Tampilkan postingan dengan label Fanfiction I Love Your Dad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfiction I Love Your Dad. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2011

"I Love Your Dad" part 7 (END)

Author: Riska Scathach Dang Ika
*LANGSUNG BACA AJA YA~~ *capslock diinjek kkoming* . TIDAK dianjurkan membaca bai yang belum 17 tahun,tapi kalo tetep mau baca ya silahkan*plakkkkk

Chapter 7

~Kadang sesuatu yang kita inginkan butuh melewati banyak hal sampai benar-benar menghampiri kita sehingga banyak kesan yang didapat dari semua proses yang ada.Aku sangat menikmati semua yang kualami selama ini, semuanya~~~

Aku telah berganti pakaian sekarang. Aku menatap diriku pada cermin besar yang berada didalam kamarku. Jung Soo dan Je in telah meninggalkan rumahku dari tadi. Aku kembali mengingat kejadian tadi pagi. Mengingat semua yang Je in ucapkan padaku ~~ “ segeralah menikah dengan ayahku Hyun Ae~ya ???” . Tapi entah apa yang membuat mulutku bungkam dalam seribu bahasa, entah karena aku senang ,aku terkejut atau aku sendiri takut ?? Apa aku sudah siap?? Benar-benar siap menjadi seorang ibu ?? Ibu dari Je in??? . Aku mengalihkan pandanganku dari cermin itu lalu berjalan kearah jendela dan melihat pemandangan yang ada diluar yang sebenarnya sama sekali tidak menarik. Semua yang kurasakan saat ini benar-benar membuatku bingung. Aku sendiri belum mempunyai jawaban yang pasti untuk permintaan Je in. Menikah dengan Jung Soo ??? Aku mencintainya~~tapi apa aku sudah benar-benar siap ???

~
“ Apa keputusanmu Hyun Ae~ya ??? “ tanya Je in tiba-tiba ketika aku dan dia sedang berada diruang tengah. Kami hanya berdua malam ini. Jung Soo belum pulang dari kantornya. Aku menemani Je in yang sedang menyelesaikan lukisan terakhirnya yang menceritakan seorang malaikat yang jatuh cinta kepada seorang manusia.Aku merasa kisah lukisan itu seperti kisahku .
“ ehmm..aku..” . “ Kau mencintai ayahku bukan ?? Kenapa masih berfikir juga ??” tanyanya tidak sabar kepadaku tetapi masih tetap melanjutkan kegiatannya.” Je in..pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa kita putuskan seperti kita memilih permen, mana yang lebih enak untuk kita makan . Bukan seperti itu..Semua butuh pemikiran yang matang~~ aku tidak mau jika harus menyesal suatu hari nanti “ ucapku mencoba memberi pengertian padanya . Kulihat Je in menghentikan kegiatannya, dia menaruh kuasnya lalu memutar tubuhnya untuk menatapku
“ Menurutku~~sesuatu yang tulus seperti yang kau katakan~~ cintamu kepada ku dan ayahku seharusnya  sudah cukup menjadi modal untuk meyakinkanmu agar menikah dengan ayahku~~” ucapnya lancar . Aku tertegun mendengarnya, entah sudah berapa kali aku harus merasa kalau Je in bukanlah anak kecil biasa. Kadang semua yang dia ucapkan sulit untuk dipercaya bahwa dia hanya seorang anak kecil berusia sepuluh tahun. “ ehm..a..aku..” terasa sangat sulit menanggapi perkataannya. “ aku hanya menginginkan kau yang menjadi ibuku~~tidak orang lain ..” ucapnya sambil menatap kedalam mataku. Permintaan yang sangat tulus yang diucapkan oleh mulut kecilnya. Aku mengepalkan  tanganku kuat, merasa sangat bingung dengan yang kurasakan sekarang. Aku hanya butuh sebuah keyakinan. Jung Soo~~ sampai saat ini dia belum mengatakan apapun kepadaku .

~Aku membopong Je in kedalam kamar,setelah melihatnya tertidur disamping lukisannya yang baru saja selesai dibuatnya,aku memandang lukisan itu, ada yang membuatku sangat tertarik dengan lukisannya kali ini, diujung bawah lukisannya terdapat tulisan yang aku yakin adalah tulisan tangan Je in. “ Untuk calon ibuku~~”. Aku tersenyum memandang lukisan itu, sekarang aku beralih menatap Je in yang sudah tertidur pulas, aku mengangkat tubuhnya dan memindahkannya kedalam kamar, tubuhnya benar-benar tidak ringan lagi. Jung Soo masih belum pulang juga,padahal waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Aku berjalan keluar dari kamar Je in , aku masih belum berencana untuk pulang kerumahku. Aku merasa tidak tega meninggalkannya sendirian diapartemen ini.Merasa sedikit gerah aku mencoba mencari angin malam dengan berjalan kearah beranda apartemen ini. Pemandangan yang ada dihadapanku kali ini sedikit membuatku merasa dapat berfikir jernih. Lampu-lampu malam kota Seoul yang berkelap-kelip seolah sebagai penyejuk hatiku yang merasa bimbang kali ini.Angin malam yang berdesir pelan tapi cukup menyejukkan bagiku. Aku menghirup banyak-banyak oksigen tersedia tanpa batas sambil memejamkan mataku ~~ “ cintaku pada Jung Soo dan Je in lah yang seharusnya menjadi keyakinan ku untuk menikah dengan Jung Soo “ ~~ Aku membuka mataku kembali. Ya~~itu benar ,kenapa aku masih harus merasa tidak yakin !! Aku mencintai mereka, itulah yang menjadi modal utamaku seharusnya. Babo !! bisa-bisanya kau tidak yakin pada perasaanmu sendiri Hyun Ae !!! .Aku kembali memandang jauh lampu-lampu yang bertebaran menyelimuti kita Seoul, benar-benar sangat indah !!!

Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang hangat mendekapku dari belakang. Aku bergidik pelan dan segera menolehkan kepalaku kebelakang, tetapi segera tertahan karena aku merasa ada yang menyender dibahuku . Jung Soo telah memelukku dari belakang. Dia sudah pulang sepertinya. Jung Soo melingkarkan kedua tangannya di pinggangku dan menaruh dagunya dibahuku manja. “..k..k.kau sudah pulang “ ucapku kaget dan sedikit gugup
“ Ne…” ucapnya pelan disamping telingaku. Nafasnya sedikit membuatku merinding kali ini. “ ehm..kalau kau sudah pulang,berarti aku..aku akan pu…”
“ Jangan pulang dulu~~disini sebentar lagi~~temani aku “ ucapnya memotong kalimatku.Aku hanya terdiam dan pasrah ketika dia semakin mengencangkan tangannya memeluk pinggangku. Tidak ada yang berbicara diantara kami selama beberapa saat. Dia menatap lurus kedepan dan sesekali menghembuskan nafasnya.
“ Hyun Ae ya~~” panggilnya pelan “ Ne…??”. Dia terdiam sebentar, aku mencoba bersabar menunggunya untuk berbicara kembali.
“ menikahlah denganku ??? “ ucapnya pendek dan masih menatap lurus kedapan . Jung Soo terdiam sebentar lalu kembali membuka mulutnya“ aku harus segera kembali ke Kanada dalam seminggu ini, kehidupanku sesungguhnya ada disana . Aku akan membawa Je in bersamaku~~ dan aku juga ingin mengajakmu bersamaku ~~ Aku mencintai Hyun Ae ~~ “ ucapnya pelan dan penuh perasaan . Yang aku rasakan saat ini adalah kebahagian yang bercampur dengan kebingungan . Dia sudah menganjakku untuk menikah ?? Tetapi meninggalkan Korea ?? Hal itu tidak pernah terpikirkan olehku , tidak pernah~~~

Kurasakan pelukan Jung Soo mulai mengendur sampai akhirnya dia benar-benar melepaskan pelukannya padaku. Dia lalu berjalan kesampingku dan berdiri sejajar denganku. Perlahan Jung Soo memegang pinggangku lalu memutar tubuhku untuk menghadap kepadanya. “ Menikahlah denganku dan ikut bersamaku ?? “ ucapnya sambil menatap dalam mataku. “ Aku benar-benar mencintaimu Hyun Ae~ya !! “ . Aku menelan ludahku sekarang , aku mencoba balas menatap kedalam mata Jung Soo yang sangat jernih itu. Aku hanya menemukan sebuah ketulusan yang amat sangat didalamnya. Ya TUHAN !! Aku benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa !! Aku pasti akan langsung berkata iya dan menerima pinangannya jika dia tidak mengatakan akan pulang ke Kanada. Jung Soo menyentuh pipiku lalu mengelusnya lembut yang membuatku kembali kemasaku saat ini . “ Song Hyun Ae ~~ menikahlah denganku ???” ucapnya sekali lagi dengan segala kemantapan yang dia punya. Kurasakan mataku mulai terasa panas sekarang, pandanganku sedikit buram karena tertutup oleh air mata yang mulai memenuhi mataku. Sampai akhirnya kurasakan sebuah butiran air hangat mengalir dari sudut kedua mataku. Aku kembali memfokuskan pandanganku untuk menatap Jung Soo. Perlahan Jung Soo menghapus air mata yang turun dari pelupuk mataku.
“ a..aku…” ucapku memulai mencoba mengatur kata-kataku “ aku ..sangat mencintaimu Jung Soo ya~~hanya saja~~ a..aku..” .
“ Kau bisa pikirkan dulu ~~” ucapnya lagi “ Aku tahu, kau butuh waktu buat berfikir ~~ fikirkanlah baik-baik “ ucapnya lembut. Aku hanya mengangguk lemah lalu mulai berbalik untuk masuk kedalam apartemen. Kurasakan tanganku tertahan, aku kembali menoleh untuk menatap Jung Soo karena memang dia yang menahan tanganku. Dia menatapku sejenak lalu dengan tatapan yakin ,lalu dia mendekat kearahku , sebelah tangannya dengan sigap memegang pinggangku .Tanpa perintah dari mana-mana aku segera menutup mataku, karena aku tahu apa yang akan dilakukannya. Kurasakan sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh bibirku. Aku tahu Jung Soo sedang menciumku, dia menciumku lembut dan penuh perasaan yang membuatku membalas ciumannya. Kurasakan tangan Jung Soo berpindah ke kepalaku dan membelai rambutku . Akupun menggerakkan tanganku dengan memindahkan tanganku kelehernya mengalungkan tanganku dilehernya yang membuat ciuman kami semakin intim. Yang kuharapkan saat ini adalah waktu berhenti sementara,biarkan aku menikmati ini semua, tanpa harus berkemul kembali dengan pergulatan pikiranku yang masih merasa tidak yakin buat menikah dengannya.
.
~Aku memang bodoh, aku memutuskan kontak beberapa hari dengan Jung Soo. Karena kupikir aku harus benar-benar membuat keputusan tanpa dipengaruhi oleh apapun.Sampai aku menerima telpon darinya ,ketika aku baru pulang mengunjungi keluargaku. Aku menerima telpon dari Jung Soo sambil memasuki kamarku.
“ Yoboseyo??” ucapku .” Kau kemana saja!!!! “ balas Jung Soo diujung telpon dengan nada tinggi “ a..aku..” .” Aku mencarimu kemana-kemana?? Kenapa tidak menghubungiku ??!! Ada apa denganmu !! “ tanyanya sedikit emosi. “a..aku..” ucapku mencoba memberikan penjelasan padanya “ Kau tahu Lusa aku harus berangkat !! Dan sampai saat ini kau belum memutuskan apa-apa !! Jika kau memang tidak ingin ikut denganku katakan saja, jadi aku bisa langsung membuang semua yang sudah kusiapkan untukmu !!! “ ucapnya tanpa membiarkanku menjelaskan alasanku padanya .”jung soo ~ya….” Ucapku lagi “ Je in selalu menanyakanmu~~tapi aku tidak bisa memberi tahunya kau dimana,karena aku sendiri tidak tahu kau pergi kemana !! Kau membuatku kecewa Song Hyun Ae~~ “ ucapnya sengit sambil menutup telponnya . Aku tertegun ditempatku. Bukan ini yang kuharapkan , sungguh !!! Dengan cepat aku melemparkan handphoneku ketempat tidurku,dan berjalan kearah lemari lalu membukanya dan mengeluarkan semua pakaianku. Aku sudah tau keputusanku kali ini.

~Hari ini tiba. Aku terbangun tepat waktu kali ini. Aku sudah mencoba menghubungi Jung Soo berkali-kali tetapi dia tidak mengangkat telponku sama sekali.Aku menggeret koperku dan berjalan keluar rumah. Rumah ini sudah kutitipkan kepada keluargaku,mereka akan mengurusnya selama aku tidak ada.Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, aku harap aku belum terlambat . Berkali-kali aku menyetop taksi tetapi tidak ada yang berhenti yang bersedia untuk kutumpangi. Aishhhh~~ kenapa disaat seperti ini. Dasar sopir taxi bodoh!! Aku juga pasti akan membayar kalian, umpatku kepada mobil taxi yang baru saja melaluiku begitu saja.Aku mencoba menghubungi nomor Jung Soo lagi,kali ini nomornya justru tidak bisa dihubungi “ Kali ini siapa yang tidak bisa dihubungi!! “ umpatku sekali lagi sambil menatap nomor handphone Jung Soo dilayar handphone ku. Aku kembali memandang kejalan, ada sebuah taxi lagi,aku segera menyetopnya. Syukurlah !! Kali ini Taxi itu berhenti, aku segera masuk kedalam taxi itu sambil membopong koperku dan menyebutkan alamat yang akan kutuju kepada sopir taxi itu. Oh Tuhan !! Kumohon jangan biarkan aku menyesal~~~

~Aku berlari sekuat tenaga menuju apartemen Jung Soo sambil menggeret koperku. Aku sudah tidak peduli orang-orang disekitarku memperhatikanku. Sesampainya didepan pintu apartemen Jung Soo ,aku segera mengetuk pintu itu kuat,sedikit menggedornya lebih tepatnya. Tidak ada yang membuka pintu apartemen yang membuatku sangat ketakutan . Mereka tidak mungkin sudah pergi kan??? !!!
“ Anda mencari Tuan Par Jung Soo nona??” Tanya seorang bellboy diapartemen itu. Aku segera menoleh kearahnya dan mengangguk kuat .” Ne?? dimana dia ??” tanyaku tidak sabar .” Dia baru saja berangkat nona, mungkin masih ditepat parkir apartemen ini. Karena tadi saya sendiri yang membantu membawa barang-barang mereka “ ucapnya ramah. Aku segera menarik koperku dan berlari menuju tempat parkir apartemen ini. Baru teringat olehku aku segera berbalik dan berteriak kepada bellboy itu “ Gamsahamnida~~ “ teriakku dan kembali berlari. Kumohon jangan pergi dulu!!!

~Aku mengedarkan pandanganku ditempat parkir itu.Berusaha menemukan mobil Jung Soo . Ya TUHAN !! Aku sangat berterimakasih padamu !! Aku bisa melihat Jung Soo diujung tempat parkir apartemen ini sedang memasukkan barang-barangnya kedalam bagasi mobil. Aku mempercepat larinya. Kulihat dia akan segera masuk kedalam mobilnya. Tanpa bisa kutahan aku berteriak memanggil namanya “ PARK JUNG SOO !!!! “ panggilku kuat. Aku melihatnya putus asa, sekali lagi aku berterima kasih kepadamu Ya Tuhan. Dia berhenti lalu berbalik dan aku yakin dia melihatku sekarang.Aku mempercepat lariku dan berhasil sampai dihadapannya. Aku mengatur nafasku berusaha untuk mengumpulkan oksigen. Tiba-tiba Je in keluar dari mobil dan ikut menatapku terkejut seperti Jung Soo yang sangat terkejut melihatku .” hhh…hhh.a…a…aku..t..tidak…telat..k..khan…” ucapku ngos-ngosan ,keringat bercucuran dari ujung kepalaku. Jung Soo masih memandangku bingung, tapi tiba-tiba Je in berlari kearahku dan langsung memelukku “ Kau datang Hyun Ae~ya!!! “ ucapnya senang. Aku balas memelukknya “ Mianhae~~” hanya itu yang kuucapkan dibalik nafasku yang masih terengah-engah. Jung Soo ikut mendekatiku dia menatapku tanpa senyum. Aku mencoba tersenyum kepadanya “ M,maafkan aku~~ “ ucapku takut-takut .Dia masih menatapku tetapi jauh lebih lembut kali ini, sebuah senyuman manis mulai  tersungging dibibirnya lalu dia semakin mendekat kearahku dan perlahan mendekapku sekaligus mendekap Je in yang memang masih memelukku.” Setidaknya kau datang~~ terima kasih~~” ucapnya lembut ditelingaku .Kami bertiga berpelukan kuat, aku ikut membisikkan sesuatu kepada Jung Soo yang membuatnya semakin mendekapku erat “ Aku sangat mencintaimu Jung Soo~ya….”

~
2 minggu kemudian
Aku menatap diriku didepan kaca. Aku masih menggunakan gaun pengantin dan belum melepasnya. Aku kembali teringat peristiwa tadi, disaat aku dan Jung Soo mengucapkan janji suci kami dalam sebuah ikatan pernikahan. Akhirnya aku benar-benar menjadi istrinya yang sah,Nyonya Park dan ibu dari Park Je in. Aku sekarang berada dikamarku atau lebih tepatnya kamarku dan Jung Soo. Jung Soo masih menemani tamu-tamunya yang mengucapkan selamat kepada kami berdua. Aku bergegas mengganti baju pengantin ini dengan baju tidur piyama lengan panjang (?) dan setelannya yang panjang juga. Aku berjalan keberanda kamar kami yang menyajikan pemandangan kota pada malam hari. Lama aku berdiri disana sampai kudengar suara yang sangat kukenal membuyarkan lamunanku.” Sedang apa ??” tanya Jung Soo .Aku hanya menggeleng pelan , kurasakan Jung Soo mendekat kearahku lalu menggenggam tanganku. Dia memandangku sambil tersenyum lembut dan menarik tanganku untuk masuk kembali kekamar kami. Jantungku mulai berdetak tidak karuan kali ini.Apa yang akan aku lakukan dengannya ?? Aku benar-benar bingung. Jung Soo lalu berbalik untuk menghadapku. Dia masih tersenyum yang membuatku kakiku semakin lemas. Dia mengusap pipiku dengan salah satu tangannya dan perlahan mendekatkan wajahnya kepadaku. Untuk kali ini aku sudah terbiasa berciuman dengannya jadi aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku menutup kedua mataku dan tanpa menunggu lama bibir Jung Soo yang sudah kukenal mulai menciumku.Awal yang sangat baik menurutku. Dia mengecupku lembut sebelah tangannya memegang pinggangku dan sebelahnya lagi memegang kepalaku. Aku memegang jasnya yang masih dipakainya.Sampai kurasakan ciumannya kepadaku mulai memanas dan mengganas. Aku bisa merasakan dia menggigit bibir bawahku dan mendorong lidahnya masuk kedalam rongga mulutku yang membuat lidah kami saling bertautan. Entah apa yang membuatku mengikuti permainannya aku hanya bisa membalas semua bentuk ciumannya terhadapku. Dia melepaskan ciumannya dibibirku dan beralih keleherku. Aku merasakan leherku basah kali ini.Aku mendesah pelan yang membuatnya justru semakin bernafsu melumat leherku. Akhirnya aku mendongak yang membuatnya bebas menjelajahi leherku.Tangan Jung Soo mengelus punggungku lembut . Perlahan kurasakan tangan Jung Soo mulai melepaskan kancing baju piamaku satu persatu. Aku hanya bisa pasrah ketika dia akan melucuti pakaianku. Dia kembali melumat  bibirku kali ini.Aku balas menciumnya yang membuat kami semakin memanas. Dan ketika tangannya berada dikancing bajuku yang terakhir…
Tok..tok..tok..!! Ada yang mengetuk pintu kamar kami. Aku melepaskan ciumanku,tetapi Jung Soo justru kembali beralih keleherku. “ Jung Soo~ya..a..ada..yang mengetuk pintu !! “ ucapku tapi masih merasakan kenikmatan dari ciumannya . Jung Soo seperti tidak peduli dengan yang kuucapkan. Aku meremas rambutnya kuat karena dia menggigit leherku kali ini. “ Jung Soo~ya !!! Je in ada diluar~~~” ucapku sedikit terengah-engah.” Biarkan saja ~~”. Tok..tok..tok..” Dad!! Buka pintunya~~~”. Aku segera melepaskan bibirku dari bibir Jung Soo dan mendorong wajahnya pelan “ ada Je in~~” bisikku. Perlahan kurasakan Jung Soo mulai berhenti melakukan kegiatannya. Dia berbalik sambil menatap pintu kesal. Dia berjalan kearah pintu sambil menggaruk-garuk kepalanya kesal. Dengan cepat aku segera mengancingkan piyamaku dan merapihkan rambutku( kayak habis ngapain aja~~). Jung Soo membuka pintu kamar ini. Kami bisa melihat Je in berdiri disitu dan menatap kami dengan senyum lebarnya. Tanpa diberi aba-aba anak itu langsung memasuki kamar kami, lalu berjalan menuju tempat tidur kami dan berbaring disana. Aku dan Jung Soo menatapnya bingung. “ Aku ingin tidur dengan kalian malam ini~~kumohon malam ini saja~~” ucapnya sambil tiduran diatas ranjang kami. Aku dan Jung Soo saling bertatapan. Jung Soo beralih menatap Je in kesal, tetapi tidak ada yang diucapkannya. Aku kembali memandang Je in dan tersenyum kepadanya “ Baiklah~~malam ini kita tidur bertiga ya~~” ucapku yang membuat senyum Je in semakin mengembang ,kulihat Jung Soo menutup pintu kamar kami dengan tidak bersemangat. Aku hanya tersenyum geli melihatnya. Aku segera berbaring disamping Je in disusul Jung Soo yang berbaring disampingku. Aku berada diantara mereka berdua. Je in memintaku untuk memeluknya sedangkan Jung Soo memelukku dari belakang dia memelukku pinggangku kuat sampai kudengar dia berbisik ditelingku “ Masih ada hari esok~~” bisiknya nakal ditelingaku. Aku hanya tersenyum malu sambil mengusap-ngusap kepala Je in. Yah~~ini yang aku inginkan. Tidak akan ada penyesalan buatku nantinya. Terima kasih Tuhan~~

THE END
*hehehehe~~gaje ya tamatnya?? Maaf kalo yang ga suka akhirnya, soalnya otak udah ga dapet inspirasi lagi*ngelak *. Aku akuin ff ku kali ini lebih berani dari ffku sebelumnya. Tapi aku harap kalian ga ngerasa kecewa ma karya ku yang ini ya~~hehehehe.
Yang pengen aku sampein adalah Hyun Ae itu tidak berkorban buat Jung Soo. Tetapi dia melakukan yang memang dia ingin lakukan, karena semua yang kita lakukan buat orang yang kita sayang bukanlah sebuah pengorbanan tetapi karena memang sepantasnya kita melakukannya buat orang yang kita sayangi.

Hokei dech makasih yang udah baca ampe part terakhir ini ya. Tinggalkan kenangan kalian buat ff ini. LIKE ya~~ dan koment yang penting.

"I Love Your Dad" part 6

Author:Riska Scathach Dang Ika
*CHAPTER 6 datang!!~~~Langsung aja dech baca~~ga mau banyak cincong~~

Chapter 6

~
Ini bukan mimpi kan !!! ?? Dia memanggil namaku?? Je in memanggil namaku?? Aku benar-benar merindukan suaranya. Aku segera membuka mataku,mencoba menatapnya dengan jelas, aku sadar dia tidak tersenyum padaku,tetapi tetap saja aku cukup senang mendengarnya sudah mau memanggil namaku.Kurasakan tubuhku masih terasa lemas, aku mencoba mengeluarkan suaraku,tetapi sangat sulit melakukannya,tenggorokanku terasa sangat kering sekarang.
“ DAD !!” tiba-tiba Je in berteriak yang cukup membuatku kaget .” DAD !! “ panggilnya lagi,” Hyun Ae sudah sadar!!! Cepat kemari “ teriaknya. Je in kembali menatapku tanpa senyum. Aku balas menatapnya,kupaksakan bibirku untuk menyuguhkan senyum kepadanya. Dia masih menatapku datar,perlahan bibirnya bergerak “ Kau tidak apa-apa ??” tanyanya, aku bisa merasakan ada nada khawatir diucapannya, aku kembali tersenyum, Oh Tuhan !! Terima kasih, ternyata gadis ini masih menyayangiku. Aku mengangguk pelan,menjawab pertanyaannya. Terdengar langkah kaki yang mendekat kekamar Je in, aku bisa menebak siapa yang datang kali ini.Jung Soo memasuki kamar Je in dengan sedikit tergesa-gesa. Dia langsung menatapku ,begitupun aku yang balas menatapnya juga. Melihat Jung Soo sedikit membuatku merasa lebih baik,aku mencoba untuk duduk sekarang,Je in segera memegang tanganku untuk membantuku. Reaksinya membuatku dan Jung Soo sedikit terkejut. Je in menatapku canggung “ Kau masih lemah~~a..a..aku hanya ingin membantumu saja~~hanya itu..” ucapnya pelan tanpa memandangku . Aku menatapnya lembut,mencoba tersenyum sekali lagi kepadanya. Dia tidak membalas senyumanku, masih terkesan cuek kepadaku. Setelah membantuku untuk duduk, Je in segera berdiri “ A..aku mau ..mau kekamar mandi “ ucapnya lalu segera keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa meninggalkan aku dan Jung Soo yang merasa geli dengan sikapnya. Sekarang aku tahu, yaa Jung Soo benar,gadis kecil itu merindukanku.Perasaan senang mulai mengembang dihatiku,aku merasa jauh lebih baik sekarang, melihat kedua orang yang kucintai memperhatikanku,hal itu bagaikan sebuah suntikan kilat yang langsung menyembuhkanku. Jung Soo berjalan mendekatiku lalu duduk dikursi yang tadi ditempati oleh Je in, dia menaruh tangannya dikeningku, dan tampak berfikir sebentar. Perlahan Jung Soo menatapku “ Kau sudah tidak demam lagi~~” ucapnya lega sambil tersenyum.Aku mengangguk pelan . Aku kembali teringat sesuatu “ Siapa yang membopongku kekamar ini ?? Tidak mungkin Je in kan ?????” tanyaku tidak sabar kepadanya. Perlahan senyum Jung Soo makin mengembang dia menyentuh pipiku dengan tangannya dan mengelusnya lembut.

~
Sekarang kami bertiga sedang duduk bersama dimeja makan. Jung Soo memberitahuku bahwa Je in langsung menelponnya ketika tahu bahwa aku pingsan,jadi benar Je in yang menolongku?? setidaknya dia memberitahukan keadaanku kepada ayahnya,padahal bisa saja dia membiarkan tergeletak begitu saja. Aku memandangnya yang sedang menyuapi mulutnya dengan bubur yang dibuat oleh Jung Soo ( Jung Soo pinter masak juga ceritanya >.<). Aku sangat ingin mengucapkan terima kasih kepada gadis kecil ini, tetapi aku masih ragu untuk bicara padanya.Kami perlu bicara 4 mata, dan bicara dari hati ke hati. Jung Soo menyodorkan kepadaku mangkuk yang berisi bubur yang masih panas. “ Makanlah selagi panas~~” ucapnya lembut, Je in menatap ayahnya kemudian menatapku dengan tatapan cemburunya. Tetapi dia tidak berkata apa-apa dan kembali melanjutkan makannya. “ Gomawo~~~” ucapku. Aku menyuapkan bubur itu kemulutku.
“ uphhhhhh~~”aku merasa lidahku terasa terbakar, aku terbatuk keras membuat Jung Soo dan Je in kaget . Aishhhh!! Memalukan!! Selalu seperti ini !!! .
“ Wae ??? Hyun Ae~ya ?? kau tidak apa-apa???” tanya Jung Soo sambil menyodorkan gelas yang berisi air putih “Minum ini~~~” ucapnya. Aku segera meminum air yang diberikan oleh Jung Soo .” Anii~~hanya panas saja~~” ucapku sedikit merasa malu >/////<.
 “ Mianhae Hyun Ae~ya!!!aku lupa ,ini baru matang~~” ucapnya sedikit merasa bersalah .Aku menggeleng cepat “ Tidak~~aku saja yang tidak hati-hati,seharusnya aku meniupnya lebih dulu..”ucapku . Tiba-tiba Jung Soo mengambil mangkuk buburku kedekatnya, dia menyendok buburku dan meniupnya. Aku dan Je in memperhatikan Jung Soo bingung ,selesai meniup buburku dan merasa sudah agak dingin. Jung Soo kembali menatapku
“ Buka mulutmu !!! “ ucapnya . “ nde????” .” Buka mulutmu?? Aku akan menyuapimu~~” ucapnya lagi. Aku hanya berkedip-kedip tidak jelas,merasa seperti anak kecil kali ini .” Aaaaa~~” ucap Jung Soo lagi, tidak ada yang bisa kulakukan selain membuka mulutku dan membiarkannya menyuapiku.Kurasakan Je in menatapku dan Jung Soo dengan tatapan yang menunjukkan dirinya cemburu. Aishhh ~~Jung Soo ya~~kau bisa membuat anak ini membenciku lagi!!! Jung Soo kembali menyendok buburku dan masih menyuapiku,terlihat sekali Jung Soo sangat menikmati kegiatan ini,dia saja sampai melupakan sarapannya justru sibuk menyuapiku.Entah sudah keberapa kalinya Jung Soo menyuapiku, sampai Je in menahan tangannya ,Je in menatap Jung Soo tajam,membuat Jung Soo dan aku menhentikan kegiatan kami sesaat.Dia melepaskan sendok yang dipegang oleh Jung Soo lalu menarik tangan Jung Soo,dan menaruh sendok makannya ditangan Jung Soo . Jung Soo menatap Je in bingung sampai Je in mulai membuka mulutnya
“ Suapi aku juga~~aku juga kan masih sakit !! Aaaaaa~~” ucapnya dengan tatapan polosnya sambil membuka mulutnya.Aku dan Jung Soo mencoba menahan tawa kami. Aku menggigit kuat bibirku, aku tidak ingin gadis kecil ini tahu bahwa aku sedang menertawainya. Ahhh~~dia benar-benar sangat lucu. Akhirnya Jung Soo menyuapi Je in juga, disela-sela dia menyuapiku. Terlihat sekali Je in berusaha mengalihkan perhatian Jung Soo hanya kepadanya, tetapi Jung Soo mencoba bersikap adil,dia menyuapiku dan tetap menyuapi Je in. Yaaa~~sarapan yang sangat menarik menurutku !!

~
3 hari setelah itu, aku sudah mulai kembali bekerja dirumah Jung Soo. Jung Soo memaksaku kembali mengurus Je in,aku sempat menolaknya karena Je in sendiri sudah tidak ingin aku mengurusnya. Sampai aku mendengarnya berkata pelan kepadaku disela-sela aku bersiap-siap untuk pulang. Aku masih mengingat kata-katanya yang diucapkannya dengan malu-malu kepadaku “A..ku..tidak mempunyai teman~~jadi…ehm…maksudku…bekerjalah lagi mulai besok…atau setelah kau benar-benar sehat….kembali mengurusku lagi Hyun Ae~ya..” ucapnya . jujur saja aku tertegun ketika mendengarnya, dia tidak menatapku hanya menunduk. Sampai aku menyentuh dagunya dan membuatnya untuk menatapku “ Kalau kau yang memintanya~~aku akan melakukannya~~” ucapku sambil tersenyum manis kepadanya. Dia masih belum membalas senyumku, tetapi aku tahu dia merasa senang . Ya~~kami memang sudah saling terikat,semarah apapun aku kepadanya atau dia kepadaku,kami tetap tidak bisa saling membenci,karena rasa saying kami jauh lebih besar.

~
Aku mulai mengurusnya seperti biasa, masih sedikit canggung sebenarnya. Je in sedikit bicara bila bersamaku. Aku mengerti perasaannya, dia pasti masih merasa bahwa aku akan merebut ayahnya.Pagi ini Jung Soo tidak bisa mengantar kami karena dia harus segera tiba dikantornya.Akhirnya aku dan Je in memilih untuk menaiki bus. Sudah lama sekali sepertinya kami tidak naik bus bersama. Je in masih tetap sama, dia memandang keluar jendela menatap pemandangan yang ada diluar.Kali ini aku yang harus memulai, ini kesempatanku untuk berbicara kepadanya dari hati ke hati.” Je in~ah ..” panggilku . Perlahan dia menoleh kearahku .
“Ada yang ingin kukatakan padamu~~” ucapku lagi,aku berusaha mengatur kata-kataku. Jangan sampai aku membuat kesalahan untuk kali ini. Dia tidak menjawab pertanyaanku tetapi masih menatapku dan mulai tertarik.
“ Mianhae~~Park Je in..” ucapku “ Ehm..aku benar-benar minta maaf, “ lanjutku .
” Buat apa ??” balas Je in cepat sambil menatapku tajam. Tatapannya serasa menusuk dadaku,aku mencoba untuk tenang kali ini. “ehm..u..untuk semuanya~~” jawabku. Je in kembali terdiam dan membiarkanku melanjutkan kata-kataku.
“ karena aku telah membohongimu tentang perasaanku. Karena aku telah mencium ayahmu, karena aku juga telah mencintai ayahmu..”ucapku pelan.” A..aku.. tidak bisa membohongi perasaanku Park Je in, aku benar-benar mencintai ayahmu ..”ucapku lagi “ Tapi sumpah demi apapun~~” aku menatapnya dengan tatapan meyakinkan
“ Aku tidak punya niat untuk merebutnya~~tidak Je in!!,aku tidak pernah punya keinginan seperti itu. Aku menyayangimu juga, sangat menyayangimu ,,sungguh!! Percayalah~~~ “.
Je in menatapku bimbang ,aku berusaha untuk meyakinkannya. Bukan ijin yang ingin kudapatkan darinya atau restu supaya dia menyetujui hubunganku dengan Jung Soo,melainkan aku hanya ingin dia tahu. Aku tulus menyayanginya,tulus mencintai ayahnya,perasaanku kepada Jung Soo bukanlah sesuatu yang kurencanakan,tetapi benar-benar muncul begitu saja.
Je in mengalihkan pandangannya dariku, dia kembali menatap pemandangan diluar . Je in tidak menjawab pertanyaanku yang membuatku merasa gelisah. Yaaa dia masih mengunci mulutnya sampai kami tiba disekolahnya. Aku mengantarkannya sampai dipintu gerbang.Ketika aku bersiap untuk pergi, kurasakan Je in menahan tanganku, aku menatapnya bingung . Dia sedikit ragu untuk membuka mulutnya” ada apa ??? “ tanyaku bingung . “ ehm…a..aku..” ucapnya ragu-ragu “ a..aku..aku mempercayaimu Hyun Ae~ya…”ucapnya pelan .” Aku…tidak membencimu~~aku juga minta maaf…” ucapnya malu-malu. Dan tanpa bisa kutahan dia melepaskan tanganku lalu berlari meninggalkanku dan segera memasuki halaman sekolahnya. Sepertinya anak itu malu kepadaku. Aku tersenyum menatap punggungnya yang sudah mengecil, perasaanku benar-benar susah dijelaskan saat ini, yang kutahu adalah sesuatu yang baik mulai mendekatiku. Aku hanya berharap itu benar~~~

~Aku sangat berusaha untuk mengakrabkan diri kembali dengan Je in. Untungnya anak itu sudah tidak menjaga jarak lagi denganku. Dia sudah tidak begitu cuek kepadaku, kecuali jika aku sedang berbicara akrab dengan ayahnya pasti anak itu selalu berada didekat kami,seolah-olah menjaga ayahnya agar tidak melakukan hal yang aneh-aneh denganku.Tapi walaupun begitu aku sudah sangat senang dia sudah mau bersikap seperti awal lagi  kepadaku.

“ Hyun Ae~ya~~!!! “ Je in memanggilku ketika kami sedang berdua berada dikamar. Aku menoleh kearahnya dan menatapnya. “ Ne ??” .
“ Ehm..aku…” ucapnya tampak sedikit ragu. Aku mengernyitkan alisku dan masih menatapnya menunggunya untuk berbicara. “ besok hari minggu bukan ??” tanyanya . Aku sedikit terkejut mendengarkan pertanyaannya, ada apa dengannya??!!
 “ iya..” jawabku singkat “ ehm…aku…sebenarnya…” ucapnya putus-putus membuatku sedikit penasaran “ Ada apa Je in~ah??? “ tanyaku . Dia menatapku mantap kali ini dan mulai berbicara lagi “ ehmm..bolehkah aku..bolehkah aku menginap dirumahmu ?” tanyanya ,aku menatapnya sedikit bingung. Menginap dirumahku?? Untuk apa???
“ Untuk kali ini saja!! Aku mohon ~~” ucapnya sambil memohon .
 “ ada apa?? Kenapa tiba-tiba ingin menginap dirumahku ??” tanyaku bingung. “Aku sedang ingin saja~~ayolah~~aku juga tidak punya alasan yang jelas…” katanya yang semakin membuatku bingung. “ Tapi…” .
“ tapi apa??” jawabnya cepat “ ehm..ayahmu?? apa dia mengijinkanmu ?? Kalau aku tidak masalah jika kau ingin menginap dirumahku ..”ucapku yang dengan segera memunculkan sebuah senyuman manis diwajahnya. “ Aku akan memberitahunya,tentu saja dia tidak akan marah !! “ ucapnya sambil melompat dari tempat tidur dan berjalan kemeja belajar untuk meraih gagang telpon berencana untuk menghubungi Jung Soo.
“ Ehm..Je in~ah !! “ panggilku yang membuatnya menoleh kearahku “ Kenapa tiba-tiba sekali ingin menginap dirumahku ??” tanyaku penasaran . Dia hanya memandangku dengan tatapan polosnya dan mulai menjawab pertanyaanku
 “ Aku hanya bosan disini ~~ “ ucapnya datar lalu mengalihkan pandangannya dariku dan berkonsentrasi menekan tombol telpon untuk menghubungi ayahnya. Aku menatap Je in yang sangat antusias berbicara ditelpon,menatapnya bingung , apa rencana anak ini terhadapku ???

~Ya seperti dugaan Je in, Jung Soo membolehkannya menginap dirumahku.Dan besok paginya Jung Soo yang akan menjemput Je in kembali. Akhirnya aku dan Je In sampai dirumahku. Aku langsung mengajaknya masuk kedalam kamarku. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan kamarku. Tampak sangat tertarik dengan kamarku sepertinya.
“ Maaf ya jika kamarku sedikit sempit~~” ucapku yang membuatnya tersadar dan kembali memandangku . Dia menggeleng pelan sambil berjalan kearahku “ Aniooo~~kamarmu benar-benar sangat manis~~aku menyukainya ~~” ucapnya pelan dan membuatku tersenyum. Sepertinya Je in benar-benar sangat tertarik dengan rumahku. Dia menjelajahi semua sudut ruangan yang ada dirumahku, dari dapur,kamar mandi ruang tamu. Aku akui rumahku ini tidak besar dan aku sedikit sungkan membawanya kerumahku karena dibandingkan dengan apartemennya ,tentu saja sangat jauh berbeda !!

Sampai Je in mengatakan sesuatu yang membuatku merasa sangat tersanjung sekaligus bingung“ Rumahmu sangat nyaman Hyun Ae~ya ~~ pasti akan terasa damai jika kita bertiga bisa tinggal disini dan membuat sebuah keluarga kecil ~~” .Aku menolehkan kepalaku kepadanya yang berbaring disampingku , dia masih menatap langit-langit kamarku sambil tersenyum yang semakin membuatku bingung . Ya kami berdua sekarang sedang berbaring dan siap untuk tidur. Dia menarik selimut yang baru menutupi setengah tubuhnya kebatas lehernya. “ ehmmm….”ucapku berniat bertanya padanya
“ Aku…sudah memikirkan hal ini~~ memikirkannya dengan matang “ Je in mulai berbicara dengan nada serius. Kali ini dia benar-benar seperti orang dewasa diluar usianya yang masih sangat muda . Aku memfokuskan pandanganku untuk terus menatapnya. “ sepertinya aku tidak bisa menolakmu lagi Hyun Ae~ya… rasa sukaku dan sayangku padamu lebih besar~~ “ ucapnya dan sekarang dia balas menataku tanpa senyuman diwajahnya “ Aku sudah tidak ingin mempunyai eonni lagi~~~” . DEG!!! Entah kenapa dadaku mulai berdetak tidak beraturan sekarang ,aku masih menatapnya menunggu kalimat berikutnya yang akan dia ucapkan.” Sekarang yang aku inginkan adalah seorang ibu~~aku tidak ingin ibu yang lain, aku ingin kau saja yang manjadi ibuku~~” ucapnya kepadaku .
Ya TUHAN !! Aku tidak salah dengarkan ?? Apa aku sudah masuk kealam mimpi kali ini ?? Aku masih menatap Je in kosong, semua yang dia ucapkan mampu membuatku kehilangan kalimat yang akan aku ucapkan .“ Hyun Ae~ya ?? kau mendengarkanku kan???” Tanya Je in kepadaku . Aku mengedip-ngedipkan mataku dan memfokuskan pandanganku kepadanya. “Aku tidak ingin seorang eonni lagi, aku ingin ibu~~” ucapnya lagi ,kemudian dia mendekatkan tubuhnya kepadaku dan memelukku . Kami tersembunyi dalam selimut kami yang tebal . Je in mempererat pelukannya kepadaku yang membuatku balas mendekapnya .”Aku minta maaf atas sikapku dulu. Aku benar-benar menyayangimu Hyun Ae~ya…” bisiknya dibalik dekapanku.Aku mengelus rambutnya pelan tanpa menjawab pertanyaan ataupun pernyataannya. Sampai akhirnya kami berdua tertidur.

~
Aku menggeliat pelan dalam tidurku. Kurasakan cahaya matahari mulai menembus kedalam kamarku lewat jendela yang terbuka .Aku mengerjapkan kedua mataku, berusaha keras membuat jiwaku terkumpul kembali. Aku merentangkan kedua tanganku keatas sambil menguap lebar. Sampai kudengar seseorang berbicara, suara yang sangat kukenal
“ kau sudah bangun ??!!! “ aku membuka mataku dengan mantap kali ini. Aku kenal suara itu, TIDAK MUNGKIN !! Aku menoleh kearah suara dan betapa sangat terkejutnya dan MALU aku melihat Jung Soo yang sedang duduk menyender dimeja yang berada tepat disamping ranjangku.Dia manatapku sambil tersenyum dengan senyuman andalannya yang mampu membuatku luluh kapan saja. Dengan segera aku terduduk dan menarik selimut yang ada didekatku menutupi tubuhku yang masih menggunakan pakaian tidur.Aku mencoba mencari Je in tetapi dia tidak ada dikamarku. Aku kembali menatap Jung Soo antara marah,malu dan terkejut .
“A..aa..apa yang kau lakukan dikamarku ???” tanyaku gugup . Dia berdiri lalu berjalan mendekati ranjangku. Spontan aku segera mundur dan menyender didinding kamarku.Dia sudah duduk ditepi ranjangku sekarang “ Aku datang menjemput Je in~~kau bangun siang sekali~~” ucapnya dengan senyuman sedikit jahil.Aku melirik jam yang ada dikamarku, astaga!! Sudah jam 8 lewat ternyata !! Aku kembali menatap Jung Soo canggung. “ T..tapi..kau seharusnya jangan masuk kekamarku..” ucapku semakin gugup kali ini. Jung Soo tertawa kali ini ,dia kembali menatapku aku sedikit ngeri terhadapnya ada sedikit pandangan jahil dari matanya. Perlahan dia mendekatiku dan menarik tanganku yang mampu membuat tubuhku mendekat kearahnya, ditangkapnya pinggangku dengan salah satu tangannya. Aku bergidik kuat kali ini, dia masih menatapku sambil tersenyum “ Kau benar-benar manis saat bangun tidur ~~” ucapnya pelan disamping telingaku yang membuat bulu kudukku merinding. Dia menggerakkan tangannya untuk menyentuh rambutku dan menyibakkannya kebelakang telingaku . Ya TUHAN !! Kenapa aku hanya bisa diam saja jika dia melakukan sesuatu kepadaku ??!! Perlahan dia mengecup pipiku lembut yang mampu membuatku benar-benar membuka mataku .Aku tidak bisa munafik kali ini, aku sangat bahagia jika Jung Soo sudah menciumku >////<
Jung Soo melepaskan bibirnya dari pipiku dan kembali menatapku. kali ini dia mulai mendekati wajahku,aku tahu tujuannya kali ini !! Tapi ini masih pagi,aku juga baru bangun tidur,aku tidak percaya diri jika dia mencium bibirku,tapi sekali lagi aku hanya bisa diam menunggu bibirnya mendarat dibibirku yang masih kering ini.
Tiba-tiba pintu kamarku menjeblak terbuka, Jung Soo berhenti mendekatkan wajahnya kepadaku.Padahal sedikit lagi kami berciuman. Aku dan dia segera menoleh kearah pintu. Dan kami bisa melihat Je in yang berdiri dipintu kamarku , aku menjauhkan tubuhku dari Jung Soo dan segera melompat dari tempat tidur,aku menatap Je in takut-takut,jangan sampai anak ini kembali membenciku. Tapi reaksinya kali ini benar-benar berbeda tidak seperti waktu itu, dia menatapku sambil tersenyum lebar “ Aku sudah mengatakan kepada Dad~~untuk menjadikanmu ibuku Hyun Ae~ya~~segeralah menikah dengan ayahku…” ucapnya dengan gaya bicaranya yang khas. Mulutku terbuka saat mendengarkan ucapannya. Aku memandang Je in bingung lalu memandang Jung Soo yang hanya bisa senyum-senyum saja. Seolah-olah mengatakan –sudah kubilangkan!!- .


Yang ada dipikiranku saat ini adalah ,apakah aku masih ada didalam mimpi?? Atau ini benar-benar terjadi??..................................

*hehehehe~~gimana?? Suka ga?? Yang mau lanjutannya LIKE dan Koment ya~~

"I Love Your Dad" PART 5

Author:Riska Scathach Dang Ika
*Part 5 DATANG !! Siap untuk membacanya readers !!! (readers :ENGGAK !! biasa aja!! T.T ). Aku udah ga sabar pengen namatin cerita ini,Langsung baca dech~~

Chapter 5
~
Semua terasa hampa bagiku, aku berbaring diatas ranjangku dan menatap langit-langit kamarku dengan tatapan kosong. Aku serasa terhimpit oleh semua perasaan bersalahku saat ini. Betapa tidak tahu malunya diriku,karena bisa mencintai seseorang malaikat seperti Jung Soo. Andai aku tidak pernah bertemu dengannya, andai dia bukan Ayah dari seorang gadis yang sangat kusayangi, tentu aku tidak akan pernah merasa tersiksa seperti ini. Ya Tuhan !! Bunuh saja aku !!!.
Aku kembali teringat peristiwa tadi, Aku meminta Jung Soo untuk berbicara dengan Je in, dan aku pamit untuk pulang. Aku sudah cukup mengerti apa maksud dari semua ucapan Je in, tidak bukan ucapan tetapi sebuah kebencian terhadapku. Dia pasti sangat membenciku sekarang ini, aku mengingat kembali matanya yang menatapku dengan tatapan yang seolah-olah berkata –aku-membencimu-seumur-hidupku- ! Air mataku kembali mengalir, dadaku terasa sangat sesat saat ini. Aku membenci diriku sendiri !! Song Hyun Ae lebih baik kau mati saja!!!

~
Aku terbangun tepat pukul setengah 5 pagi,karena itulah kebiasaanku setiap pagi. Tetapi kali ini sangat berbeda.Yang ada dipikiranku saat ini adalah, apa yang arus aku kerjakan ??!! Karena tentu saja aku tidak mungkin berangkat bekerja seperti biasanya, Je in telah memecatku, ya walaupun aku tahu dia tidak bisa melakukannya karena ,aku mempunyai kontrak khusus dengan kakeknya.Tetapi toh akan sama saja, dia tidak ingin aku mengurusnya lagi, mungkin dia akan muntah bila melihat wajahku !. Aku berjalan kearah dapur yang hampir jarang sekali aku memasukinya. “ Apa yang akan kulakukan ??” gumamku pelan terhadap diriku sendiri. Aku mendesah pelan,lalu merasa tidak punya minat terhadap dapur ini,aku berbalik dan kembali berjalan memasuki kamarku . Aku menatap cermin yang tergantung didinding kamarku. Menatap bayanganku, aku selalu bangga melihat wajahku sendiri,tetapi kali ini. Aku benar-benar ingin merobak-robek wajah yang terpantul dari cermin itu !! Aku begitu muak melihat bayangan yang terpantul dari cermin yang ada dihadapanku . “ Kau benar-benar manusia paling bodoh didunia Hyun Ae~~ bisa-bisanya kau melakukan hal sejahat itu kepada je in. Mencoba merebut ayahnya !! Tidak tahu malu !! “ desisku pelan , aku rasa aku benar-benar sudah gila saat ini , seluruh perasaan bersalahku pada Je in mampu membuatku membenci diriku sendiri.
“ ARGHHHHHHHHHH!!!!!!! “ aku berteriak sambil menarik rambutku sendiri ,lalu terjatuh dilantai . Aku menatap lantai kamarku sambil menunduk, aku merasa sangat frustasi saat ini. Kedua orang itu sudah benar-benar mengacaukan hidupku,sampai aku harus merasakan perasaan menyakitkan seperti ini !!!.

~Aku sudah tidak kuat menahan laparku kali ini. Aku bersiap untuk keluar mencari bahan makanan, setidaknya sambil ketempat kerjaku untuk mengambil buku-buku yang harus kuterjemahkan, setidaknya masih ada yang bisa mengalihkan perhatianku saat ini, tenggelam dalam buku-buku tebal untuk kuterjemahkan. Tiba-tiba handphoneku bergetar,tanpa melihat nama dilayar Handphoneku,aku menekan tombol hijau dan mengankat telpon itu.
“ Hyun Ae~ya !! “ terdengar suara yang sangat kukenal diujung telpon, aku terdiam tidak membalas panggilannya .” Keluarlah~~aku menunggumu diluar,aku sudah berada didepan rumahmu “ ucap Jung Soo lalu dia menutup telponnya. Aku memasukkan handphone kedalam saku sweaterku, dan berjalan kearah pintu. Setidaknya aku harus menemuinya dulu, aku dan dia memang harus bicara.

~
Jung Soo menatapku dengan pandangan tidak sabar, aku sampai ditempatnya . Dia mendesahkan nafasnya . “ Kau tidak apa-apa ??” tanyanya tampak khawatir . Aku mengunci mulutku tidak menjawab pertanyaannya.” Hyun Ae~ya..aku sudah mencoba berbicara dengan Je in..dia..” . “ Ini semua salahku !! “ potongku cepat, Jung Soo terdiam mendengar ucapanku,dia menatapku bingung . “ Seharusnya aku memang tidak boleh jatuh cinta kepadamu. Aku benar-benar tidak tahu malu !! ini semua salahku !!” ucapku mulai tidak bisa mengatur emosiku,” Aku lah yang menyebabkan semua ini, Je in dia pasti sangat membenciku saat ini !!” suara tercekat membuat tenggorokanku terasa sangat sakit, sampai aku merasakan sebuah dekapan hangat yang menyelimuti tubuhku. Jung Soo memelukku untuk kesekian kalinya.
“ Kumohon jangan berkata seperti itu !! Aku justru sangat bersyukur bisa bertemu denganmu Hyun Ae~ya~~ “ ucapnya sambil mendekapku erat. Aku menggeleng pelan, dan mendorong tubuhnya pelan, ini semua sangat berlawanan dengan keinginanku. Jujur aku sangat ingin membalas pelukannya, tetapi perasaan bersalahku jauh lebih kuat saat ini.
“ Lebih baik,kita jangan bertemu dulu Jung So~ya !! “ ucapku menahan rasa sakit didadaku ketika mengucapkan kalimat ini padanya,aku tidak sanggup menatap matanya, aku hanya menunduk menatap tanah yang sebenarnya tidak ada yang menarik dibawah sana. “ Aku..” kurasakan Jung Soo menyetuh pipiku dengan kedua tangannya dan menengadahkan wajahku lurus untuk menatapnya.
“ Hyun Ae~ya !! Je in harus bisa menerima ini semua, awalnya memang menyakitkan tetapi semua harus dimulai dengan paksaan !! Aku mengenalnya ,dia tidak akan bisa membencimu dengan mudah, dia hanya syok saat itu .” jelas Jung Soo. Aku berharap bahwa yang semua diucapkan oleh Jung Soo adalah benar, tetapi entah perasaan yang muncul dari mana, yang membuatku kukuh dengan keputusanku.
“ Aku sangat jahat pada Je in !! “ ucapku sedikit meninggikan nada bicaraku. Jung Soo sedikit terkejut dengan reaksiku, dia masih menatapku antara bingung dan mencoba menenangkanku.
“ Hyun Ae~ya….” Ucapnya memulai . “ Jangan temui aku !!! “ jawabku cepat memotong ucapannya . “ Kumohon kita jangan bertemu dulu, curahkan semua perhatianmu pada Je in,buat dia merasa aku tidak merebutmu, karena …karena aku tidak bisa melakukannya !! “ perlahan air mataku menurun membasahi pipiku, ya aku memang tidak bisa melakukannya, karena aku tidak akan bisa meyakinkan anak itu bahwa aku tidak merebut ayahnya, tapi sumpah demi apapun bukan itu maksudku. Bila aku bisa membuat semua mimpiku jadi kenyataan yang ingin kulakukan adalah mencurahkan kasih sayangku kepada dua orang itu, malaikatku dan gadis kecilku.
“ Aku tidak bisa melakukan itu !! “ Jung Soo menatapku tajam “ Aku akan tetap menemuimu..” ucapnya kekeh. Aku balas menatapnya sambil mengelap air mataku dengan kasar . “ Jangan bersikap seperti ini !! Kita utamakan dulu Je in, jangan membuatnya tambah menderita, aku tidak akan tahan melihatnya ,,” . “ tapi..” jung Soo mencoba membantah “ Jung Soo ~ya ,komohon !! untuk kali ini . Kita jangan bertemu dulu !!! “ pintaku sambil memohon . Jung Soo menatap mataku dalam, aku balas menatapnya dengan tatapan meyakinkan bahwa aku tidak apa-apa. Dia menghela nafas berat , dan mulai membuka mulutnya . “ Baiklah~~~” ucapnya. Jujur saja saat dia megucapkan kata itu, aku serasa melepaskan sesuatu yang sangat berharga dari kehidupanku. Aku memang munafik, ini semua menyakitkanku tetapi aku tetap melakukannya,menyiksa diriku sendiri.” Aku akan melakukannya !! Kita tidak bertemu dulu “ dia menatapku sedih.Aku hanya menunduk ,kurasakan dia mendekat kearahku dan kembali memelukku
“ Ini hanya sementara, aku akan memberi pengertian kepada Je in !! Maaf membuatmu harus mengalah untuk kesekian kalinya “ dia berbisik pelan dan menaruh dagunya dipundakku. Tangannya melingkar kuat dipinggangku. Aku hanya terdiam tidak membalas sedikitpun pelukannya. Dia mencium pundakku lembut yang membuatku sedikit bergidik lalu mencium pipiku. Tidak lama kemudian Jung Soo melepaskan pelukannya, aku mencoba untuk menatapnya. Dia tersenyum sedih kepadaku “ Maafkan anakku ya~~ “ ucapnya . Aku mencoba bersuara tetapi tiba-tiba dia menahanku dengan mencium bibirku sekilas . Aku sedikit terkejut dan menatapnya kaget ,” Aku pasti akan sangat merindukanmu Hyun Ae~ya !! “ ucapnya tanpa senyuman. Dia kemudian beranjak pergi dan berjalan kemobilnya lalu pergi . Aku mendesah pelan , membayangkan untuk melepaskannya saja membuatku serasa hamper mati !!

~
Hampir seminggu aku tidak mendengar kabar dari Je in ataupun Jung Soo. Sebenarnya aku juga menonaktifkan handphoneku. Seminggu yang sangat menyiksa, jujur aku sangat tidak tahan dengan keadaan ini.Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Jung Soo,aku mengambil handphoneku lalu menghidupkannya. Aku mencari nomor Jung Soo dan berhasil menemukannya. Aku sedikit ragu menekan tombol hijau untuk menghubunginya, aku masih bingung tetapi aku sangat merindukannya . Aku juga ingin sekali mengetahui kabar Je in. Perasaan itu muncul lagi,perasaan yang membuatku merasa harus sadar dengan kedudukanku. Aku menggeleng kuat dan menahan rasa rinduku, menggenggam kuat handphoneku dan mendekapnya didadaku. Tiba-tiba kurasakan handphoneku bergetar untuk pertama kali setelah seminggu benda ini off.Aku melihat nama yang tertera dilayar handphoneku. Jung Soo menelponku !! Aku mencoba menahan untuk tidak mengangkatnya, tetapi sepertinya rasa rinduku pada laki-laki ini jauh lebih besar dan tak terbendungkan lagi, aku menekan tombol hijau dan menaruh handphoneku ditelingaku. “ Yoboseyo ??” ucapku pelan . Aku terdiam sebentar mendengar Jung Soo yang berbicara panik disebrang telpon. Jung Soo berbicara dengan cepat, aku mendengarkan dengan baik semua yang dikatakan olehnya. Aku berdiri dari tempat dudukku dan mengambil sweaterku .” Ne..aku akan segera kesana !! “ ucapku akhirnya. Aku mengabaikan perasaan itu sekali lagi , yang seolah-olah ada yang berbisik ditelingaku “ Kau akan menemuinya,,cih..tidak tahu malu !!! “ . Aku menggeleng kuat dan berteriak dalam hatiku, aku tidak peduli !! Ini keadaan darurat !! .Aku keluar dari rumahku , dan segera menuju apartemen Jung Soo.

~
Jung Soo membukakan pintu buatku, dia menatapku panik. “ Masuklah~~ “ ucapnya , aku segera masuk kedalam apartemennya. Setelah seminggu tidak melihatnya, aku baru sadar bahwa aku benar-benar merindukannya, dadaku terasa sangat sakit ketika menatapnya, tetapi semua perasaan itu kutahan dan kusimpan ,bukan saat yang tepat kali ini. “ Dimana dia?? “ tanyaku cepat . “ Dikamar,,baru saja dia tertidur “ ucap Jung Soo ,dia berjalan kekamar Je in ,akupun mengikutinya dari belakang.Jung Soo membuka pintu kamar Je in pelan, kami berdua memasuki kamar itu. Pandanganku langsung tertuju kepada sesosok anak kecil yang sangat kukenal yang sedang tertidur diranjang.Aku langsung menatap wajahnya, dia terlihat sangat pucat dan kurus, aku benar-benar tidak tega melihat keadaannya . “ Apa yang terjadi ?? Kenapa dia jadi seperti ini ??” tanyaku kepada Jung Soo , mataku mulai berkaca-kaca melihat gadis kecil ini. Jung Soo terdiam sebentar , dia menatap Je in sedih lalu menatapku “ Bisa kita bicara diluar saja !” bisiknya . Aku menoleh kearahnya mengerti maksudnya, Je in butuh istirahat, kami tidak boleh mengganggunya. Aku mengangguk lalu mengikuti Jung Soo keluar dari kamar Je in, aku sempat berbalik untuk memandang wajah Je in lagi, semua ini salahku !! Aku benar-benar minta maaf Je in~ah ~~.

~
“ Dia tidak mau sekolah sama sekali, tidak mau makan, bahkan berbicara denganku saja dia tidak mau~~ “ ucap Jung Soo kepadaku dengan raut wajah sedih, kami sudah berada diruang tengah sekarang. “ Aku hampir frustasi menghadapinya, awalnya aku mengikuti permainannya,membiarkannya marah kepadaku sampai dia lelah sendiri. Tapi aku tidak menyangka dia benar-benar jadi seperti ini. Aku sudah memaksanya untuk kerumah sakit, tetapi setiap kali aku hendak membawanya dia berteriak histeris,membuatku sangat bingung , dia tidak ingin kemana-kemana . “ jelas Jung Soo . Aku menatapnya kesal “ Aku sudah mengatakan padamu kan,untuk membuatnya merasa kau hanya miliknya !! Dia merasa aku telah merebutmu Jung Soo~ya !! “ . Jung Soo balas menatapku kesal “Awalnya itu yang kurasakan, tapi apa kau tahu ?? Beberapa hari ini, setiap malam dia selalu memanggil-manggil namamu didalam tidurnya ?? Apa kau bisa menjelaskan itu Hyun Ae~ya !! Anak itu merindukanmu~~hanya saja dia terlalu malu untuk mengungkapkannya !!! “ balas Jung Soo yang mampu membuatku terdiam. Aku menatapnya tidak percaya “ itu tidak mungkin …” desahku pelan
“ Aku selalu menemaninya setiap malam, dan hampir setiap tengah malam suhu badannya panas, dia mengigau dengan memanggil-manggil namamu Hyun Ae~ya .Jadi apa kau masih meragukan bahwa anak itu sebenarnya ingin menemuimu, dia merindukanmu !!! “ ucap Jung Soo jelas. Aku menelan ludahku, semua ini membuatku sangat bingung. Sebenarnya mahluk apa Je in itu ?? Masih saja dia ingin bertemu denganku ?? Merindukanku ?? Seharusnya dia membenciku bahkan bila perlu membunuhku !! Park Je in ~~~ !! .
“ Temani dia~~ “ ucap Jung Soo pelan kepadaku . Aku memandangnya bingung “ Sudah beberapa hari ini aku tidak pergi kekantor, ada urusan yang harus kuselesaikan sebentar dan tidak bisa ditunda, kumohon temani dia malam ini !! Aku akan segera menyelesaikan tugasku !! “ ucapnya diiringi dengan tatapan berharap aku akan berkata iya. “ Hyun Ae~ya ..kumohon temani Je in “ ucapnya lagi . Perlahan aku mengangguk “ baiklah~~” ucapku pelan “ Aku akan kekemarnya dulu ..” lanjutku seraya  berbalik untuk menuju kamar Je in, baru beberapa melangkahkan kakiku, tiba-tiba aku menghentikan langkahku, aku merasakan sesuatu yang hangat menyelimutiku. Jung Soo memeluk tubuhku dari belakang , dia mengalungkan kedua tangannya melingkar ditubuhku . Dia menaruh dagunya dipundakku dan bersender manja disitu .Aku terhenyak dengan tindakannya tetapi aku hanya bisa terdiam dan berharap dia akan mengatakan sesuatu.
“ Gomawo Hyun Ae~ya …” ucapnya lembut, nafasnya membuat bulu kudukku sedikit merinding .” N..ne..” balasku pelan, dia masih belum melepaskan pelukannya dariku, dadaku mulai berdetak tak beraturan , aishh !! disaat seperti ini juga !!
“ Aku sangat merindukanmu Song Hyun Ae~~ “ ucapnya lembut, aku menggigit bibir bawahku berusaha menahan senyumku, malaikatku ini memang benar-benar manis. Dia mengangkat dagunya dan bergerak pelan lalu mengecup lembut pipiku . Setelah dia melepaskan ciumannya , Jung Soo berbisik ditelingaku “ Aku akan segera pulang, titip Je in ya~~ Aku mencintaimu ..” ucapnya ,lalu melepaskan pelukannya. Membuatku merasa kehilangan lagi . Aku belum berbalik untuk menatapnya, kudengar pintu tertutup tanda dia sudah meninggalkan apartemen ini, aku mulai berbalik perlahan  dan menatap pintu yang sudah tertutup “ Aku juga sangat merindukanmu…my angel ,,,” desahku pelan.

~
Aku terus menjaga Je in, dia masih tertidur. Mungkin pengaruh obat yang diminumnya. Setidaknya dia masih mau minum obat dan makan walaupun hanya sedikit .Aku mulai merasa ada yang aneh pada tubuhku, semua terasa berat, kepalaku juga mulai cenat-cenut ( smash mode on~~kekekek). Memang beberapa hari ini,aku juga tidak memperhatikan kesehatanku. Aku menyentuh kening Je in, dan merasa lega bahwa panasnya sudah mulai turun , kulihat jam didinding kamar Je in,waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 malam, tetapi Jung Soo masih belum pulang juga. Aku memilih duduk dilantai dan bersender diranjang Je in sambil menggenggam tangannya . “ Cepatlah sembuh Je in~ah !! Aku sangat merindukanmu , ingin bermain denganmu lagi “ ucapku memulai berbicara pada Je in yang masih menutup matanya “ Aku akan mengajarkanmu cara memakan kacang dengan cara andalanku, kau suka bukan melakukan hal itu ?? Kapan saja kau memintanya aku akan melakukannya dengan senang hati “ ucapku sambil menatap wajah sendunya , mataku mulai terasa panas “ Aku….” Tenggorokan terasa sangat kering saat ini “ a..aku…aku minta maaf  Park Je in~~” ucapku pelan diiringi sebulir air mata yang menetes dari pipiku dan jatuh diatas telapak tangannya yang kugenggam “ Sumpah demi apapun,aku tidak ada niat untuk merebutnya..aku..jujur aku sangat mencintainya, tetapi itu semua diluar kendaliku..kumohon jangan membenciku Je in..” ucapku lemah, aku menempelkan tangan Je in kepipiku “ cepatlah sembuh….” , aku masih menggenggam tangannya dan tidak melepaskannya sampai akhirnya aku mulai tertidur.

~
Aku merasa mataku terasa sangat berat, tenggorokan ku sakit dan badanku serasa meminggul karung-karung besar yang membuat punggungku terasa sakit. Aku mengangkat wajahku, masih memejamkan mataku. Aku mulai memaksa mataku untuk terbuka, cahaya matahari menerobos masuk kedalam kamar Je in. JE IN!! aku ingat~~aku sedang merawatnya. Kurasakan nafasku terasa panas,dan mulutku kering,aku mengabaikan semua perasaan tidak enak yang ada ditubuhku. Aku menatap Je in yang terbaring dikasur . Terbaring ???!! Tidak,,aku tidak melihat Je in berada diatas tempat tidur. Kemana anak itu ?? Aku bangun dari dudukku ?? TIDAK ~~kepalaku terasa berputar, aku segera menaruh tanganku di meja dan bersandar disana !! Semua terasa berputar,aku memejamkan mataku sebentar berharap kunang-kunang dikepalaku segera hilang. Merasa sedikit lebih baik,aku membuka mataku kembali, memantapkan berdiriku , aku harus mencari Je in,kemana anak itu?? Apa dia sudah sembuh ?? Aku berjalan pelan keluar dari kamar Je in , dan mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan untuk mencarinya. Aku mencari diseluruh ruangan ,tetapi tidak berhasil menemukannya. Aku beralih kedapur, kepalaku kembali pusing, semua yang ada disekitarku terasa berputar, aku menopang tubuhku dengan memegang meja dapur. Bertahan kuat disana agar tidak jatuh. Dengan kepala yang masih sangat pusing, aku mengambil air minum dan segera meneguk isinya. Pusing dikepalaku masih belum hilang, sekarang aku mulai merasa sedikit susah bernafas, pandangankupun mulai kabur. Kurasakan gelas ditanganku terjatuh, aku tidak bisa mencegahnya, aku kembali berpegangan pada meja dapur, aku mencoba membuka lebar-lebar mataku, tetapi semakin aku membukanya semakin terasa kabur sampai akhirnya aku merasakan kegelapan dan kehilangan kesadaran.~~~~

~
“ Hyun Ae~ya..hyun Ae~ya…” . Aku mendengar suara yang sangat kurindukan sedang memanggilku. Perlahan aku mulai membuka mataku, awalnya sangat terasa berat. Tetapi aku tetap memaksanya untuk membukanya. Aku mengenali suara ini, suara yang benar-benar kurindukan saat ini . Aku hanya ingin memastikan apakah tebakanku benar, dia memanggilku. Akhirnya aku bisa membuka mataku seutuhnya, aku terbaring ranjang yang sangat kukenal, ranjang Je in !! Aku mengedarkan pandanganku pelan, dan berhasil menemukan gadis kecil itu sedang terduduk disamping ranjangnya ,dia menatapku sedikit kaget . “ Kau sudah sadar ~~ “ ucap Je in tanpa senyuman .Aku menatapnya bingung, dia berbicara padaku lagi~~~ini bukan mimpi kan??? !!!

~TBC
Akhirnya rencana gue ga berhasil..padahal rencananya cuman mo buat 5 part aja, jadi lebih dah~~~mian ya,kalo part ini kurang greget,soalnya aku pengen cepet2 namatin ini cerita. Tetep minta LIKE dan KOMENnya ya~~WAJIB~~hehehehe..

"I Love Your Dad" part 4

Author: Riska Scathach Dang Ika
*Holaho~~maaf menunggu lama ya~~*bungkuk bareng kkoming dan kkoma*. Bawa chapter 4nya.Karena banyaknya permintaan untuk menambah partnya *sombong*,jadi aku lebihin partnya yang rencananya cumin ma 5 part aja. Dan dipart ini ada peran tambahan,hehehehe *ababil XD*~~
Langsung aja baca ya~~

Nb : sedikit peringatan?? Tidak dianjurkan membaca bagi yang berusia dibawah 17 tahun ya?? Tapi kalo tetep kepengen baca ya dah ga papa #plakkk!!!!

Chapter 4

~
Aku keluar dari mobil Jung Soo tanpa suara.Semua yang tadi diucapkan oleh Je in masih terngiang di telingaku. Aku berjalan menuju pintu depan rumahku, sampai aku merasa ada yang menyentuh tanganku yang membuat langkahku terhenti. Jung Soo yang menahan tanganku rupanya,dia juga sudah keluar dari mobilnya dan menyusulku.
“ Hyun Ae~ya !!” panggilnya . Aku menatapnya tanpa semangat,merasa semua mimpiku yang siap dibangun bersamanya hancur berkeping-keping tanpa bisa disatukan lagi.
“ Aku pasti akan bicara dengannya ,kumohon jangan bersikap seperti ini !! dan untuk apa kau bicara seperti itu pada Je in “ ucap Jung Soo kepadaku . Aku terdiam dan kembali teringat peristiwa tadi. Ya !! Aku memang bodoh . Aku justru berkata kepada Je in dengan senyum munafikku “ Pasti sangat senang sekali menjadi kakakmu Je in~ah !! “ .Kau benar-benar bodoh Hyun Ae, tidak berguna. Kau sendiri yang menghancurkan mimpimu !!.
 “ Hyun Ae~ya !! “ panggil Jung Soo sekali lagi yang berhasil membuatku kembali kemasa sekarang. Dia mendekat kearahku, dan menatapku dengan tatapan menenangkan yang membuatku ingin dipeluk olehnya. Harapanku terkabul, Jung Soo memang benar memelukku. Dia melingkarkan kedua tangannya di punggungku dan mendekapku erat. Aku merasa terlindungi didalam pelukannya yang hangat. Aku belum membalas pelukannya padahal aku sangat ingin melingkarkan kedua tanganku dipinggangnya.
“ Aku mencintaimu Hyun Ae~ya “ bisiknya pelan disamping telingaku yang membuat bulu tengku ku sedikit merinding. Sekali lagi aku hanya terdiam, semua ini benar-benar membuatku merasa frustasi, Je in dia benar-benar gadis kecil yang sangat special dihatiku, sedangkan Jung Soo,ayahnya sendiri adalah seorang pria yang membuatku benar-benar mengenal apa itu cinta.Jung Soo kembali mengelus kepalaku lembut yang semakin membuatku berharap masa-masa ini jangan pernah berakhir.Tetapi perlahan dia justru melepaskan pelukannya dan menatapku lembut diiringi senyum favoritku.
“ Kau beristirahatlah !! Jangan pikirkan apa-apa dulu. Araseoo?? “ . Aku hanya mengangguk pelan seolah patuh terhadap semua yang dia katakan. Dia kembali mendekatkan wajahnya padaku, yang membuatku sedikit bergidik, aku siap menutup mataku tetapi kusadari Jung Soo mengalihkan bibirnya kepipiku. Ya,dia mengecup pipi kiriku ,lembut ~~. Aku terhenyak sebentar karena dia cukup lama menempelkan bibirnya dipipiku. Setelah beberapa detik dia menjauhkan wajahnya dan melepaskan ciumannya.Dan kembali menatapku . “ Aku pulang ya~~” dia berjalan mundur masih menatapku ,kemudian berbalik dan berjalan kearah mobilnya.
Aku menatapnya yang sekarang sudah masuk kedalam mobilnya, dan perlahan mobil yang membawa orang yang kucintai itu pergi meninggalkan ku sendiri .

~
“ Dad !! Apa kau sudah memikirkannya ??!! “ tanya Je in ketika kami bertiga berada didalam mobil. Hari ini Jung Soo kembali mengantarkan Je in kesekolah dan mengantarku ketempat kerjaku untuk mengambil buku-buku yang siap kuterjemahkan. Aku membeku ditempat dudukku.Je in balas memandangku dengan tersenyum lewat kaca spion yang berada antara tempat duduk Jung Soo dan aku. Aku mencoba membalas senyumannya dengan sekuat tenaga. Padahal aku bisa merasakan urat senyumku siap putus kapan saja,karena aku terlalu memaksanya untuk menyuguhkan sebuah senyuman kepada gadis kecil itu. Kami berdua tidak ada yang menjawab pertanyaan Je in. Aku memperhatikan lewat kaca spion ekspresi wajah Je in yang mulai kesal pada Jung Soo yang tidak menjawab pertanyaannya.
“ Dad!! Aku bertanya padamu !! “ ucap Je in keras. Jung Soo mencoba mengatur ekspresi wajahnya sedatar mungkin .
“ ehm..aku tidak mengerti maksudmu Je in~ah !! “ ucap Jung Soo.Aku tahu dia berbohong . Aku hanya menatap kedepan dengan pandangan kosong.Je in mendecakkan lidahnya kesal .” Aku bertanya apa kah kau sudah menyiapkan keperluan untuk mengadopsi Hyun Ae~~ “ ucap gadis kecil itu polos,tanpa tahu apa hubunganku dengan ayahnya. “ Ah itu !! “ jawab Jung Soo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “ Aku sedang menyetir Je in~ah !! Jadi kita jangan membicarakan ini dulu ya~~ Aku harus berkonsentrasi !! “ ucap Jung Soo , dia menoleh menatapku . Aku pun balas menatapnya . Jung Soo memandangku seolah berkata “ semua akan baik-baik saja “. Aku mengalihkan pandanganku kedepan dan lurus menatap jalan yang sepertinya tidak ada ujungnya. Aku bisa mendengar desahan nafas kesal dari Je in .

~
Aku memasuki apartemen Je in sambil membawa tumpukan buku yang sudah bertengger ditanganku. Tidak pernah ada habis-habisnya buku yang harus aku terjemahkan. Aku berjalan keruang tengah ,lalu menyalakan laptopku. Wallpaper yang terpajang dilaptopku adalah foto kami bertiga ketika berada ditaman hiburan beberapa waktu lalu. Aku sempat membayangkan bahwa aku akan resmi menjadi keluarga Je in dengan berubah nama menjadi Park Hyun Ae ,atau Nyonya Park . Tapi~~apa hal itu apakah akan benar-benar terjadi??Mengingat apa yang diharapkan oleh Je in bukanlah seperti itu. Aku mendesah berat,merasa sangat lelah dengan yang kuhadapkan sekarang. Andai saja Jung Soo bukan ayah Je in, andai saja Je in bukan anak dari lelaki yang paling kucintai didunia ini. Andai saja~~~ . Aku memejamkan mataku dan bersender lemas pada sofa hangat yang kududuki saat ini. Pertemuan pertama kali diriku dengan Jung Soo kembali menari-nari dalam bayanganku, aku tersenyum tipis . Tiba-tiba muncul bayangan baru, bayangan wajah seorang gadis kecil yang sangat polos, OH TUHAN !! Aku tidak sanggup menyakitinya !!! .Air mataku mulai membasahi pipiku, aku masih terpejam. Wajah kedua orang itu saling berebut untuk masuk kedalam pikiranku,seolah berlomba menunjukkan siapa yang paling aku cintai.

~
Kami bertiga berada disebuah toko buku. Je in meminta untuk ditemani mencari buku-buka bacaan,kususnya cerita-cerita fantasi favoritnya. Akhirnya Je in berhasil mendapatkan buku yang dia cari. 3 buku tebal sekitar 700 halaman.Aku tidak tertarik mengetahui judul dari buku itu,selain karena aku tidak tertarik dengan cerita-cerita fantasy tetapi karena menggunakan bahasa asing. Ya bahasa inggrisku memang kurang bagus, tetapi setidaknya bahasa mandariku cukup baik. Aku dan Jung Soo menemani Je in berjalan kearah kasir untuk membayar buku-buku yang dia beli .
“ Aigooooo!! Aku melupakan sesuatu !! “ ucap Je in .
 “ Ada apa ??” tanyaku . Aku dan Jung Soo menatap Je in bingung. “ Ada satu lagi buku yang ingin kubeli !! Tunggu sebentar ya~aku mengambilnya dulu! Aku segera kembali “ ucap Je in cepat ,lalu berlari dan mencari buku yang masih dia ingin beli.
“ Aku akan menemaninya ~~” ucapku kepada Jung Soo . “ Tunggu, aku juga ikut !! kita sama-sama saja “ . Aku mengangguk, kami berdua lalu berjalan menuju kearah Je in yang berlari tadi. Kami mencari dibagian yang menjual buku-buku fantasi . Dipojok rak buku-buku tebal,aku bisa melihat Je in yang sedang memegang sebuah buku yang tak kalah tebal dari yang dia beli tadi . Tetapi dia tidak sendiri, aku dan Jung Soo saling bertatapan. Pikiran kami pasti sama . dengan siapa Je in berbicara . Aku memperhatikan sosok laki-laki dewasa yang membelakangi kami dan sepertinya sedang asik berbicara dengan Je in. Kami berdua semakin mendekat kearah Je in dan lelaki itu. Aku bisa mendengar suara tawa renyah dari laki-laki itu. Yang dibalas senyuman oleh Je in .
“ Berbicara dengan siapa Je in?? “ tanya Jung Soo. Akhirnya kami sampai ditempat Je in dan lelaki itu. Je in menyadari kehadiran kami . Dia tersenyum lebar
“ Dad !! “ ucapnya bersemangat . Je in lalu menatap lelaki yang ada dihadapannya dan berkata “ Itu ayahku !! “ ucapnya kepada lelaki itu. Perlahan lelaki dengan tinggi 176 cm itu mulai membalikkan badanku. Entahlah apa hanya perasaanku ,aku merasa mengenal sosok lelaki ini.
Sekarang aku bisa melihat dengan baik lelaki yang ada dihadapanku ini. Aku mengenalnya !! Lelaki itu menatap Jung Soo lalu menganggukkan kepalanya sopan. Kemudian dia beralih menatapku, aku bisa menebak reaksinya ketika dia melihatku. Dan benar saja !! Lelaki itu terpaku, lebih tepatnya Lee Dong Hae terpaku menatapku. Dia memandangku terkejut . Aku balas menatapnya tidak kalah terkejut .
“ Song Hyun Ae !!! “ ucapnya . Jung Soo menatap bingung Dong Hae lalu menatapku dan kembali menatap Dong Hae
“ Dong Hae oppa !! “ ucapku pelan . Perlahan senyum Dong Hae mengembang dan tanpa diduga dan bisa kutahan dia menarik tanganku yang membuat tubuhku terdorong ketubuhnya, menarikku kedalam pelukannya dan memelukku erat. Aku sangat terkejut akan tindakannya. Aku bisa melihat Je in terkejut melihat apa yang dilakukan Dong Hae, dan tentu saja bukan hanya Je in yang terkejut. Malaikatku !!! Dia menatapku dan Dong Hae dengan pandangan tidak suka. Baru pertama kali aku melihat tatapan seperti itu dari matanya beningnya. Apa dia cemburu !!!!

~
Dong Hae mengajakku untuk bicara sebentar. Jung Soo mengajak Je in untuk meninggalkan kami berdua,memberi kami kesempatan untuk berbicara. Aku menatap Jung Soo yang menggandeng tangan Je in dengan masih memasang wajah tidak sukanya. Aku tidak suka melihat ekspresinya itu. Dong Hae menyentuh pundakku lembut . “ Bagaimana kabarmu ?? “ tanyanya . aku mencoba tersenyum .” Baik oppa !! Kau sendiri ?” balasku . Dia menjawab bersemangat. Tidak ada yang berubah dari dirinya. Ya Lee Dong Hae adalah kakak kelasku saat sekolah dulu . Dia benar-benar baik terhadapku. Dia yang selalu melindungiku jika aku diganggu oleh teman-temanku. Mengantarkanku pulang kerumahku. Membantuku mengerjakan semua tugas-tugasku. Teman belajarku. Dan seseorang yang kuanggap sebagai kakak terbaik yang ada didunia.Dia pernah mengungkapkan rasa sukanya padaku. Tetapi dengan sangat menyesal aku menolaknya. Sekali lagi aku hanya bisa menganggapnya sebagai kakak terbaik ,itu saja !! Tidak pernah ada perasaan lebih dari itu. Dan aku sangat bersyukur karena dia bisa mengerti. Aku memberitahunya tentang pekerjaanku . Dia menyentuh kepalaku dan mengacak-ngacak rambutku .” Setidaknya kau terlihat bahagia “ ucapnya.Aku tersenyum membalas ucapannya. “ Lelaki itu,apakah dia ayah dari gadis manis itu ?? “ tanya Dong Hae. Aku mengangguk “ Ne, oppa !! “ aku menjawab pertanyaan Dong Hae sambil menatap Jung Soo yang sedang bergandengan tangan dengan Je in. Mereka menunggu didepan Toko . Aku tersenyum sekilas melihat dua orang itu.
“ Aku kecewa ~~~” ucap Dong Hae tiba-tiba yang membuatku menoleh cepat kepadanya. Dia menatapku tanpa senyum “ Terlihat sekali kau menyukai pria itu !! Lagi-lagi aku harus mengubur harapanku ..” ucapnya kemudian senyum tipis tersungging diwajahnya .
“ Oppa~~berhenti menggodaku !! “ ucapku . Dong Hae tertawa renyah,tidak ada yang berubah dari caranya tertawa .” Aku tidak menggodamu Hyun Ae~ya !! Aku memang masih menyukaimu “ ucapnya tanpa basa basi. Aku hanya terdiam menanggapi ucapannya. “ Baiklah sepertinya mereka sudah mulai merasa bosan menunggumu !” ucap Dong Hae .” Kau simpan kartu namaku ini ya~~” Dong Hae mengeluarkan sebuah kartu nama dari balik jaketnya .aku menerimanya dan langsung memasukkan kedalam tasku .” Gomawo~~ “.
“ Jangan lupa hubungi aku ya,jika kau butuh bantuan dari kakakmu ini !! Araseoo !! “ lanjutnya. Aku mengangguk ,dia kembali mengacak-ngacak rambutku lembut
 “ sampaikan salamku pada gadis kecil itu. Dia sangat manis !! “ ucapnya “ aku pergi ya~~” lanjut Donghae dan kemudian berjalan menjauhiku kearah sudut lain yang berlawanan dengan tempatku.Aku memadang punggung Donghae yang mulai menjadi titik kecil dan akhirnya menghilang.

~
Aku sedikit merasa sangat aneh dengan suasana dalam mobil. Jung Soo memasang wajah kaku,dia tidak mengeluarkan sepatah katapun . Je in sedang asik memainkan Ipadnya,sambil memasang headset yang tersambung pada ipodnya. Aku mengunci mulutku rapat, bertanya-tanya dalam hati .Apa mungkin Jung Soo cemburu terhadapku ?? Tapi apa yang harus dia cemburui dariku?? Hanya karena Donghae memelukku, yang benar saja!! Pelukan itu tidak lebih seperti seorang adik kepada kakaknya. Tapi Jung Soo kan tidak tahu hubunganku sebelumnya dengan Donghae. Dia pasti mengira aku pernah mempunyai hubungan yang special dengan Donghae.Akhirnya kami sampai . Jung Soo langsung keluar dari mobilnya sambil membawa kantong plastic yang berisi buku-buku yang dibeli oleh Je in.Aku sedikit terkejut dengan sikap kaku dari Jung Soo terhadapku. Apa dia benar-benar marah kepadaku ?? Bagaimana ini !!! . Je in menyusul ayahnya dan sambil berlari. Aku keluar perlahan dari dalam mobil dan mengikuti mereka berdua dari belakang. Aku menatap punggung Jung Soo dan mendesah pelan “ Jangan bersikap seperti itu kepadaku ~~ “ ucapku lemah .

~
“ Siapa dia ??!! “ tanya Jung Soo ketika kami berdua berada didapur. Aku sedang mencuci piring bekas kami makan malam. Je in berada dikamarnya sedang membaca buku-buku yang dia beli tadi. “ Siapa ??” ucapku balik bertanya. Pertanyaan bodoh Hyun Ae !! Aku yakin Jung Soo memandangku dengan tatapan kesal .Aku tidak berani menatapnya dan terus melanjutkan kegiatanku .” Lelaki itu !! Lelaki yang kita temui ditoko buku tadi sore !! “ ucapnya tidak sabar . Aku membilas piring terakhir dengan air bersih lalu menaruhnya dirak piring. Jung Soo masih menunggu jawaban dariku .Dia berdiri disampingku sekarang. Perlahan aku menatapnya .” Dia hanya kakak kelasku waktu SMA, kami berhubungan baik. Dia benar-benar sudah seperti kakak laki-laki bagiku “ ucapku sabar mencoba menjelaskan kepada malaikatku ini.” Aku tidak suka melihatnya memelukmu !! “ ucap Jung Soo to the point . “ itu hanya~~” ucapku mencoba menjelaskan padanya .” Aku yakin dia menyukaimu, cara dia menatapmu ,cara dia memelukmu .Aku bisa melihat itu dari matanya “ ucap Jung Soo yang tidak bisa menyembunyikan perasaan tidak sukanya.
 “ Kau cemburu ??? “ tanyaku bingung . Jung Soo mendecakkan lidahnya kesal kepadaku . Pertanyaanku sepertinya membuatnya kesal .” Tentu saja, mana ada seorang pria yang bahagia melihat kekasihnya berpelukan dengan pria lain !! “ ucapnya ketus. Aku tidak pernah melihatnya seperti itu, sikapnya sedikit membuatku takut. “ Aku…” lanjutku .
“ Apa kau benar-benar sepolos itu !! “ ucap Jung Soo tiba-tiba . Aku menatapnya bingung .” Kau terlalu mengalah kepada anakku, dan tadi kau begitu  ketika lelaki itu memelukmu!! “ Rasa cemburu Jung Soo sepertinya sudah berada dititik derajat tertinggi. “ Jung Soo ya~~ “ ucapku berusaha menjelaskannya .
“ Aishh !! Sudahlah..aku mau kedalam “ Dia berbalik .
 entah apa yang mendorongku melakukan ini, yang ada dipikiranku saat ini adalah berusaha meyakinkan padanya,bahwa hanya dialah yang ada dihatiku.Aku menahan tangannya,dia  terhenti dan menatapku. Dan tanpa pikir panjang, dan dengan sebuah dorongan yang kuat yang datang entah dari mana , aku mendekat kearahnya berjinjit sedikit lalu mengalungkan kedua tanganku dilehernya dan mencium bibirnya !! Aku sudah tidak peduli lagi saat ini, yang ingin kuberi tahu padanya bahwa hanya dialah lelaki yang mampu membuatku jatuh cinta sepenuhnya kepadanya. Aku semakin dalam menciumnya,menikmati setiap bentuk bibirnya yang tipis. Aku bisa merasakan Jung Soo mulai membalas ciumanku. Perlahan dia mulai mengalungkan tangannya dipinggangku, dan aku juga bisa merasakan dia menarik pinggangku dan membuat tubuhku lebih dekat dan menempel padanya. Tangannya mulai mengelus punggungku . Kami berciuman semakin dalam dan bisa kurasakan Jung Soo menyentuh kepalaku dengan salah satu tangannya dan sebelahnya mengelus punggungku lembut .Aku semakin mengencangkan tanganku dilehernya. Membuat kami berdua semakin tenggelam dalam ciuman kami yang sudah mulai memanas.Nafasku mulai memburu saat ini, yang ada dipikiranku saat ini adalah hanya terus ingin menciumnya. Aku benar-benar sudah gila !!! .
 Lama kami berciuman , perlahan Jung Soo melepaskan bibirnya dari bibirku . Tetapi hidung kami masih saling menempel,dia belum melepaskan tangannya dari punggungku, sekarang sebelah tangannya lagi kembali memegang pinggangku,menjaga tubuhku agar tetap berada dititik terdekat pada tubuhnya.Aku bernafas pelan ,berusaha mengatur nafasku yang sedikit tersengal . “ Aku…” ucapku memulai . “ Aku hanya mencintaimu Jung Soo~ya !! percayalah !! “ ucapku pelan. Aku tahu baru ini kali pertama aku mengungkapkan langsung perasaan cintaku padanya. Dia tersenyum tipis kepadaku “ Ne,aku tahu itu !!! “ ucapnya dan kembali mendekatkan bibirnya kebibirku. Aku kembali menutup kedua mataku, dia menciumku untuk yang kedua kalinya ( serius dech,aku bener-bener dapet inspirasi ngetik ini part !! kekekekek *evil smile*). Kali ini jauh lebih lembut, aku membalasnya ciumannya lagi. Kali ini tidak sefrontal tadi,kami menikmati setiap detik ciuman yang kami lakukan. Aku benar-benar sudah jatuh cinta kepada mu Park Jung Soo !!!
Tiba-tiba terdengar sesuatu terjatuh,BUKKK!!! aku melepaskan ciuman Jung Soo lalu menoleh kearah suara . Dan betapa terkejutnya aku dan Jung Soo melihat siapa yang berdiri dipintu dapur. TIDAK !! Dia pasti melihat semuanya !!
Je in berdiri dipintu dapur, dia menatapku dan Jung Soo dengan tatapan mengerikan. Aku tidak pernah melihatnya menatapku seperti itu. Buku yang dipegangnya terjatuh dilantai.
“ Apa yang kalian berdua lakukan !!! “ tanyanya dingin, aku melihat sebulir air mata jatuh dari mata indah Je in.
“ Je in~ah !! kami..” ucapku gugup .
“APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN !!!! “ teriak Je in histeris , membuatku dan Jung Soo sangat kaget melihat reaksinya .
“ Kau ?? Ingin merebut ayahku !! Hyun Ae~ya !!! Kau ingin merebutnya !! “ Je in berteriak . Tenggorokanku tercekat,aku manatap Je in nanar. Perasaan bersalah mulai menguap keluar dari setiap pori-pori tubuhku.
“ Je in~ya !! “ Jung Soo memulai ,mencoba berbicara dengan Je in .” Jadi ini alasannya DAD !! Jadi ini !!! “ Je in semakin berteriak sekarang dia menangis kuat, dia pasti mengerti ini semua . Ya ~~aku merebut ayahnya !! .
“ Aku tidak ingin melihatmu lagi Hyun Ae~ya !! Jangan pernah menemuiku lagi. Jangan mengurusku lagi. AKU MEMBENCIMU !!!! “ teriak Je in lalu dia berbalik dan berlari kearah kamarnya . Aku berdiri mematung ditempatku, akhirnya yang kutakutkan benar-benar terjadi . Kaki ku terasa lemas tiba-tiba ,seolah-olah tidak kuat menopang tubuhku. Bibirku gemetar, air mataku mulai mengalir sekarang .Aku adalah orang paling jahat sedunia !! Maafkan aku Park Je in !!! Kumohon maafkan aku~~~

~TBC
Pokoknya kasih koment dan like kalian *serius ,gue maksa !! dilempar keneraka ma Readers*. Part 5 tunggunin ya~~

"I Love Your Dad" Part 3


Author Riska Scathach Dang Ika

*Hollaho~~~ saya bawa part 3nya ni.Sebelumnya ada yang mau saya tanyain,kalian bisa merasakan jadi sosok Hyun Ae ga?? Soalnya saya sengaja buat lawan main Teuki itu pembaca sendiri,karena jujur aja,saya kurang begitu suka baca FF yang pemerannya adalah pengarangnya sendiri.Jadi saya harap kalian bisa merasakan sekaligus menjadi sosok Hyun Ae.Langsung Baca aja dech~~~*semoga pada ga bosen ^^v

Chapter 3

~
“ Dad!! Aku mau naik yang itu !!! “ ucap Je in,kami sudah sampai ditaman hiburan. Dan sekarang aku sangat ketakutan karena Je in menunjuk sebuah permainan Roller coaster mengerikan.Aku memandang gugup kearah roaller coaster yang sedang meliuk-liuk tajam direlnya. “ Apa usiamu sudah cukup ??” Tanya Jung Soo kepada anaknya itu. “ Sepertinya itu untuk anak 12 tahun keatas,lebih baik kita tidak menaikinya “ ucapku berusaha menyembunyikan ketakutanku . Kulihat ekspresi wajah kecewa dari Je in,tetapi seketika itu juga dia mulai menatapku dan ayahnya dengan tatapan yang seolah-olah berkata –aku-punya-rencana-yang-bagus- . Aku memandang Je in ngeri,seolah mengerti dengan rencana yang akan dia ungkapkan. “ Tapi aku tidak terlihat seperti anak usia 10 tahun bukan??? Aku terlihat jauh lebih tua bukan ??” ucapnya meyakinkan Jung Soo dan aku, Jung Soo masih terdiam mendengarkan perkataan Je in, Ya Tuhan!! Jangan biarkan Jung Soo menyetujui ide Je in.Kulihat Jung Soo tampak berfikir dia memandang Je in dengan tatapan yang sulit ditebak. “ Kau bisa berkata kepada petugas itu kalau usiaku 12 tahun..” ucapnya lagi, glekkkk!! Itu benar-benar ide yang bagus,aku tidak bisa memungkirinya, Je in memang mempunyai badan yang cukup bongsor diusianya yang menginjak 10 tahun,aku menunggu waswas jawaban dari Jung Soo,jawaban darinyalah yang menentukan hidup dan matiku (behhh~~beneran lebay ni cewek ). Perlahan sebuah sunggingan senyum kecil terlukis diwajah tampan Jung Soo,pertanda buruk !!! Aku bisa menebak apa yang akan diucapkan oleh Jung Soo, tamat riwayatku untuk kali ini.

~
Je in dan Jung Soo sukses membohongi petugas itu,aku hanya memaki petugas itu dalam hati, dasar bodoh!! Bisa-bisanya dia tidak bisa membedakan anak usia 12 dan 10 tahun. Je in terus menarikku untuk segera menaiki Roller coaster itu, Jung Soo berjalan dibelakang kami.Je in memilih tempat paling depan yang khusus untuk personal,sedangkan dia menyuruhku dan Jung Soo duduk tepat dibarisan kedua dibelakangnya.Je in menempati tempatnya, lalu dia memandangiku yang masih diam ditempat “ Hyun Ae~ya!! Ayo naik !! “ ajaknya. Keringat dingin meluncur dari ujung kepalaku.Aku ulai tegang,isi perutku terasa akan keluar semua. Lalu kurasakan pundakku disentuh oleh Jung Soo. Sekarang dia sudah berdiri disampingku “ Ayo naik !! “ ucapnya lembut,aku menoleh padanya mencoba untuk tersenyum “ Aku..ehmm…” ucapku terbata , lalu kurasakan Jung Soo memegang tanganku dan menarikku untuk segera menempati tempat kami “ Wahana ini akan segera jalan,ayo cepat naik ..” ucapnya .Akupun patuh dan merasa kalah,aku menempati tempatku. Jung Soo duduk disampingku. Dan bisa kudengan Je in berteriak “Yeah !!! “ padahal roller coaster ini belum berjalan. Aku memandang lurus kedepan tanpa senyuman, aku yakin mukaku pasti sangat pucat kali ini,aku benar-benar merasa akan mati,Oh Tuhan !! . Petugas bodoh itu mulai menekan tombol hijau yang membuat Roller coaster ini mulai berjalan. Jantungku terasa ditekan oleh benda seberat 1000kg. Aku memejamkan mataku,berusaha pasrah akan nasibku setelah ini !!!!

~
Akhirnya Roller Coaster ini berhenti. Aku bisa mendengar riuh rendah orang-orang yang merasa puas setelah menaiki mesin mengerikan ini.Aku masih menunduk dan memejamkan mata,air mataku mengalir perlahan,dadaku sedikit sesak.Aku mulai sesenggukan pelan. Aku bisa merasakan Je in mendekatiku,dia pasti sudah turun dari tempatnya. “ Hyun Ae~ya!!! “ Je in menyentuh pundakku. Aku masih menunduk,perlahan kubuka mataku,semua terasa buram karena tertutup oleh air mataku.
“ Hyun Ae~ssi !! Kau tidak apa-apa?? “ kali ini Jung Soo yang bertanya padaku, perlahan aku mendongak, air mata sudah membanjiri pipiku. Je in dan Jung Soo terlihat sangat kaget melihat air mataku yang tidak terbendung dan terus mengalir bagai air tenjun tempat Sun Go Kong bertapa >.< .” Hyun Ae~ya ?? Kenapa kau menangis?? “ tanya Je in khawatir. Sesenggukanku semakin kuat kali ini,aku benar-benar tidak bisa menahannya, perasaanku campur aduk,antara bersyukur karena aku masih hidup dan karena aku harus menjalani peristiwa yang kuanggap bisa saja merenggut nyawaku.Aku memang berlebihan !! Tapi aku benar-benar tidak menyukai hal ini !! “ Hyun Ae~ssi ???” panggil Jung Soo lagi “ Gwenchana???”.
“ Aku takut !!!! “ ucapku diiringi isakan tangisku . Je in dan Jung Soo memandangku bingung. “ a..aaa…aku..benar-benar takut !! Aku tidak suka menaiki roller coaster ini, aku merasa hamper mati !!! “ ucapku semakin terisak. Sekarang tangisku tidak bisa terbendung lagi, aku sudah tidak peduli semua orang yang disekitarku memandangku dengan tatapan aneh,geli atau bahkan menertawakanku. Aku benar-benar benci Roller coaster !!!.

~
Tangisku sudah mulai reda, sekarang aku dan Jung Soo sedang duduk disalah satu bangku yang terletak ditaman hiburan itu.Je in sedang berjalan-jalan sendirian untuk menikmati wahana yang lainnya. Jung Soo sengaja tidak menemaninya karena Je in menyuruhnya untuk menemaniku yang masih syok berat.Sebenarnya aku sangat tidak enak pada mereka berdua,acara ini jadi kacau karena diriku yang bermental lemah ini.
“ Kau sudah tidak apa-apa?? “ tanya Jung Soo sambil tersenyum padaku, ah !! Aku merasa jauh lebih tenang melihat senyumnya,aku hanya mengangguk sebagai jawabanku atas pertanyaannya. “ Minumlah ini ??” ucap Jung Soo sambil menyerahkan sabuah botol mineral yang memang dari tadi dipegangnya. Aku menerima botol itu,lalu meneguk isinya perlahan.
“ Mianhamnida~~ Acara kalian jadi kacau begini “ ucapku kepada Jung Soo,aku benar-benar merasa bersalah padanya. Jung Soo tersenyum simpul lalu menatapku lembut “ Tidak apa-apa,seharusnya kau bilang kalau kau takut menaikinya “ ucapnya. Aku menunduk dan menatap tanah lalu menggeleng pelan “ Aku tidak ingin mengecewakan Je in,dia benar-benar ingin menaiki roller coaster itu “ ucapku lemas . Kudengar dengusan tawa dari Jung Soo, yah dia pasti menganggapku benar-benar konyol,bisa-bisanya orang dewasa seperti aku tidak bisa menang dari anak umur 10 tahun. Tiba-tiba kurasakan sesuatu menyentuh kepalaku dan mengacak-mengacak rambutku pelan ,aku menoleh cepat dan menatap Jung Soo,ya dia yang mengusap-usap rambutku. Dia tersenyum manis kepadaku “ Kau benar-benar lucu Hyun Ae~ya !!” ucapnya .Hyun Ae~ya !!! Dia memanggilku Hyun Ae~ya !! Apa dia sudah menganggapku begitu dekat. Hatiku berteriak senang, aku berusaha menahan senyumku dengan menggigit bibir bawahku,perlahan aku mulai mengalihkan pandanganku darinya dan menatap kedepan . Hyun Ae~ya !! Aku menyukai cara dia memanggilku. Aku sangat yakin dengan perasaanku,bahwa aku benar-benar telah jatuh cinta padanya, malaikatku Park Jung Soo

~
Entah apa yang membuatku yakin mengungkapkan ini. Aku benar-benar seperti membangun sebuah keluarga dengan Je in dan Jung Soo,hampir sebulan ini kami benar-benar merasa dekat. Aku pun bisa merasakan perubahan sifat dari Jung Soo, dia selalu mengantarku pulang kerumah ,menunjukkan perhatiannya padaku,dan sesekali mengelus kepalaku jika aku membuatnya tertawa,padahal menurutku yang kulakukan tidaklah lucu.Kalau ditanya aku senang,tentu saja aku sangat senang >////< .Setidaknya aku berhasil menarik perhatiannya.

Hingga pada suatu malam. Aku sedang duduk berdua bersama Je in menatap televisi didepan kami, Je in menyandarkan kepalanya dibahuku ,dia sudah mulai mengantuk sepertinya.Dan perlahan tertidur.Aku mengalihkan pandanganku dari Televisi itu lalu dengan perlahan menyentuh kepala Je in dan mengusapnya lembut. Aku mengabaikan rasa pegal yang kurasakan dibahuku, karena aku tidak ingin memindahkan kepala Je In,karena takut membangunkannya. Tetapi tanpa kuduga Jung Soo berjalan kearah ku, lalu dia berdiri didepan Je in dan memindahkan kepala Je in yang tadinya menyender dibahuku pindah kesisi sofa yang lainnya. Untunglah Je in tidak terbangun,sepertinya gadis kecil ini benar-benar sudah mengantuk. Lalu Jung Soo menatapku lembut dan berkata “ Kalau seperti it uterus,itu akan membuatmu pegal “. Aku tertegun mendengarnya, tidak ada yang aku ucapkan. Aku kembali memandang TV dan mencoba menahan agar wajahku tidak merah. Jung Soo lalu duduk disebelahku dan bergabung denganku menonton TV. Sekarang masih jam setengah 8,belum waktunya aku pulang.Aku berusaha keras menjaga detak jantungku agar tidak terlalu berdetak dengan kuat.

“ Kau pasti merasa sangat bosan~~” ucap Leeteuk tiba-tiba yang membuatku sedikit terkejut dan segera menoleh kearahnya. Dia masih menatap televisi tetapi dengan perlahan dia menoleh dan balik menatapku. “ Anakku pasti banyak merepotkanmu~~ “ lanjutnya . Aku tersenyum seketika yang membuatnya mengerutkan alisnya . “ kenapa tertawa ?? “ tanyanya .Ah malaikatku ini benar-benar manis !! . Aku menggeleng lalu menatap televisi lagi “ Aku tidak pernah merasakan hal itu ..” ucapku jujur, yah aku memang tidak pernah merasakan hal itu, jujur aku benar-benar menyayangi Je in tulus,bukan karena dia anak dari orang yang aku cintai, tetapi benar-benar sebagai gadis kecil yang mempunyai tempat yang special dihatiku. “ Aku benar-benar menyukai Je in, dia sudah menghipnotisku untuk terus mengurusnya. Aku tidak pernah merasakan hal itu~~ percayalah ..” ucapku tersenyum sambil menunduk. “ Aku..” ucapku memulai lalu kembali mendongak tapi masih belum menatap Jung Soo . “ aku menyayanginya tulus,,aku sendiri bingung kenapa aku bisa menyayanginya seperti ini. Yang kutahu kami berdua merasa sangat cocok. Dia anak yang manis ~Aku menyukainya “ ucapku tulus sambil tersenyum menatap lurus kedepan.
“ Gomawo ~~~ “ ucap Jung Soo lembut , perlahan aku menoleh kearahnya balas menatapnya “ Terima kasih Hyun ae~ya ..” lanjutnya menatapku lembut . Aku terpaku menatapnya.Dia menyihirku dengan senyumannya, kupandang wajahnya. Aku merasa senyum mulai menghilang dari wajahnya, kami saling bertatapan. Dan sekarang aku bisa merasakan dia mendekat kearahku,lebih tepatnya mendekatkan wajahnya kepadaku, aku tidak mengerti kenapa aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari wajahnya, sekarang wajahnya semakin dekat kearahku,aku bisa merasakan tangannya memegang pundakku dan menarikku lebih kedekatnya. Hidung kami bersentuhan dan aku bisa merasakan nafasnya sekarang. Perlahan kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku . Ya dia menciumku !! Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Jung Soo memejamkan matanya, dia mencium bibirku lembut,perlahan aku menutup mataku dan mulai membalas ciumannya. OMO ! Kami berciuman,malaikatku menciumku lembut.

Tetapi aku mulai tersadar,ini tidak boleh !! Aku teringat wajah Je in seketika,dan dengan cepat aku mendorong tubuh Jung Soo menjauh,dia melepaskan bibirnya dari bibirku. Aku langsung berdiri gugup dan memegang bibirku,aku tidak berani menatapnya . Aku merasa sangat panik.” A..aa…aku..” ucapku terbata “ Kita..tidak seharusnya…” lanjutku masih tergagap “ maaf…aku harus pulang…” ucapku cepat lalu berbalik dan segera menyambar tasku lalu berjalan kearah pintu untuk segera meninggalkan apartemen ini.

~
Aku berjalan gontai menuju rumahku. Tidak terpikirkan olehku untuk naik bus. Aku masih menyentuh bibirku. Peristiwa tadi kembali menari-menari dikepalaku.Perasaanku campur aduk sekarang,jujur aku senang,sekarang aku tahu bahwa kami mempunyai perasaan yang sama, tetapi Je in ,bagaimana dengan dia ??. Aku mendengar langkah orang berlari dibelakangku,tetapi aku tidak peduli dan mengabaikannya,sampai ada yang menyentuh pergelangan tanganku dan membalikkan tubuhku . Ternyata itu adalah Jung Soo,sepertinya dia mengejarku. Aku bingung,tidak berani menatapnya aku hanya bias tertunduk .Aku yakin sekarang dia masih menatapku, kurasakan pegangannya semakin kuat.
“ Mianhae Hyun Ae~ya~~ “ ucapnya pelan . Aku perlahan mendongak dan memberanikan diri untuk menatapnya. “ A…aku….” Ucapnya perlahan “ Aku tidak apa-apa! “ jawabku cepat “ Anggap saja hal tadi tidak pernah terjadi “ lanjutku . Kulihat Jung Soo menggeleng cepat dan kembali menatapku “ Anio !! bukan itu maksudku~~ Aku menciummu karena…” aku sedikit was-was menunggu kalimat berikutnya “ karena..aku benar-benar ingin menciummu ,maaf …” ucapnya “ sepertinya aku menyukaimu !!! “ . Aku tertegun mendengar perkataan Jung Soo. Dia bilang dia menyukaiku, Ya Tuhan !! Malaikatku menyukaiku, ingin sekali rasanya aku balas mengucapkan hal yang sama,tetapi mulutku seolah terkunci. Aku hanya menunduk dan bingung . Perlahan Jung Soo mendekat kearahku, dan menarik tubuhku kedalam pelukannya, ya ~~ aku hanya bisa pasrah dan mengikutinya. Dia memelukku lembut,membuatku merasa hangat dan nyaman,tersembunyi didalam pelukannya. “ Aku tahu kau juga punya perasaan yang sama padaku ..” ucapnya disamping telingaku.,lalu dia mengusap kepalaku dan mencium ujung kepalaku. Bayangan wajah Je in mulai menghilang dari pikiranku,aku terhinotis oleh ayahnya. Maafkan aku Je in, aku benar-benar sudah jatuh cinta pada ayahmu.

~
“ Aku akan bicara pada Je in “ ucap Jung Soo ketika kami baru saja mengantar Je in kesekolah,sekarang dia hendak mengantarku untuk mengambil buku-buku yang hendak aku terjemahkan.” Aku menatap kedepan,jujur saja aku masih sedikit malu terhadapnya. Dia berusaha membuatku merasa nyaman berada disampingnya,setelah kami sama-sama mengetahui perasaan kami. Dia menyentuh tanganku ,lalu menggenngamnya lembut. Sontak aku menoleh untuk menatapnya. Dia tersenyum padaku “ Kau tidak perlu khawatir, Je in menyukaimu . Dia pasti akan senang mendengar kabar ini “ ucapnya. Aku mencoba tersenyum tetapi sepertinya susah sekali melakukan itu. Jung Soo menyentuh kepalaku dan mengacak-acak rambutku. Dia suka sekali melakukan hal itu kepadaku. Dia keluar dari mobil,akupun ikut keluar dari mobil. Jung Soo berjalan mendekatiku “ Baiklah,aku berangkat dulu !! Maaf tidak bisa mengantarmu “ ucapnya diiringi senyum  favoritku. “ ne, Cheonmaneyo..” ucapku yang masih terasa canggung .
“ Hyun Ae~ya …” panggilnya . Aku mencoba menatapnya dan berusaha terlihat biasa saja “Aku benar-benar menyukaimu, sudah hampir 10 tahun aku tidak pernah merasakan hal ini. Percayalah ~~ aku benar-benar hanya merasakan hal ini kepadamu “ ucapnya . Hatiku terasa mengambang bahagia,dia mengatakan hal itu kepadaku, sulit dipercaya !! Aku hanya terdiam ,bingung menanggapi apa, akhirnya Jung Soo tersenyum kembali “ Ya sudah ya~~aku pergi “ ucapnya,lalu berjalan memasuki mobilnya. Dia menstarter mobilnya dan menggasnya,lalu berjalan meninggalkanku. Aku menatap mobil Jung Soo yang sudah berjalan jauh, sedikit tidak rela melihatnya pergi, huft !!

“ Aku jauh lebih mencintaimu~~ “ gumamku pelan.

~
Kami bertiga sedang makan malam diapartemen Jung Soo. Suasana sedikit ceria kali ini,karena Je in menceritakan bahwa disekolahnya,ada salah satu temannya yang mulai mau bermain dengannya.Temannya itu tertarik dengan lukisan-lukisan yang dibuat oleh Je in. “ benarkah ??” tanyaku . “ Ne..dia benar-benar sangat baik,bahkan dia bilang,kapan-kapan dia ingin belajar melukis juga denganku “ jawab je in ceria. Aku dan Jung Soo tersenyum menatap gadis itu.” Dia laki-laki atau perempuan ??” tanyaku. “ dia laki-laki~~ tetapi dia tidak nakal seperti yang lainnya” jelas Je in sambil tersenyum “ Baguslah kalau begitu,setidaknya kau mulai mempunyai teman yang seusia “ balas Jung Soo.Aku memasukkan nasi kemulutku, dan mengunyahnya. Tiba-tiba kurasakan ada yang menyentuh ujung bibirku. Aku menoleh dan melihat Jung Soo yang menyentuhnya dengan tangannya “ Ada nasi tadi diujung bibirmu !! “ ucapnya sambil tersenyum,dia menunjukkan nasi yang tadi diambilnya dari ujung bibirku. Aishh!! Memalukan sekali,makan saja tidak becus sampai-sampai ada nasi yang menempel diujung bibirku.” Oh..Gomawo~~” ucapku mencoba tersenyum menutupi maluku
 “ Oh iya~~ ada yang ingin kukatakan padamu Dad..” kata Je in lagi menatap ayahnya. “ Apa itu ??” Tanya Jung Soo santai .” Ehm..tidak bisakah Hyun Ae menjadi keluarga kita ??” Tanya Je in to the point. Aku dan Jung Soo terdiam, kemudian kami berdua bertatapan. Jung Soo menatapku lalu dia kembali menatap anaknya .” itu…” mulainya. Aku ikut menatap Je in,sedikit tidak percaya dengan ucapan gadis ajaib ini. Dia ingin aku menjadi keluarganya,apa itu berarti dia ingin aku menjadi ibunya. Perasaan bahagia mulai kurasakan menyebar disetiap denyut nadiku.Je in ingin aku menjadi keluarganya. Sepertinya Tuhan benar-benar menyayangiku, aku dianugrahi dua orang yang tulus menyayangiku.
 “ itu..ehm  Je in~ah . Sebenarnya kami..” Jung Soo memulai,aku merasa dia sedikit kesulitan mengatur kata-kata yang akan diucapkannya. “ sebenarnya aku dan Hyun Ae..” lanjut Jung Soo. “ kami…”. Dengan cepat Je in memotong ucapan Jung Soo dia menatap Jung Soo manis sambil berkata “ Aku benar-benar ingin mempunyai Eonni~~” ucapnya memulai .DEG!! “ Tidak bisakah kau mengadopsi Hyun Ae menjadi anakmu, agar dia bisa menjadi kakak perempuanku “ lanjut Je in dengan muka polosnya.
Jung Soo terbatuk kuat,dia tersedak makanannya. Je in segera memberinya segelas air putih yang langsung disambar oleh Jung Soo dan menegaknya habis. “ kau tidak apa-apa Dad?? “ tanya Je in. Aku terdiam ditempatku,manatap piring yang ada dihadapanku. Je in bukan memintaku menjadi ibunya, tetapi kakak . Ya seorang kakak perempuan, aku meringis dalam hati dan terasa ditampar oleh papan besar yang bertuliskan –tidak tahu malu!!-. Aku menelan ludahku yang tawar, tanganku jatuh lemas kebawah, memang benar mana mungkin Je in ingin mempunyai ibu sepertiku ??!!! . Tiba-tiba aku merasakan ada yang menyentuh tanganku, aku menoleh dan mendapati Jung Soo yang menatapku . Dia mengangguk sedikit ,aku menggeleng pelan,mengisyaratkan padanya untuk tidak memberi tahu apa-apa tentang hubunganku dengan Jung Soo. Jung Soo menatapku sedikit bingung. Kukuatkan diriku lalu balas menatap Je in dengan tersenyum,aku melepaskan genggaman tangan Jung Soo.
 “ Apa kau begitu ingin aku menjadi kakakmu ??” tanyaku miris . Je in tersenyum bahagia dan semakin membuatku seolah terjatuh kedasar bumi. Aku tidak bisa menyakiti gadis ini dengan memberi tahukan bahwa aku dan ayahnya saling menyukai. Mana mungkin aku melakukan hal itu. Aku tidak bisa !! Rasa sesak mulai menggelayuti dadaku, aku memaksaakan diriku tersenyum didepan Je in dan mengabaikan jantungku yang serasa diremas keras,sehingga membuatku semakin merasa sakit.

~TBC
Hehehehe~~ gimana ?? suka part ini (reader : biasa aja!!! T.T) Okey ga pernah bosen diingetin, koment dan like. Yang ga sengaja baca juga musti,kudu dan wajib koment !! Tinggalkan jejak kalian,agar aku bisa mengendusnya(?) . Kita ketemu dia part 4 ya. No LIKE no TAG ya~~~kekekekekekkkk

"I Love Your Dad" part 2

by Riska Scathach Dang Ika  

*Hokei~~ saya kembali dengan chapter 2nya,kita lanjutkan ceritanya ya..happy reading^^

Chapter 2

~
Suasana diluar sudah mulai tampak tenang,aku membawa Je in keruang tengah dan duduk disofa yang berada tepat didepan televisi.Aku mendekap tubuhnya erat,nafas gadis kecil ini sudah mulai teratur dan dia kembali tertidur sepertinya.Keadaan masih dalam keadaan gelap, tetapi tiba-tiba terdengar suara pintu depan yang dibuka.Aku segera menoleh, kebiasaanku yang sering lupa mengunci pintu terulang kembali !! AIGOOO!!! Siapa yang masuk kedalam apatemen ini,disaat seperti ini kenapa ada orang yang berniat jahat!! YA TUHAN !! apa yang harus kulakukan, aku serasa sulit bernafas atau lebih tepatnya mencoba menahan nafasku,dadaku berdetak kencang,menanti apa yang akan penyusup itu lakukan.Aku semakin kuat mendekap Je in,dalam sedetik aku merencanakan bila kami ketahuan,yang akan kulakukan adalah menggendong Je in lalu menendang penyusup itu dan berlari keluar,lalu berteriak dan meminta tolong,memberi tahu bahwa ada penyusup diapartemen ini !! >////< .Detik-detik yang mendebarkan ini sangat membuatku tersiksa,cuaca sangat dingin diluar,tetapi aku justru berkeringat. Ayo penyusup bodoh,tunjukkan dirimu !!!

Tiba-tiba ruangan kembali menjadi terang,lampu telah kembali hidup dan tepat saat itu aku melihat sesosok lelaki berdiri didepan pintu,dia menggunakan setelan jas hitam,yang sangat pas ditubuhnya,aku langsung menatap wajahnya yang putih bersih dipadu rambut pirang yang jatuh lemas dikepalanya. DEG…DEG…DEG…. Kenapa dengan dadaku ?? kenapa tiba-tiba berdetak kencang?? Aku yakin ini bukan karena aku sangat ketakutan dengan penyusup yang ada dihadapanku. Tetapi…tetapi..OH TUHAN !! Apa kau mengirimiku seorang malaikat kali ini?? Mulutku terbuka,aku masih menatapnya. Lelaki itupun balas menatapku bingung,aku masih terpesona,tidak aku terbuai..TIDAK apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama !! Aku tidak pernah mempercayai hal itu !! >.< .Mana ada penyusup bertampang malaikat seperti itu !! OMO !! *serius dech,ni orang lebeh banget *
“ Siapa kau?? “ lelaki itu mengeluarkan suaranya,suara yang sangat halus,bahkan aku yakin aku sudah jatuh cinta pada suaranya juga. Aku pasti sudah gila !! “ Apa yang kau lakukan dirumahku ??” tanyanya sekali lagi . MWO??!! Rumahnya??!!

Tiba-tiba aku merasakan Je in mulai menggeliat didalam pelukanku,perlahan dia membuka matanya,sepertinya je in mendengar lelaki itu berbicara,hanya saja reaksi yang dia tunjukkan adalah bahwa dia mengenal suara lelaki itu, Je in menggerakkan kepalanya untuk menemukan arah suara, akhirnya dia melihat lelaki tampan itu,yah dia memang tampan aku tidak bisa menampiknya >////<.
“DAD !! “ ucap Je in keras,dan segera turun dari pangkuanku dan berlari kearah lelaki itu,apa yang dia bilang tadi!! Aku tahu itu bahasa asing,dan juga tahu apa arti dari kata-kata itu DAD, apa itu ayahnya ??!!! ANDWE !! Jadi malaikat ini ayah dari Je in ??!! Duda…malaikat duda ?? KYAAAA !!!

~
Aku menyaksikan keakaraban yang terjalin dari ayah dan anak yang ada dihadapanku. Je in tidak berhenti-hentinya menciumi ayahnya,terlihat sekali gadis kecil itu sangat merindukannya. Aku kembali menatap wajah malaikat itu, jadi ini ayah dari Je in,jujur saja mereka tidak mirip sekali,aku berfikir mungkin Je in mirip ibunya. Tiba-tiba saja Ayah Je in mengalihkan pandangannya kepadaku, Oh Tuhan !! Tatapannya sangat lembut,aku menelan ludahku yang tawar,berusaha membuat diriku serileks mungkin,Je in ikut memandangku,akhirnya dia turun dari gendongan ayahnya,aku mendengarnya berbisik pelan kepada ayahnya. “ Dia adalah pengasuhku, Song Hyun Ae”  ucap Je in sangat pelan,tetapi aku masih bisa mendengarnya. Sang ayah menatap anaknya,perlahan senyumnya mengembang,dia lalu kembali menatapku sambil tersenyum,kakiku langsung terasa lemas,malaikat itu tersenyum padaku!!! Je in membawa ayahnya mendekatiku,oh tidak jantungku terasa  siap melompat dari tempatnya. “ Hyun Ae~ya !! “ ucap Je in ceria seolah-olah dia lupa bahwa tadi dia menangis seperti orang gila “ Ini ayahku,yang selama ini kuceritakan “ ucap Je in bangga lalu mendongak menatap ayahnya. “ Dad,” panggil Je in lagi, sebenarnya aku sedikit geli mendengarnya,karena hampir jarang sekali orang korea memanggil ayahnya dengan panggilan seperti itu. “ cepat perkenalkan dirimu padanya..”desak Je in kepada ayahnya. Malaikat itu kembali menatapku,dia menyunggingkan senyum malaikatnya sekali lagi,lesung pipitnya yang cukup dalam membuatku semakin susah untuk bernafas. Dia membungkuk sebentar lalu kembali menatapku “ Nama ku Park Jung Soo . Terima kasih selama ini kau telah menjaga anakku ,maaf bila sedikit merepotkanmu“ ucapnya.Aku berusaha menguasai diriku,aku ikut membungkuk dan mulai memperkenalkan diriku,aku harus melakukannya dengan baik. “ Namaku Song Hyun Ae,,sama-sama tuan,anak anda adalah gadis kecil yang menyenangkan,saya tidak merasa direpotkan “ ucapku manis. Dia tertawa renyah setelah mendengar perkataanku “ Jangan memanggilku Tuan,apa aku terlihat begitu tua, kau bisa panggil namaku saja !! Dan aku akan memanggilmu seperti anakku biasa memanggilmu. Tidak apa-apa bukan ??” tanyanya ramah, entah apa yang membuatku langsung mengangguk pasrah,dia benar-benar seperti telah menghipnotisku. “ Oh..ne..Jung Soo~ssi. Anda bisa memanggilku semau anda..” ucapku lagi. Jung Soo kembali tertawa “ Okey !! sudah cukup perkenalannya, kau istirahat dulu dad !! “ kata Je in. Akupun tersadar,aku harus segera pulang juga,ini sudah sangat malam. “ eh..Je in~ah !! sepertinya aku harus pulang,kau sudah bersama ayahmu bukan ??” ucapku. Jung Soo dan Je in memandangku dengan tatapan yang sama,apa yang mereka berdua pikirkan ?? “ Hyun Ae~ya !! ini sudah malam,lebih baik kau tidur disini saja !! yayaya…” kata Je in sambil menarik-narik tanganku. “ tapi..aku..” . “ Lebih baik kau tidur disini saja Hyun Ae~ssi ,sedikit berbahaya bila kau pulang tengah malam begini ..” kata Jung Soo kepadaku.
 “ baiklah..” kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku,sepertinya aku tidak punya daya upaya untuk menolak tawarannya. Terdengar teriakan senang dari Je in,akhirnya aku memutuskan untuk menginap malam ini dirumah Je in,yah selain karena aku yang tidak bisa menolak tawaran Jung Soo,tetapi aku juga masih ingin memandang malaikat yang dikirim Tuhan ini kepadaku, aku yakin aku benar-benar sudah gila.

~
Aku terbangun dari tidurku,kulihat jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi,sepertinya kami semua kesiangan. Je in masih tertidur nyenyak dibalik selimutnya.Aku beranjak bangun dari tempat tidurku,dan mengambil satu setel pakaian yang memang sudah tersedia dilemari Je in.Aku  sengaja menaruhnya disana untuk pakaian gantiku ketika aku bekerja. Aku lalu berjalan menuju kamar mandi yang berada didekat dapur ingin segera mandi.Untung saja ini hari libur jadi aku tidak dikejar-kejar waktu seperti biasa.

Selesai mandi aku membalutkan handuk ketubuhku dan mengeringkan badanku. Aku menatap ceriman besar yang memang tersedia didalam kamar mandi ini. Aku menatap bayangan tubuhku yang dipantulkan oleh cermin itu. Huhhh..badanku memang sangat tidak menarik,dengan tinggi tubuh yang standar hanya 158 cm,dan berat badan yang sedikit tidak sesuai dengan tubuhku.Aku mengangkat kedua tanganku membentuk huruf u,kuperhatikan bagian lenganku,aku sangat membenci bagian yang ini,lemakku seakan bertumpuk disitu.Aku mendecakkan lidah kesal,berharap biaya operasi sedot lemak tidak mahal.(dubrak!! Ampun dech ni orang ~ ~’). Kemudian aku beralih menatap wajahku,ya disinilah kelebihanku,aku termasuk cantik,mataku cukup besar untuk ukuran orang korea,dan ini asli,terbesit perasaan bangga dalam diriku aku memasang senyum terbaikku dan menatap kaca besar itu,aku berputar sebentar yang membuat rambutku sedikit tergerai kemana-kemana. Dan tanpa diduga olehku, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka !!! ANDWEI !! penyakit pikunku dalam mengunci pintu kambuh,aku lupa mengunci pintu kamar mandi. Jung soo berdiri disana dia membatu melihatku tanpa ekspresi. Aku masih menggunakan handuk yang menutup tubuhku. Jung Soo menatapku sedikit bingung. Ya TUHAN !! ingin sekali rasanya aku membelah bumi ini dan menceburkan diriku langsung kedalamnya. Urat maluku serasa muncul disetiap kulitku,tapi aku hanya bisa terdiam,kami berdua bertatapan,lidahku terasa mati rasa.
“ Aku tidak tahu bila ada orang didalamnya,pintunya tidak terkunci !! Maaf !! “ ucap Park Jung Soo,lalu perlahan dia menutup pintu kamar mandi itu lagi. Aku semakin ingin bunuh diri ,aku terduduk dilantai kamar mandi,dan memukul-mukul kepalaku sendiri . “ Babo !! babo !! babo !! pintu kamar mandi saja sampai tidak kau kunci Hyun Ae !! Tidak berguna !! “ umpatku kesal kepada diriku sendiri, aku menatap pintu kamar mandi merana,aku tidak akan berani bertemu dengannya,lebih baik aku mati saja !! selamat tinggal malaikatku !!
.Tok!! tok!! Tok!! Aku mendongak lagi,terdengar suara lembut Jung soo dari luar “ Kau tidak apa-apa?? “ tanyanya, aku semakin meringis mendengarnya .Kupaksakan mulutku untuk bersuara “ N..ne…” ucapku lemah.

~
Aku hampir tidak berani menatap Jung Soo. Saat sarapan pun aku hanya bisa tertunduk malu. “ Hyun Ae~ya !! Kenapa kau tidak makan ??” tanya Je in mengagetkanku. Aku segera menatapnya terkejut “ O..ne..aku makan kok” memasukkan nasi kemulutku dengan asal “ ehm..i..ini..enak sekali..hahaha..kau juga makan yang banyak..” terdengar sangat aneh sekali perkataanku,akupun bisa merasakan Je in dan Jung Soo menatapku bingung. Aku mencoba memasang wajah tembok dan kembali memasukkan nasi tanpa lauk apapun kedalam mulutku dan memakannya, berusaha untuk tidak muntah .

Aku memberi tahu Je in bahwa aku mau pulang sebentar kerumahku,Je in sempat menahanku karena hari ini sebenarnya dia ingin mengajakku untuk pergi bersamanya ketaman hiburan,tetapi aku menolaknya,bagaimana bisa aku bersenang-senang setelah kejadian memalukan tadi pagi.Dan akhirnya Je in memutuskan untuk menunda jalan-jalannya karena dia ingin jalan-jalan bersamaku juga.Aku sedikit merasa bersalah kepada gadis itu,tetapi rasa maluku jauh lebih besar, sehingga aku tetap memutuskan pulang kerumahku.

~
Aku kembali menjalani aktifitasku. Aku sampai dirumah Je in,dan siap mengantarnya kesekolah. Jung Soo keluar dari kamarnya,dia telah berpakaian rapi dengan setelan jas lengkap,aku mendengar dari Je in bahwa ayahnya ini akan 3 bulan disini,karena dia akan mengurusi perusahaan kakeknya sebentar yang akan bekerja sama dengan salah satu mitra bisnisnya di Kanada.Aku berusaha menjaga pandanganku agar tidak menatap Jung Soo yang aku yakin sekali sangat tampan hari ini,ah dia memang selalu tampan. Aku mencoba melupakan kejadian kemarin,berusaha keras menganggapnya kejadian yang tidak penting. Untungnya Jung Soo tidak pernah membahas itu,dan bersikap sangat biasa kepadaku, yah walaupun aku sedikit kecewa karena itu tandanya dia tidak tertarik padaku.
Jung Soo mengantar aku dan Je in kesekolah. Je in seperti biasa menunjukkan ekspresi tidak sukanya karena kembali kesekolah,tetapi Jung Soo dengan jiwa ayahnya yang sangat kuat memberikan pengertian kepada anaknya itu, dan sangat berhasil membuat Je in sedikit tersenyum dan masuk kesekolahnya dan senyuman kecil . Jung Soo menawarkanku untuk mengantarku ketempat biasa aku mengambil buku-buku yang akan kuterjemahkan.Aku sempat menolaknya tetapi dia berusaha tetap menawarkan padaku,sehingga akupun menyerah dan tidak bisa menolaknya,dan jujur saja hatiku berteriak senang. Hehehe!! (^///^)’ .Aku menyuruhnya untuk tidak mengantarkanku kembali kerumah karena aku merasa dia sudah harus berangkat kerja. Akhirnya dia setuju dan aku kembali keapartemen Je in untuk menunaikan tugasku dalam menerjemahkan buku-buku tebal yang sekarang sudah menumpuk ditanganku.

~
Kami bertiga sedang berkumpul diruang tengah,tetapi dengan kesibukan masing-masing. Jung Soo dengan laptopnya,matanya terfokus pada barang elektronik itu sepertinya sedang mengerjakan tugas-tugasnya dikantor, sedangkan aku masih menerjemahkan satu buku lagi tentu saja dengan laptopku sendiri. Berbeda dengan aku dan Jung Soo ,Je in sedang menyelesaikan lukisan fantasinya yang berhubungan dengan novel terbaru karangannya.Kami asik dengan kegiatan kami masing-masing. Hingga sampai Je in bersuara, perlahan dia menghentikan kegiatannya lalu menatapku
“ Hyun Ae~ya !!” panggilnya. Aku menghentikan kegiatanku lalu balas menatapnya. “ Aku bosan,,” ucapnya manja,aku tersenyum. Jung Soo masih begitu asik dengan pekerjaannya. “ Lalu kau ingin melakukan apa??” tanyaku . Dia tampak berfikir kemudian tersenyum “ Ehm..ajari aku cara memakan kacang dengan cara melemparkannya keatas ..” ucapnya polos. Seketika senyumku menghilang, anak ini memintaku melakukan hal itu, aku sebenarnya tidak keberatan melakukannya,tapi itu jika aku hanya berdua dengannya. Tetapi kali ini ada ayahnya yang sekaligus adalah malaikatku,mana mungkin aku menjatuhkan pamorku dihadapannya.ckckckck. Tetapi yang justru membuatku kaget,Jung Soo tiba-tiba menghentikan pekerjaannya lalu menatap aku dan Je in tampak tertarik.Je in medekatiku dan duduk disampingku “ Ayo ajari aku Hyun Ae~ya!! Aku juga ingin melakukan sebaik kau “ ucapnya, aku tertawa canggung,apa yang menarik dari itu,hanya makan kacang saja,cuman caranya yang berbeda.Aku menelan lidahku dan seperti biasa aku tidak bisa menolak permintaannya.huhh!! aku benar-benar lemah !!
“ Kau bisa melakukan hal itu ?? Aku juga ingin melihatnya ..” ucap Jung Soo tiba-tiba dan sungguh mengejutkanku.Apa ini !! benar-benar anak dan ayah yang mirip,bahkan hal tidak penting itu ingin mereka lihat dariku. Tetapi berhubung Jung Soo juga memintanya itu membuatku semakin tidak bisa menolaknya. >.< .
“ e..ehm..baiklah..” ucapku pasrah.Dengan cepat Je in berlari kemeja makan dan mengambil satu toples kacang yang memang selalu ada disitu. Dia kembali dengan cepat ketempatku dan meletakan toples itu dengan bersemangat “ Ini !! “ ucapnya terlihat sekali tidak sabar ingin melihatku melakukan hal konyol itu.
“ Ayo cepat lakukan Hyun Ae~ya !! “ kata Je in lagi,aku membuka tutup toples itu,lalu mengambil beberapa kacang,aku menatap Je in lalu mencoba tersenyum “ Sekali saja ya..” ucapku .Gadis itu mengangguk asal. Aku mengalihkan pandanganku dan tidak sengaja bertatapan dengan Jung Soo,dia tersenyum seolah memberi semangat kepadaku, yang justru membuatku menjadi gugup . Aish!! Kenapa aku harus mau melakukan ini. Entah kenapa aku jadi begitu gugup,aku sudah terbiasa melakukan ini didepan Je in,tetapi kali ini aku melakukan didepan orang yang kusukai,itu yang membuatku sangat gugup. Aku bersiap untuk melempar kacang itu keatas,dan kedua penonton yang ada dihadapanku terus menatapku selah-olah aku akan menampilkan pertunjukan sulap spektakuler.Akhirnya kacang itu aku lempar keatas, aku bersiap membuka mulutku untuk menangkap kacang itu ,aku membuka mulutku sambil menengadahkan wajahku keatas ,kacang itu meluncur kebawah, tetapi….

MELESET, kacang itu tidak masuk kedalam mulutku,tetapi jatuh mengenai hidungku,lalu menggelinding kelantai, Je in tampak kecewa dengan hasil yang dia saksikan, sedangkan Jung Soo aku bisa melihatnya menahan senyum melihat kejadian tadi,tentu saja aku pasti terlihat sangat konyol dimatanya.” Sayang sekali gagal ~~ “ ucap Je in, “ Kita bisa mencobanya lagi..” usul Jung Soo yang masih belum bisa menyembunyikan senyum gelinya.” Ne..ayo coba lagi Hyun Ae~ya..” kata Je in mencoba memberiku semangat, “ Fighting Hyun Ae~ssi !! “ kata Jung Soo kepadaku,sekali lagi aku mengambil kacang dari dalam toples, Baiklah kali ini aku tidak akan gagal !! Semangat dari Jung Soo tadi sedikit menjadi obat penguat buatku ,sedikit berlebihan sich tapi itu memang kenyataannya. Aku menarik nafasku dan membuangnya perlahan,entah kenapa suasana tampak sangat tegang,padahal yang kulakukan hanyalah salah satu hal paling tidak penting didunia. Aku melemparkan kacang itu keatas,dan sekali lagi menengadahkan wajahku keatas sambil membuka mulutku,kali ini aku bisa melihat kacang itu dengan baik dan tau arah dia jatuh. HAP !!! Kacang itu jatuh tepat kedalam mulutku, aku berhasil !!! Terdengar teriakan senang dari Je in dan tepuk tangan dari Jung Soo ,kedua orang itu tertawa lepas melihatku karena berhasil  melakukannya,dan aku hanya bisa tersenyum kecut sambil mengunyah kacang keberuntunganku. Semalaman itu aku habiskan buat mengajari Je in cara makan kacang seperti itu, benar-benar konyol ,tetapi aku justru semakin merasa menyukai kedua orang ini.

~
Sudah 2 minggu Jung Soo di korea, jujur saja dia benar-benar ayah dan teman yang sangat baik,ya bahkan sekarang aku berani menganggapnya teman karena dia juga bersikap kepadaku bukan seperti aku bekerja padanya tetapi benar-benar sebagai teman, tapi aku mengharapkan lebih dari sekedar teman sebenarnya. Minggu ini rencana kami untuk ketaman hiburan akan segera terlaksana, aku tidak punya alasan lagi untuk menolaknya, ya kalau aku bisa memberi tahu mereka bahwa tempat yang paling tidak ingin kukunjungi adalah taman hiburan,akan banyak permainan mengerikan disana,dan itulah yang sangat aku hindari. Tetapi apa dayaku ,aku hanya bisa mengiyakan ketika Jung Soo mengajakku untuk menemaninya dan Je in ketaman hiburan karena Je in juga ingin sekali aku ikut.Mana mungkin aku menolak permintaan malaikatku itu.
Aku menggunakan pakaian terbaikku,tentu saja karena aku ingin terlihat cantik,kkkkkk~~.Aku memandang bayanganku dicermin,dan tersenyum manis. Ah aku memang cantik. Terdengar suara mobil yang familiar ditelingaku,mereka sudah datang. Aku berjalan keluar pintu, dan melihat Je in sudah keluar dari mobil ,dia berjalan cepat menghampiriku yang baru saja menginci pintu rumahku. “ Hyun Ae~ya !! Kau sudah siap?? “ tanyanya. Aku tersenyum dan mengangguk kepadanya. Jung Soo belum keluar dari mobilnya, tetapi tidak lama kemudian Jung Soo keluar dari mobilnya, aku tidak bisa berkata apa-apa,dia benar-benar sangat berbeda kali ini,menggunakan celana jeans santai dan kaos putih dengan garis-garis hitam dipadu jaket sport yang sangat pas ditubuhnya. Oh Tuhan!! Aku jantuh cinta untuk yang kesekian kali padanya. Aku kembali menelan ludahku,mengatur detak jantungku,tidak ingin ada yang mendengarnya bahkan aku sendiri tidak ingin mendengarnya. Dia menghampiriku lalu tersenyum “ Ayo kita berangkat !! “ucapnya, dia membukakan pintu depan penumpang untukku,aku sedikit terkejut,dia menawariku duduk disampingnya didepan !! Kurasakan tubuhku didorong oleh Je in yang membuatku berjalan mendekat kepintu mobil itu, “ Masuklah Hyun Ae~ya ..” ucap Je in “ Kita harus segera berangkat ..” ucapnya . Aku dan Jung Soo tidak sengaja saling bertatapan, entahlah apa hanya perasaanku saja ,tapi kurasakan tatapannya kali ini berbeda !! Ah !! Aku semakin mencintainya~~~~