Tampilkan postingan dengan label Sejarah Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Korea. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Noron dan Soron di SKK Scandal


Dalam serial SKK Scandal, ketegangan antara Moon Jae Shin dan Lee Sun Joon terjadi karena perpecahan dalam partai yang akhirnya menjadi dua partai Noron dan Soron.

Background-nya :
Selama pemerintahan Raja Injo (Raja ke-16 Joseon, bertahta 1623-1649) Ada 2 partai politik yang memiliki kekuatan besar.
1. Seoin (Partai Barat)
2. Namin (Partai Selatan)
Sedangkan kekuatan politik partai Dongin (Partai Timur) melemah.

Tahun 1659, terjadi kekacauan di kalangan kaum bangsawan, alasannya adalah mengenai lamanya masa berkabung untuk Putera ke-2 Raja. Partai Namin menang dan menentukan 2 tahun masa berkabung. Kekuatan partai Seoin melemah untuk waktu itu.

Tahun 1680, Namin dibabat dari kekuasaan setelah dituduh berkonspirasi. Partai yang menang Seoin pecah jadi dua :
Noron (Doktrin Lama) dan Soron (Doktrin Baru)
Noron ingin hukuman berat untuk pelaku konspirasi. Tapi Soron lebih lunak.

Tahun 1696, Noron dituduh melakukan konspirasi dan mulai digeser dari kekuasaan dan banyak juga yang kehilangan nyawanya. Partai Soron menang. Tapi tidak lama, Raja Yeongjo (Raja ke-21, 1724-1776) mengembalikan Noron ke dalam kekuasaan.

Hukumnya tegas, semua orang yang menuduh Noron akan dihukum.

Tahun 1728, Partai Soron memberontak. Mereka harus membayar mahal untuk pelanggaran ini.

Kemudian terjadi peristiwa Putera Mahkota Sado, Noron terpecah menjadi dua lagi,
Pyeokpa (keras) dan Sipa (lunak)
Kelompok Pyeokpa memiliki ikatan dengan Ratu (istri Yeongjo) yang membenci Putera Mahkota Sado.
Kelompok Sipa adalah kelompok Putri Mahkota Hong (istri Sado, dia akan menjadi Ratu Gyeonghui,) dia adalah ibu dari calon Raja Jeongjo

Jadi yang membuat Moon Jae Shin marah dan membenci Noron sampai ke tulang sumsum-nya adalah :
1. Karena ia merasa kakaknya dibunuh oleh Noron demi Geum Deung Ji Sa, padahal memang partai Soron pernah memberontak dan menurut hukum, pemberontak harus dihukum. Ada kemungkinan Jae Shin salah paham di sini.

2. Ini alasan yang menyakitkan hatinya, Jae Shin benci karena ayahnya, Ketua Soron justru bekerja untuk Pemimpin Noron yang kuat.

Benteng Hwaseong-dibangun oleh Raja Jeongjo

Nanti juga akan terbuka rahasia kalau ayah Kim Yoon Hee, Prof Kim Seung Hun dibunuh oleh ayah Lee Sun Joon. Jadi kisah Romeo dan Juliet versi Joseon.

Ayah Lee Sun Joon jelas Noron-Pyeokpa, karena ia menentang semua yang akan dilakukan Raja, apalagi dengan rencana rahasia Raja Jeongjo untuk membangun Benteng Hwaseong.

Raja Jeongjo sepertinya akan mempercayakan proyek ini pada Gu Yong Ha, but let's see. Gu Yong Ha itu karakter yang unik dan ia sepertinya memimpikan hal yang sama dengan Jeongjo.

Jeongjo ingin memindahkan pemerintahan-nya ke benteng Hwaseong yang dekat dengan makam mendiang ayahnya, PM Sado.

Kamis, 10 November 2011

Danjong Cultural Festival


Source : sunxez, King Danjong and Queen Jeongsun

Festival khusus untuk Raja Danjong (Raja ke 6 Joseon). Raja yang mungkin memiliki jalan hidup yang paling tragis sepanjang 500 th sejarah Dinasti Joseon.

Danjong diangkat jadi Raja menggantikan ayahnya saat berusia 12 th. Tapi ia segera diturunkan dari takhta oleh pamannya Suyang Daegun (Raja Sejo) dan dibuang ke Semenanjung Cheongnyeonpo di Yeongwol.
Atas perintah Raja Sejo, ia dipaksa minum racun di kediaman Gwanpungheon dan meninggal dunia dalam usia 17 th.

Raja Sejo ingin membuat kematian Danjong seperti kecelakaan, sehingga ia mengurung Danjong dan memanaskan ondol (pemanas lantai) yang menyebabkan kebakaran di pondok Danjong.

Untuk memperingati ini, Kediaman Yeongwol mengadakan Festival Budaya Danjong setiap tahun sejak th 1967 untuk menenangkan roh Raja Danjong dan anak buah setianya.
Festival ini diadakan di makam Raja Danjong - Jangneung Royal Tomb, Rumah Gwanpungheon dan tepi sungai Donggang.

Dari ke-27 Raja Dinasti Joseon. Raja Danjong adalah satu-satunya Raja yang tidak diberikan upacara khusus kerajaan saat pemakamannya.

Gukjang, atau upacara pemakaman kenegaraan diadakan pertama kali pada th 2007. Sekitar 550 th setelah kematiannya.

Upacara ini dimulai dari Rumah Gwangpungheon, iring-iringan pemakaman meninggalkan Deokpo-ri, melewati Jembatan Donggangdaegyo ke Jangneung Royal Tomb. Ritual di Kuil Changjeolsa dan upacara terakhir di Jangneung Royal Tomb.

Festival ini diadakan setiap : Akhir April s/d Awal Mei. Untuk th ini sudah selesai, tgl 29 April s/d 5 Mei 2011.

Alamat : Gangwon-do Yeongwol-gun Yeongwol-eup.
Info : +82-33-370-2226~7


Source : sunxez Festival Danjong ke-44




Source : sunxez

Source : DCF
Related link : PM

Jumat, 24 Juni 2011

Bi Dam and Deok Man snapshots

 

Well, maybe I have a different opinion with u, but I just found out that these two are so adorable and cute couple ha..ha

The chemistry between them look more stronger than Deok Man and Yu Shin I think :)


Bi Dam : I really admire u



Bi Dam : I'll serve u for the rest of my life...

Bi Dam : just love to see your smile...



Bi Dam : I'll do anything for u...

Bi Dam : hey..u look fantastic !



Bi Dam : if u feel sad..I'll cry with u..


Bi Dam : are we supposed to be together ?

Too bad they can not to be together...

Wyol Ya the cool guy in Queen Seon Deok

 

Wyol Ya, Prince of Daegaya


Anggota ke-4 dari F4 versi Queen Seon Deok sudah muncul di ep 26! Wyol Ya - and he's really cool...! ha..ha

Ok, enough with Yu shin..sorry ..but this guy is really rock

!

Siapa Wyol Ya ?

Menurut pengakuannya, wyol Ya adalah putra pertama dari Putra Mahkota Wyol Gwang (Putra Mahkota terakhir) dari Daegaya. Pemimpin organisasi pemberontak Bo Gya Hoe.


Menurut legenda Samguk Yusa, 6 butir telur turun dari langit dan menjadi 6 Raja. 6 anak lelaki lahir dan salah seorang darinya, adalah Suro menjadi Raja Geumgwan Gaya. 5 lainnya menjadi Raja Gaya yaitu : Daegaya, Seongsan Gaya, Ara Gaya, Goryeong Gaya, dan Sogaya.


Wyol Ya : save Yu shin !
Wyol Ya : I'll fight with u to the end..

Daegaya jatuh ke tangan Silla dibawah jenderal Kim Isabu t
h 562 M.

Dalam serial QSD, Wyol Ya akhirnya setuju beraliansi dengan Kim Yu Shin dan menjadi pengikut Seondeok. Wyol Ya juga menjadi nangdo sekaligus mata-mata untuk Kim Yu Shin. Wyol Ya juga terbukti cukup setia kawan dengan Kim Yu Shin. Mereka hampir bermusuhan karena sebagai pangeran Daegaya, Wyol Ya berpikir Kim Yu Shin dan keluarganya menghianati Gaya. Kim Yu Shin sendiri dari Geumgwan Gaya.



Wyol Ya diperankan dengan cukup apik oleh Joo Sang Wook (Juli 1978). So far, Joo sanggup memerankan Wyol Ya yang berkharisma, mau ngga mau kan dia Pangeran jadi pasti punya wibawa, cool, setia kawan, berhati-hati, dan mau menundukkan diri di bawah Ratu Seondeok.

Well, another one hot commodity ha..ha..


Drama y
ang pernah dibintangi Joo Sang Wook :
Queen Seon Duk (MBC, 2009)

That Fool (KBS2, 2009)

Chun Ja's Happy Events (MBC, 2008)
One Mom and Three Dads (K
BS2, 2008)
Kimcheed Radish Cubes (MBC, 2007)

Air City (
MBC, 2007)

Another related facts :

Ini makam Jenderal Kim Yu shin di Gunung Songhwa, Gyeongju. Makam seluas makam raja-raja. Kim Yu shin meninggal di usia 78 th. Memiliki 10 orang anak. Dia diberi gelar Raja Heungmu karena jasa-jasanya.


Patung Jenderal Kim Yu Shin di Namsan Park, Seoul

Another Feast of Bi Dam

 


What can I say, I love Bi Dam...sigh, ha..ha..ya aku tahu Bi Dam akan berubah menjadi jahat. Dengan berbagai alasan, karena ia terdesak, karena ia terpaksa, dan karena ia juga haus kekuasaan seperti ibunya ..Mi Shil.

But..he's still m
y favorite. He's a tragic hero. Seharusnya ia bisa menjadi pahlawan, hanya saja ia memilih pilihan yang salah. Itu kesimpulanku. Dia akhirnya tidak mendapatkan apapun yang ia inginkan, tidak takhta, Silla, maupun Deok Man yang sangat dicintainya.

Dia mendapatkan kepercayaan dan menghilangkannya. Dia mendapatkan kekuasaan dan kehilangan kekuasaan.
Dia bahkan tidak mendapat tempat dalam sejarah. Dia terlupakan dan namanya hanya disebut sebagai pemberontak. Too bad...tapi Bi Dam membuat kita belajar untuk memilih pilihan yang benar dalam hidup ini. Dan menentukan dengan siapa kita bergaul dan berteman karena Bi Dam selalu terdesak dengan kelompoknya.

Ada sesuatu yang menggelikan, lucu, menyedihkan, tapi juga menakutkan pada Bi Dam.

Bi Dam facial changes



Well...but still I like his performance in this drama series...one of my favorite. Kim Nam Gil acted brilliantly as Bi Dam. Bravo!



His problem was he hardly believe that the Queen had really loved him (he believed other more than the Queen, if he had more faith in her..)

Like his mother Mi Shil, just a slight of his smile..or..smirk..? Make his face changed drastically and looked...fierce.
the King of pout..


pout again..ha..ha


Perang Bi Dam (Bi dam's war) di Silla tahun 647


Menurut Takeda Yukio, ahli sejarah dari Jepang, adalah perang yang terjadi karena konflik internasional dan masalah internal administrasi. Perang yang terjadi karena perselisihan antara kekuatan yang ingin menurunkan Ratu dari takhta dengan kekuatan yang memihak Ratu.
Tapi ini juga karena pengaruh dari dinasti Tang di Cina yang menentang kekuasaan dipegang oleh Ratu.

Takeda menyebut kedua pihak ini adalah : yang tergantung dengan Tang (Bidam) dan yang ingin bebas dari Tang (Seondeok). Penyebabnya adalah satu pihak menerima campur tangan Tang, pihak lainnya menolak. (source : The Historical Science Society of Japan, Journal of Historical Studies, 2003)S

Ada legenda yang mengisahkan mengenai Jenderal Kim Yu Shin yang menggunakan layang-layang berapi untuk menakut-nakuti tentara pemberontak yang dipimpin BiDam dan Yeom Jong tahun 647. Ini adalah pertama kalinya dicatat tentang layang-layang di Korea. (source: International Science and Engineering Camp, 2006)

Kim Nam Gil behind the scene..



Bi Dam : Her Majesty..I think I lost my mustache..
Al Cheon : thank goodness..I still have mine..
Seondeok : Oh come on you two..we have to wrap up this scene and have some samgyetang.

Al Cheon : Again...?!
Bi Dam : hey..this time you have to share it with me!



I can look cool, but believe me it's not a pre-wedding photo session ...

I love my sport car..



Bi Dam and Deok ManBi Dam 1

photo credit : facebook