

Yoon Sung : Aku mengijinkanmu marah dan kau benar2 memarahiku.
Yoon Sung minta Nana masuk, ia akan pulang terlambat malam ini. Nana tanya apa ia perlu memasak untuk Yoon Sung. Katakan saja kau ingin makan apa.

Yoon Sung : Jangan pakai wortel atau bawang. Siapkan saja daging yang banyak dan tumis sayur campur/Japchae.
Yoon Sung pergi. Nana geli, dasar pria pemakan daging.

Nana dapat telp dari Kepala Bagiannya. Atasan Nana berkata mereka selalu mengalami kesulitan dan tidak bisa melakukan penjagaan tanpa Nana.
Direktur juga setuju, jadi kami akan membatalkan skorsingmu. Bergembiralah dan lakukan yang terbaik.

Nana senang sekali, benarkah? terima kasih, terima kasih Kepala Bagian.
Padahal Yoon sung sudah mati-matian cari cara agar Nana tidak pergi kerja.

Yoon Sung masuk ke stasiun TV (gedungnya seperti gedung sunshine welfare ep awal?) dan berdiri di tengah gedung. Melihat sekeliling.

Yoon Sung menempelkan ID dari paman Shik Joon dan masuk ke dalam. Lolos.

Rombongan Seo Yong Hak juga sudah tiba. Bersama Nana dll. Mereka disambut oleh pembawa acara.
Seo Yong Hak menyalami dan tersenyum pada semua orang. Semua mike dan peralatan audio disiapkan.

Yoon Sung menyusup ke ruang kendali dan mengamati kegiatan di dalamnya. Ia melemparkan gas bius ke dalam ruangan.

Acara Seo Yong Hak dimulai. Pengarah acara berkata ini siaran langsung, jangan diremehkan. Mulai! "Debat Besar Calon Presiden"
Pembawa Acara berkata sekarang kita dengar calon kedua. Calon Presiden dari Partai Nasional Baru Seo Yong Hak.

Seo Yong Hak tersenyum dan memberi salam. Jaksa Kim, Jang Pil Jae datang dan ikut melihat.
Seo : Halo semuanya, aku Seo Yong Hak. Aku mengabdi di militer selama hampir 40 th..dst.

Yoon Sung menutup hidungnya dengan masker dan masuk ke dalam ruang kendali. Seo Yong Hak minta diputarkan video untuk mendukung pidatonya.

Yoon Sung menyabot video itu dan justru memutarkan video rekaman pembicaraan Seo Yong Hak dengan Hodson.

Seo Yong Hak kaget saat melihat video yang diputar. Semua kandidat lain juga kaget, mereka langsung marah-marah.

Seo Yong Hak panik, matikan cepat! Saingan Seo, Anggota Dewan Lee langsung menyerangnya. Capres Seo, apa itu?

Seo Yong Hak teriak : Dengarkan aku, seseorang mencoba menjebakku! Semuanya ini pasti konspirasi politik!

Pers tidak percaya, konspirasi apa?
Seo Yong Hak lari, ia mengajak Nana pergi. Ayo! cepat!

Jaksa Kim langsung memerintah Jang Pil Jae untuk bergerak, City Hunter mungkin ada di sini. Periksa!

Yoon Sung jalan keluar dari ruang kendali. Ia melempar masker gasnya dan mengenakan penutup muka.
Oh Lee Min Ho...kenapa gaya jalanmu keren sekali hahaha...jadi ingat BOF yang pas di tol itu..he's a natural-born model.

Jaksa Kim jalan ke tangga darurat, ia kaget saat membuka pintu. Ada seorang pria jalan menuruni tangga dengan baju hitam.
Yeong Joo langsung sadar, itu City Hunter!

Yeong Joo menyusul Yoon Sung dan menarik bahunya. Keduanya jatuh bergulingan di tangga lalu berkelahi. Yeong Joo bisa menyudutkan Yoon Sung.
Yoon Sung berkelit dan melepaskan diri. Ia melompati tangga dan lari ke bawah.

Yeong Joo mengejar dan bisa mencekik Yoon Sung. Yeong Joo berusaha membuka topeng Yoon Sung.

Yoon Sung menjauhkan tangan Yeong Joo dan berhasil lolos.

Nana mengawal Seo Yong Hak di koridor, ia ingin membawa Seo ke parkir mobil. Nana mengusulkan untuk mengadakan konferensi pers untuk menjernihkan nama Seo.
Yoon Sung keluar dari pintu darurat lalu jalan mendekat. Seo kaget melihatnya.

Nana menoleh dan langsung siaga. Ia mengarahkan pistol ke Yoon Sung, siapa kau?

Yoon Sung tertegun melihat Nana. Jaksa Kim juga keluar dari pintu yang sama, ia teriak ke Nana : Nana! Tahan Seo Yong Hak!

Nana heran. Seo Yong Hak bergerak cepat. Ia merebut pistol Nana dan mengarahkan pistol ke kepala Nana.

Yoon Sung dan Yeong Joo kaget. Jang Pil Jae bersama polisi melihat dari lantai atas.
Seo : Jangan mendekat. Aku bilang jangan mendekat!
Seo Yong Hak menembakkan pistol ke atas, hampir kena Jang Pil Jae.

Jin Pyo berdiri di bawah dan mendengar suara tembakan. Ia tahu posisi mereka.

Yeong Joo menenangkan Seo, Capres Seo, tolong tenang! Ia menjatuhkan pistolnya.

Nana bergerak, ia memukul Seo Yong Hak. Tapi Seo lebih kuat dan justru melemparkan Nana ke bawah!
Nana berhasil bergantungan di tepi pagar. Seo Yong Hak lari.

Yoon Sung dan Yeong Joo sempat bertukar pandang, lalu keduanya lari. Yeong Joo mengejar Seo Yong Hak.
Yoon Sung meraih tangan Nana. Jin Pyo juga melihat keduanya.

Yoon Sung : Aku akan melindungimu.
Darah mengalir dari lengan Yoon Sung, lukanya mengeluarkan darah lagi.
Nana kaget, lepaskan! Jangan pedulikan aku!

Yoon Sung tetap bertahan memegangi tangan Nana. Ia meringis menahan sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar