Jumat, 14 Oktober 2011

Scent Of A Woman episode 3


Kim Sun Ah as Lee Yeon Jae
Lee Dong Wook as Kang Ji Wook
Eom Ki Joon as Chae Eun Seok
Seo Hyo Rim as Se Kyeong

Ji Wook mengenalkan dirinya dan mengira kalau Yeon Jae adalah "Nona Lee" guidenya untuk tur kali ini. Mereka bersalaman dan yachtnya mulai bergerak, membuat Yeon Jae jatuh ke pelukan Ji Wook.

Ji Wook melepaskan Yeon Jae, kau tidak apa-apa?

Yeon Jae menjawab tidak apa-apa. Ji Wook tanya apa ada hal khusus yang bisa dilihat untuk tur ini. Yeon Jae heran kenapa Ji Wook ke Jepang, apa untuk bisnis atau liburan.

Ji Wook mengira Yeon Jae tidak mendapat keterangan sebelumnya. Ji wook berkata ia ke sini untuk wisata. Ji wook minta Yeon Jae tidak terlalu terbebani.
Ji Wook jalan ke tepi yacht dan Yeon Jae mulai minta maaf, ia ingin menjelaskan kesalahpahaman ini. Ji Wook heran kenapa minta maaf?

Yeon Jae memandang Ji Wook dan berubah pikiran ia berkata : Maaf aku harus berdiri di dekatmu.
Ji Wook berkata Yeon Jae seharusnya tidak perlu sampai menyewa yacht mahal karena ini tidak akan masuk dalam paket wisata. Ji Wook ingin kembali karena merasa tidak banyak yang dilihat.

Yeon Jae mencegahnya, mereka belum berlayar jauh.
Ji wook tidak tertarik, untuk apa, berlayar 20 menit lagi juga tidak akan melihat apapun.

Yeon Jae membenarkan, tapi tidak semua orang bisa berlayar dengan yacht. Seberapa sering kau bisa mengalami ini dalam hidupmu? Apa kau tahu semahal apa ini?
Ji Wook mengijinkan Yeon Jae melakukannya, baiklah aku akan membayar biayanya.

Ji Wook turun ke bagian dalam yacht dan Yeon Jae merasa kagum, wow..orang kaya benar2 berbeda. Menyewa yacht 5 juta Won sehari, bagaimana bisa begitu berbeda?

Yeon Jae ikut menikmati udara segar, tapi sadar kalau seharusnya ia tidak melakukan ini.

Yeon Jae turun ke bawah dan melihat Ji Wook tidur, Yeon Jae berubah pikiran dan berkata kalau bukan hal buruk saja yang bisa terjadi padanya.

Lalu berkata sendiri, "maaf Nn. Lee" tapi memang benar kalau aku ini juga Nn. Lee (hahaha....hal baik pantang ditolak ya..)

Miss Lee yang asli kebingungan mencari Ji Wook dan telp ke kantornya, tanya apa Tuan Kang sudah tiba atau belum. Mereka berkata sudah, dan heran kenapa Lee belum bertemu pria itu.

Ji Wook mendapat telp dari Presdir Kang. Ji Wook berkata ia sedang ada di tengah lautan. Apa kau ingin memanfaatkan ini untuk memberikan perintah baru, Ayah? Ji Wook berkata ia tidak mungkin main-main karena dia takut pada ayahnya.
Ji Wook : Kalau kau sulit mempercayaiku, kesini saja sendiri.

Ji Wook tanya ke Yeon Jae, apa jadwal mereka. Yeon Jae berkata jadwal pribadi. Ji Wook setuju dan berkata bukan masalah.
Ji Wook dapat telp lagi dari kantor turis dan berkata kalau dia sudah bertemu dengan "Nn. Lee" lalu minta mereka tidak cemas. (Ji Wook lebih suka "Nn. Lee" yang ini haha)

Di klinik Dr. Chae. Para dokter dan perawat asyik membaca blog yang memuat karikatur seorang dokter, mirip dr. Chae Eun Seok. Mereka berkata kartun itu memang mirip Dr. Chae, tapi sepertinya Dr. Chae asli tidak sebrengsek ini.

Dr. Chae muncul, kalian tidak bersiap untuk kunjungan keliling? Ada apa?
Mereka bergegas melakukan tugas karena tidak ingin kena masalah dengan Dr. Chae hahaha..

Dr. Chae menemui pasien pertama, seorang pria yang menderita sakit di bagian empedunya, cairan empedu mengalir ke atas dari usus kecil ke lambung dan kerongkongan. Itu karena penyempitan usus kecil.

Dr. Chae berkata bisa memasang balon/stent di dalam kantung empedu untuk membuka penyempitan. Tapi karena usia dan juga kondisi pria itu, maka akan ada resiko dalam operasi implantasinya.
Pria itu marah2, jadi apa kau akan membiarkanku seperti ini?

Dr. Chae minta pria itu menunggu dan berkata meskipun marah2 juga tidak akan mengubah apapun. Tunggu saja.

Seorang wanita berkata sudah muntah sepanjang hari sejak kemarin, kenapa Dr. Chae mengubah pengobatannya. Dr. Chae berkata ia tidak mengubah pengobatan-nya untuk memperburuk wanita itu, tapi karena memang obatnya tidak efektif lagi.
Chae : Lagipula, kau sudah menyetujuinya, kan? Kau tidak ingat?

Singkat kata ini dokter memang membuat pasien semakin bludreg hahaha..tapi Eom Ki Joon benar2 brilian.

Contoh, Dr. Chae pergi begitu saja saat melihat kamar pasien kosong, padahal di pasien sedang ada di toilet. Chae tidak akan mengijinkan pasien itu pulang kalau pasien itu tidak ada di tempat saat kunjungan dokter besok pagi. Ha!

Dr. Chae menyuruh seorang pasien pulang saja karena kondisinya tidak akan membaik meskipun sudah dirawat lama sekali.
Suami pasien itu marah, sebagai dokter apa kau ingin melihat pasienmu mati?

Dr. Chae berkata ia sudah membantu memperpanjang hidup istri pria itu, karena sebenarnya wanita itu hanya bisa hidup 3 th lagi dan ia sudah hidup lebih dari 5 th lagi (sejak diagnosa), apa ini tidak tanggung jawab?
Dr. Chae minta mereka pulang saja dan memberikan kamar ini untuk pasien lain.

Yeon Jae mengajak Ji Wook melihat orang2 berkostum seperti pertunjukan barongsai dan tanya, menarik kan?
Ji Wook : Pasti panas sekali. (maksudnya orang yang mengenakan kostum itu)

Ji wook mengajak Yeon Jae jalan terus tapi Yeon Jae menahan bahu Ji Wook, kau harus melihat ini sebelum pergi.
Yeon Jae mengajak Ji Wook menemui seorang wanita tua di Okinawa, wanita paling tua di Jepang mungkin, usianya sudah 92 th dan masih sangat sehat.

Yeon Jae : Apa kau tidak iri? Bisa tua dan sehat.

Yeon Jae menunjuk sebuah pohon, namanya "Kajimaru" dulu, ada seorang Korea tinggal di Okinawa. Dia benar2 sangat disukai disini. Satu hari pria itu harus kembali ke Korea Selatan. Orang2 tidak mengijinkannya pergi dan minta ia tetap disini.

Mereka menahan pria itu "Kajimaru"! (bahasa Korea untuk jangan pergi = Kajima) Jadi mereka menamakan pohon ini : Kajimaru. Pohon jangan pergi. Lucu kan?

Ji Wook : Tidak.
Yeon Jae : Jelas lucu.
Ji Wook : Tidak lucu.
Yeon Jae menggandeng lengan Ji Wook, ini sangat lucu! Ji wook tersenyum sedikit saat jalan pergi.

Yeon Jae ingin beli ice cream. Ji Wook protes, apa mereka harus makan, merasakan dan menyentuh segalanya baru puas? Jika terus seperti ini, waktunya akan segera berakhir.

Yeon Jae tidak peduli dan berkata kalau es krim ketela ungu disini sangat terkenal. Kita coba saja.
Ji Wook tidak mau.

Yeon Jae mendaftar makanan dan tempat yang terkenal dengan makanan itu.
Tidak makan kimbap di Chungmu (terkenal kimbapnya), tidak makan bibimbap di Jeonju dan tidak makan kue kenari di Cheonan, tidak masuk akal sama sekali.

Ji Wook berkata ia kesini bukan untuk main2 tapi untuk kerja.

Yeon Jae berkata justru itu yang harus dilakukan Ji Wook, bukankah tugasmu membuat paket liburan, jika kau tidak mencoba segalanya, merasakan, dan melihat apa menyenangkan atau tidak bagaimana bisa mengatakan ke orang2?
Yeon Jae beli ice cream dua dan membayarnya.

Nn. Lee asli marah-marah dan mengeluh ke kantor, kau bilang ia akan telp aku.
Orang kantor bingung, bukannya kau sudah bertemu dengannya?
Lee : Siapa yang bertemu siapa?

Yeon Jae mencari uang kecil dan Ji Wook menawarkan diri untuk membayar, Yeon Jae berkeras. Ji wook mengalah, ya sudah kau yang bayar.

Ji Wook dapat telp lagi dari kantor, kau dengan siapa sekarang?
Ji Wook : Apa maksudmu? tentu saja dengan Nn. Lee. Apa katamu?

Belum selesai bicara, ada seorang pria menabrak Ji Wook. Ponsel Ji Wook jatuh. Orang itu copet.
Yeon Jae bergegas mengejar pria itu. Ji Wook menahannya dan berkata hanya ada uang dan kartu dalam dompet.

Yeon Jae tidak percaya : Tentu saja ada uang dan kartu kredit di dalamnya, mana mungkin ada batangan emas?

Yeon Jae mengejar copetnya, ia memukul copet itu sampai terjatuh. Ji Wook berhenti dan tanya apa Yeon Jae baik2 saja, tapi Yeon Jae minta Ji wook mengejar saja copetnya.

Pencopet lari ke arah Yeon Jae. Yeon Jae melempar sepatunya, maksud hati ingin memukul si copet tapi justru kena muka Ji Wook.

Oh tidak..jangan wajahnya Lee Dong Wook.

Yeon Jae : Kau tidak apa-apa?
Pria dengan tatto lucu dari hotel itu muncul dan menghadang pencopet.

Copet itu marah, karena ini adalah wilayah Inagawa (nama Yakuza lokal). Tapi paman itu langsung memukul si copet dan mengambil dompet Ji Wook.
Tanpa bicara, paman itu melempar dompet ke Ji Wook. Pria itu langsung pergi.

Yeon Jae mendekati Ji Wook dan tanya apa sakit sekali. Ji Wook kesal, apa ini seperti tidak sakit.
Yeon Jae ingin melihat tapi Ji Wook tidak mau menunjukkan wajahnya, sudahlah.

Yeon Jae kesal kenapa Ji Wook ada di situ, sehingga kena sepatunya.
Ji Wook : Sekarang kau menyalahkanku?
Yeon Jae : Bukan seperti itu, ini karena aku kesal (karena memukul Ji Wook).

Ji Wook tidak mengerti kenapa Yeon Jae harus mengejar copet itu, dia bisa saja punya pisau, apa yang akan kau lakukan kalau seperti itu?
Yeon Jae berkata paling tidak mereka mendapatkan dompet Ji wook kembali, atas bantuan paman itu.

Ji Wook ingin mengakhiri jadwal mereka hari ini. Yeon Jae tidak mau. Apa kita bisa melakukan satu hal lagi dan mengakhiri hari?
Perut Yeon Jae bunyi, ia lapar dan ingin mencari makanan.

Yeon Jae membawa Ji Wook ke sebuah restoran, sambil menyiapkan kompres untuk Ji Wook, ia berkata kalau restoran ini sangat terkenal di Okinawa. Kalau ke Jepang harus kesini.

Yeon Jae minta Ji Wook meletakkan kompres di dahinya. Ji Wook menolak dan minta Yeon Jae mengompres sikunya saja, memarnya sudah mulai kelihatan.
Ji Wook menarik lengan Yeon Jae dan mengompres sikunya.

Ji Wook : Makanan apa yang enak disini?

Sementara itu di kantor Line Tour pengganti Yeon Jae tiba. Tidak lain adalah Yu Hye Won, teman dekat Yeon Jae.
Boss mengeluh karena tidak mendapat staf wanita yang muda dan enerjik. Ini benar2 membuat frustrasi. Boss minta Yun Bong Gil (staf yg suka mengambil koin) untuk menunjukkan meja Hye won.

Yun melihat ada stapler di kursi dan ingin mengambilnya. Otomatis Hye Won menduduki tangan Yun.

Yeon Jae minta Ji Wook mencicipi makanan khas Okinawa. Cobalah, enakkan?
Ji Wook : Lumayan juga, apa namanya?
Yeon Jae : Lee Yeon Jae.

Ji Wook : Bukan, maksudku apa nama makanan ini?
Yeon Jae : Ikasumi yakisoba (mie goreng dengan tinta cumi)
(Yeon Jae bercanda dengan plesetan bahasa Jepang-Korea)

Yeon Jae tanya lagi, siapa nama orang yang suka kentut di Jepang? Akakiko Tokigo (dalam bahasa Korea sepertinya lucu)
Siapa nama orang yang paling menderita di Jepang? Tonakawa Sujima. (Ngga tahu dimana lucunya)

Ji Wook akhirnya ketawa, tapi karena melihat saus di mulut Yeon Jae. Yeon Jae berkata kalau mulut Ji wook juga penuh saus. Keduanya geli.

Setelah makan, keduanya jalan-jalan ke pantai. Ji Wook mengintip lubang di sebuah batu karang.
Yeon Jae tersenyum pada Ji Wook dari lubang satunya.

Yeon Jae memberikan hermit crab kecil pada Ji Wook, Ji Wook tersenyum geli melihat kepolosan Yeon Jae.

Se Kyung bertemu kakaknya. Se Kyung datang karena urusan pekerjaan. Kakak Se Kyung minta dikirim set teh itu padanya juga karena setelah Wilson pergi, jadwal kakak Se Kyung juga kacau.

Kakak : Kali ini, ayah juga tidak mengatakan apapun, ya kan? Dia pasti baik padamu, kau menyebabkan masalah tapi ayah tidak memarahimu.
Se Kyung : Ini tidak bisa dikatakan masalah dan tidak mempengaruhi bisnis.

Kakak : Jika aku menghamburkan uang sebanyak itu untuk wanita murahan, ayah mungkin akan memindahkan kepemilikan dept store ini padamu.
Se Kyung : Bagaimana kau tahu?

Kakak : Adikku sayang, bagaimana bisa kakakmu ini tidak mengetahuinya? Jangan biarkan Kang Ji Wook tahu. Kau harus hati-hati.
(maksudnya, ayah sudah membuang banyak uang untuk mantan pacar Se Kyung)

Kakak Se Kyung berkata ia sudah cukup terkejut mendengar mereka akan menjadi satu keluarga dengan mereka, apalagi sekarang jadi rekan kerja.

Se Kyung mendelik kesal mendengarnya.

Ji Wook dan Yeon Jae kembali ke hotel. Ji Wook tanya apa Yeon Jae sengaja tinggal di hotel ini karena dirinya.

Yeon Jae : Tidak. Aku bukan penguntit. Aku...Kepala Departemen..aku tidak tahu kalau kau ke Jepang.
Ji Wook merasa lega, ia pikir Yeon Jae harus tinggal disini karena dirinya. Dimana rumahmu?

Yeon Jae : Ah, itu...itu..tidak dekat.
Ji Wook tanya apa Yeon Jae tinggal di Okinawa. Yeon Jae mengaku, ada yang harus kukatakan. Aku mungkin bukan Nn. Lee yang kau maksud.

Ji Wook tanya apa maksudnya. Yeon Jae sebenarnya ingin menjelaskan tapi Nn. Lee guide muncul. Ia memanggil Ji Wook.

Sekilas kaya Julia Prez ya? hehehe...

Lee : Tuan Kang Ji Wook? Apa yang terjadi? ponselmu mati dan aku tidak bisa menghubungimu. Apa kau tahu betapa sulitnya aku sepanjang hari ini?

Ji Wook : Kau siapa?
Lee : Aku seharusnya menjadi pemandumu hari ini, Lee Joo Young.

Ji Wook bingung dan tanya Yeon Jae apa yang terjadi. Yeon Jae menjelaskan, dia bukan Lee yang seharusnya ditemui Ji Wook.

Ji Wook heran, kalau begitu kenapa menemaninya hari ini? (karena Ji Wook keren? haha)

Yeon Jae berkata itu karena ia cukup bahagia bisa bertemu dengan Ji Wook dan kalau aku juga Nn. Lee. Namaku Lee Yeon Jae. Nn. Lee.

Lee-guide : Omo! bagaimana bisa ada wanita seperti ini? Apa dia penipu? Apa kau kehilangan sesuatu?
Yeon Jae marah, bagaimana kau bisa mengatakan hal ini?

Ji Wook minta guidenya berhenti, tidak ada yang hilang. Lee-guide tetap berkata kalau Yeon Jae aneh, kemana dia membawamu, apa dia mengajak ke tempat aneh dan minta kau beli sesuatu?
Ji Wook : Tidak. Pergi ke tempat yang layak dikunjungi. Besok pagi, kita pergi dan melihat lagi, bagaimana?

Lee-guide setuju, ya besok pk. 9 pagi. Ji Wook pergi dan si guide itu masih berkata kalau Yeon Jae aneh.

Ji Wook memikirkan kata-kata Yeon Jae, kalau ia bahagia bertemu dengan Ji Wook, tidak punya kesempatan untuk menjelaskan dan kalau namanya memang Nn. Lee.

Se Kyung berpikir mengenai kata-kata ayahnya, yang lebih baik membiarkan Se Kyung merasa kalau pacar sampahnya itu benar2 cinta sejatinya daripada mengatakan yang sebenarnya pada Se Kyung.

Se Kyung menghapus semua foto-foto mantan pacarnya dari ponselnya. Se Kyung mengluarkan tiket pertunjukan yang diberikan Ji Wook.

Yeon Jae telp ibunya. Tapi ibunya menjawab dengan marah, apa? apa sekarang?
Yeon Jae heran, kenapa menjawab telp dengan marah?

Ibu marah karena toiletnya mampet. Air bocor kemana-mana, Semuanya berantakan!
Yeon Jae menghela nafas, buka saja sumbatnya, kita punya kan?
Ibu berkata sudah melakukannya, sudahlah tutup saja telpnya. Aku sibuk!

Yeon Jae : Aku tahu dia akan seperti ini. Apa yang kuharapkan darinya?

Yeon Jae keluar untuk jalan-jalan. Ia melihat gladi resik sebuah pernikahan dan paman dengan tatto lucu itu juga lihat.

Yeon Jae mengucapkan terima kasih untuk bantuan paman itu dengan dompet Ji Wook tadi. Yeon Jae menunjuk ke arah pengantin, ah...bukankah itu indah?
Tapi paman itu tidak mengatakan apa-apa dan pergi.

Yeon Jae heran, kenapa dia memperlakukanku seperti itu? Ia melihat langit dan mengagumi bintang2. Semoga ada bintang jatuh, agar aku bisa membuat harapan.
Yeon Jae berharap : Jatuh, jatuh, jatuh..

Yeon Jae bertemu Ji Wook lagi. Keduanya terkejut. Yeon Jae minta maaf karena sudah mengacaukan jadwal pekerjaan Ji Wook hari ini.

Ji Wook : Meskipun agak konyol, tidak ada yang terjadi. Aku juga merasa sama saja meskipun pergi dengan orang lain. Semua lokasi wisata sama saja.

Yeon Jae tanya apa Ji Wook akan pergi dengan Nn. Lee-guide besok pagi. Ji Wook membenarkan. Yeon Jae memberi usul, ia tahu mungkin ia terlalu lancang, tapi untuk tur besok pagi jangan seperti hari ini.

Ji wook harus mengubah sikapnya, untuk setiap tempat yang baru, Ji Wook harus melihat, merasakan, menyentuh dan mencicipi. Kau harus merasakan-nya sendiri. Jika kau tidak mencobanya, maka itu tidak seru. Bagaimana kau bisa mengatakan kalau itu adalah wisata yang hebat, jangan menganggap itu hanya pekerjan. Bersenang- senanglah, maka kau akan mendapatkan paket wisata yang lebih baik.
Yeon Jae : Paket wisata yang kau buat, bagi seseorang bisa saja adalah wisata pertama atau terakhir kalinya sebelum mereka meninggal dunia.

Yeon Jae pergi. Membuat Ji Wook merenungi semua kata-kata Yeon Jae.

Dr. Chae menemui bossnya. Kepala klinik ingin Dr. Chae mempromosikan obat anti penuaan-nya. Tapi Chae menolak.
Lalu bossnya minta Dr. Chae mengetes obat barunya pada pasien Lee Yeon Jae. Usianya 34 th, stadium akhir kanker kelenjar empedu. Bukankah mencoba beberapa macam obat dan cara itu baik?

Dr. Chae berkata kalau pasien itu ingin menunda perawatan selama mungkin. Bossnya heran, apa ingin mencoba pengobatan alternatif?
Dr. Chae tidak tahu. Bossnya minta Dr. Chae menyelidiki apa Yeon Jae pergi ke RS lain, telp dia dan yakinkan sekali lagi.

Dr. Chae teringat kata-kata Yeon Jae, kalau mereka adalah teman SD yang baru saja bertemu setelah 20 th, bagaimana Chae bisa berkata seperti itu padanya.

Ji Wook bertemu dengan Nn. Lee-guide. Ji Wook sudah membawa baju berenang karena akan pergi ke pantai. Nn. Lee membenarkan, berjemur dan snorkeling adalah hal yang harus kau alami.
Ji Wook melihat Nn. Lee-guide yang dalam kondisi "heavy-make up mode", ia ragu, kau sepertinya bukan orang yang melakukan itu (berjemur dan menyelam)

Nn. Lee-guide tidak suka dengan kegiatan itu, aku takut kulitku jadi hitam. Sinar UV bisa menyebabkan penuaan dan juga berbahaya.

Ji wook melihat Yeon Jae. Yeon Jae hanya membungkuk saja dan pergi. Ji Wook seperti berubah pikiran.
Nn. Lee-guide : Kita berangkat sekarang?
Ji wook : Aku benar2 minta maaf. Dibandingkan Nn. Lee asli, kukira Nn. Lee palsu jauh lebih menarik.
Ji Wook tersenyum. Ia menyusul Yeon Jae dan ikut pergi dengan taksi ^_^

Ji Wook main bersama Yeon Jae. Menyelam, jalan-jalan dan berdiri di atas batu karang.

Pantai Okinawa memang jernih, tidak kalah dengan Jeju..

Terumbu karangnya juga lumayan bagus.

Yeon Jae mengagumi pemandangannya. Ji Wook geli dan berkata hidup Yeon Jae pasti sangat menyenangkan, karena semua tampak baru dan menarik baginya.

Yeon Jae : Hidup sungguh menyenangkan. Aku tidak tahu hari seperti ini akan datang padaku, bahkan tidak dalam mimpi.
Ji Wook : Hari seperti apa hari ini?

Yeon Jae : Siapa aku, apa yang terjadi denganku, sehingga aku bisa melupakan semuanya. Hari seperti ini.
Ji Wook tersenyum.

so gorgeous...
Dr. Chae minta perawat telp Yeon Jae. Perawat minta Dr. Chae melakukannya sendiri. Akhirnya perawat itu telp juga, tapi tidak dijawab.
Dr. Chae : Kita coba saja nanti.

Dr. Chae bertemu suami pasien kankernya, pria itu memohon agar Dr. Chae melanjutkan pengobatan istrinya. Pria itu bersedia membayar berapapun.

Dr. Chae berkata kalau mereka tidak akan mengobati istri pria itu lagi. Diobati atau tidak, istrinya akan segera meninggal.

Ia menangis karena istrinya merasa lebih baik jika minum obat, tapi begitu mendengar perkataan Chae, istrinya merasa akan meninggal.

Dr. Chae : Memberikan waktu untuk bersiap bagi orang di saat terakhir sebelum mereka meninggal juga adalah tanggung jawab walinya.
Pria itu melihat ke belakang Dr. Chae, sayang....

Ternyata pasien wanita itu berdiri di belakang suaminya dan mendengar semuanya. Ia jatuh terduduk karena syok. Dr. Chae tidak peduli dan jalan terus.

Yeon Jae menunjukkan kapel pernikahan yang terkenal di Okinawa, lalu melihat ada upacara pernikahan disitu. Yeon Jae senang sekali karena bisa ikut menyaksikan pernikahan.

(Salah satu daya tarik Okinawa adalah kapel pernikahan, yang sengaja dibangun dengan luar biasa bagus, kebanyakan di tepi pantai dengan altar menghadap laut yang biru.)

Pasangan yang menikah adalah pasangan yang kemarin melakukan gladi bersih.

Yeon Jae dan Ji Wook berdiri di belakang kapel dan menyaksikan pasangan mengucapkan janji.

Yeon Jae juga sadar kalau paman bertatto itu juga ikut melihat upacara dan tampak terharu. Yeon Jae heran dan merasa pasti ada sesuatu.

Setelah upacara itu, Ji Wook melihat pencopet yang kemarin, tapi sekarang bersama genknya. Yeon Jae juga melihat mereka dan takut, apa mereka datang mencari kita?
Ji Wook : Itu tidak mungkin.
Yeon Jae panik, bagaimana ini, lalu cepat-cepat lari.

Yeon Jae lari ke arah paman bertatto itu, ia berkata kalau pencopet kemarin datang lagi bersama teman-nya, mereka ingin menangkapmu. Cepat sembunyi!

Pemimpin genk itu menunjuk paman tatto, hei Murakawa! beraninya kau kembali ke Okinawa!

Murakawa : Jangan membuat kekacauan! Ini di kapel pernikahan.
Kepala genk mengancam apa ingin dikubur disini. Pencopet itu menunjuk Yeon Jae dan Ji Wook, lalu berkata kalau keduanya bekerjasama.

Yeon Jae mengajak Ji Wook lari. Ji Wook heran, mengapa? Apa salah kita?

Yeon Jae langsung lari. Ji Wook mau tidak mau ikut lari juga. Murakawa teriak dan minta keduanya cepat2. Ia naik ke perahu.

Ji Wook membantu Yeon Jae naik ke perahu, ia juga memukul salah seorang preman. Yeon Jae bertepuk tangan. Preman2 itu naik ke perahu lain dan mengejar mereka.
Ji Wook : Kemarin pencopet, sekarang yakuza, jika kita membuat paket liburan seperti ini, pasti akan sukses besar.
Yeon Jae : Siapa yang tahu kalau ini akan terjadi.

Dr. Chae tanya perawatnya lagi, apa dia masih belum bisa menghubungi Yeon Jae. Perawat itu ingat Yeon Jae pernah berkata "Pria jahat" apa maksudnya adalah Dr. Chae.

Dr. Chae dingin saja : Kapan kau melihat seorang dokter dipuji setelah mendiagnosa tumor (pada pasien-nya)?

Dr. Chae mendapat panggilan, pasien Kim Yu Shun dari kamar 607, dia sepertinya tidak bernafas.
Dr. Chae berusaha keras menyelamatkan pasien itu.

Mereka sampai di sebuah desa kecil.
Ji Wook heran, apa mereka memang harus mengikuti paman Murakawa itu, kapal ini kan sewaan mereka. Kita kembali saja.

Yeon Jae takut kalau para preman itu masih menunggu mereka. Ji Wook bicara sendiri, kalau tahu begini ia akan mengikuti Nn. Lee asli saja.
Yeon Jae kagum dengan cara Ji Wook memukul preman tadi.

Murakawa menemui seorang pria tua. Siapa disana?
Murakawa : Saya Murakawa.
Pria itu kaget dan memeluk Murakawa.

Desa ini adalah kampung Murakawa. Pria tua itu adalah orang yang dulu merawat Murakawa seperti anaknya sendiri.
Pria tua itu tanya kenapa Murakawa baru kembali sekarang. Murakawa berkata dia tidak membunuh Susuke. Itu kecelakaan.

Murakawa : Itu kecelakaan, tapi kelompok Inagaya ingin membunuhku, aku harus lari ke Tokyo. Aku panik dan meninggalkan Erika.

Yeon Jae menerjemahkan kata2 Murakawa ke Ji wook dan berkata kalau pengantin wanita yang mereka lihat di kapel tadi adalah putri Murakawa.
Yeon Jae tanya apa ada kamar, tapi pria itu hanya punya satu kamar untuk dipinjamkan pada mereka.

Ji Wook tanya ada apa, tapi Yeon Jae hanya berkata maafkan aku. Sepertinya Yeon Jae tidak enak mengatakan ke Ji Wook kalau mereka harus berbagi kamar.

Pasien Kim Yu Shun meninggal. Boss Dr. Chae marah, apa yang terjadi?
Dr. Chae menjelaskan kalau kematian pasien itu disebabkan penyumbatan di arteri paru-paru karena aliran darahnya tersumbat.

Bossnya kesal karena Dr. Chae menghentikan pengobatan kanker hari ini dan wanita itu meninggal.
Dr. Chae berkata kalau itu tidak ada hubungannya dengan penyumbatan arteri paru-paru.

Bossnya marah, siapa yang tidak tahu itu? Masalahnya suami pasien itu salah paham. Dia pergi mencari Direktur RS dan berkata kalau kau menyebabkan kematian pesien itu.
Dr. Chae : Apa?

Atasan Dr. Chae minta Dr. Chae harus bicara dan meredakan kemarahan suami pasien itu. Masalahnya bukan karena pengobatan, tapi sikap Dr. Chae. Sikapmu itu yang jadi masalah!

Dr. Chae menemui pria itu. Tentu saja suami pasien marah dan menyalahkan Chae. Dia menarik kerah baju Dr. Chae : Apa kau tahu betapa dia ingin hidup? Ini semua karena kau..kau yang telah membunuhnya!

Dia sangat kuat, ia sangat ingin hidup. Setelah mendengar perkataanmu, kondisinya tiba-tiba memburuk. Dia tiba-tiba kehilangan harapan. Kau berkata sudah tidak ada gunanya lagi. Kalau kau tidak berkata 'kau akan meninggal' maka dia tidak akan meninggal!

Dr. Chae : Hanya karena dia berkata ingin hidup, apa artinya ia akan hidup? Hanya karena ada keinginan, apa berarti dia akan bertahan? Jika benar katamu, maka tidak akan ada pasien yang harus meninggal di RS ini. Bagaimanapun percuma saja.

Dr. Chae berjalan dan sadar kalau hampir semua pasien di lorong RS itu mendengar perkataan-nya.

Yeon Jae dan Ji Wook terpaksa menginap dalam kamar yang sama, ia memuji selimutnya, cantik sekali. Ji wook berkata hanya butuh bantal saja.
Yeon Jae memberikan bantal dan juga selimut pada Ji Wook, keduanya duduk berjauhan.

Yeon Jae geli, ini seperti film th 70-an saja, pergi ke satu tempat dan tidak ada perahu sampai pagi, sehingga harus tidur dalam kamar yang sama. Jujur saja, saat ayahku mengencani ibu, dia juga sengaja melakukan ini. Ia membawa ibuku ke pulau, sengaja memastikan tidak ada perahu sampai besok pagi dan menginap di kamar yang sama, lalu mereka melakukan ciuman pertama mereka.
Tujuan ayahku hanya membuat ibu jatuh cinta padanya, tapi mereka bahkan berkata seperti itulah aku dikandung.

Keduanya jadi kikuk setelah pembicaraan ini dan Ji Wook keluar, aku perlu menghirup udara segar.
Diluar, Ji Wook duduk dan tersenyum.

Ji Wook masuk lagi dan tanya apa Yeon Jae sudah tidur. Yeon Jae memunggungi Ji Wook. Yeon Jae hanya bergumam saja, padahal ia belum tidur.
Ji Wook tidur dan Yeon Jae berbalik untuk memandanginya, Ji Wook berbalik menghadap Yeon Jae, Yeon Jae mencuri lihat lagi. Ji Wook tiba-tiba membuka matanya.

Ji Wook : Kenapa?
Yeon Jae : Aku terbangun.
Yeon Jae berbalik karena merasa malu.

Paginya, Ji Wook dan Yeon Jae jalan-jalan bersama. Ji Wook berkata ia pernah tinggal di tempat seperti ini di desa untuk waktu yang singkat saat ia masih SD

Ji Wook : Setiap pagi aku jalan menyusuri jalan yang mirip ini untuk ke sekolah. Pulangnya aku akan menangkap capung dan ada banyak hal di jalan yang menarik.
Ji Wook bercanda, aku mengenakan pakaian dalam yang sama untuk dua hari.

Mereka sampai di pantai dan Yeon Jae berseru, aku akhirnya disini.
Yeon Jae berkata sudah melihat pantai ini dalam mimpinya, jadi aku melakukan perjalanan ini untuk menemukan tempat ini. Dan sekarang aku disini.

Ilustrasi by colorfulpallete
Yeon Jae lari dan bermain air. Ji Wook tanya mimpi seperti apa, tapi Yeon Jae tidak menjawab.

Yeon Jae tanya apa Ji Wook kuliah di LN. Ji Wook mengiyakan.
Yeon Jae : Apa kau punya nama Barat?
Ji Wook : Willy.
Yeon Jae : Bukan William?
Ji Wook : Willy.
Yeon Jae : Sayang sekali kurang satu suku kata lagi (Pria dalam mimpi Yeon Jae bernama William hahaha)

Keduanya berdiri di tengah batu karang besar. Yeon Jae cerita kalau dulu ia sering liburan bersama orang tuanya. Ayahnya memancing. Ia dan ibunya akan menggelar tikar dan tidur.

Yeon Jae berkata ia tiduran di lengan ibunya dan memandangi punggung ayahnya, rasanya benar2 menyenangkan.

Ji wook minta Yeon Jae mengajak orang tuanya liburan dengan Line tour. Yeon Jae berkata kalau ayahnya sudah meninggal.

Yeon Jae minta Ji Wook mengajak orang tuanya saja, sebelum yang lain, tamu pertama yang seharusnya ia ajak adalah orang tuanya.
Ji Wook berkata tidak bisa, karena ibunya sudah meninggal.

Hujan tiba-tiba turun. Keduanya berteduh di bawah pohon.
Ji Wook: apa kau tidak suka hujan-hujanan saat masih kecil? Aku suka sekali, ayo.

Keduanya menikmati hujan dan Ji Wook bercanda, apa kau tahu nama orang paling kurus di Jepang?
Yeon Jae : Bisayiro makka?
(mungkin artinya apa kita lari saja?)

Ji Wook menarik tangan Yeon Jae dan keduanya lari menembus hujan.

Se Kyung menemui Presdir Kang dan berkata tidak akan mempermasalahkan Wilson lebih lanjut lagi.
Presdir Kang setuju dan berkata ini hanya akan membuat masalah semakin rumit. Presdir berkata kalau kerja sama mereka sukses ia akan investasi lebih besar, seperti membuka pasar Pasifik Timur untuk obat anti-penuaan.

Presdir janji akan menyerahkan masalah ini kepada Ji Wook.
Se Kyung tanya kemana Ji Wook.

Presdir Kang : Dia ke Jepang untuk perjalanan bisnis, apa tidak memberitahumu? Ah benar2..
Se Kyung : Karena ini urusan bisnis, tidak perlu mengatakan padaku.
Keduanya setuju untuk menunggu Ji Wook pulang saja dan membicarakan bisnis lebih lanjut.

Se kyung keluar dan mendapat pesan, kalau pertemuan mereka dengan anggota Direksi hari ini diundur minggu depan.

Ji wook dan Yeon Jae melihat kontes minum bir. Ji Wook ingin ikut dan mencobanya. Yeon Jae menolak, tapi Ji Wook membalas, bukannya kau yang ingin melakukan semuanya sendiri.

Se Kyung memutuskan pergi ke Okinawa.

Ji Wook tidak bisa menghabiskan minumannya, tapi Yeon Jae berhasil melanjutkannya. Ji Wook memberi semangat, ayo minum, bagus, cepat-cepat..!
Yeon Jae menang. Mereka dapat hadiah kalung.

Yeon Jae tidak bisa mengenakan kalung itu karena mabuk, Ji Wook membantunya.
Wajah keduanya berdekatan. Yeon Jae mendekat dan ..cegukan!

Ji wook juga pura2 cegukan agar Yeon Jae tidak merasa malu, keduanya tertawa geli.

Ji Wook dan Yeon Jae kembali ke hotel. Se kyung sudah sampai disana menunggu Ji wook. Ia melihat Ji Wook dan Yeon Jae.
Ji Wook menggoda Yeon Jae karena Yeon Jae takut kalau Yakuza kemarin itu akan mengejar mereka di hotel.

Ji Wook : Tidak mungkin...
Yeon Jae : Dimana, dimana?
Ji Wook menunjuk ke satu arah : Disana, disana!

Tapi wajah Ji Wook berubah saat melihat...Se Kyung.
Se Kyung mendekati keduanya dengan wajah bengis, apa yang kalian lakukan?
Lalu ke Yeon Jae : Kau ini apa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar