Sabtu, 26 November 2011

Sungkyunkwan Scandal Lesson 5


Lesson 5

Prof. Jung Yak Yong memeriksa nadi Yoon Hee yang pingsan dan matanya melebar karena shock. Prof Jung langsung keluar dan berkata tidak ada yang boleh masuk ke klinik.

Kedua teman sekamar Yoon Hee menunggunya dan Prof Jung hanya berkata Yoon Shik baik-baik saja tapi tidak boleh dijenguk dulu.
Jae Shin marah (mengira kondisi Yoon Hee parah), ia langsung meraih busur dan panahnya, tapi dicegah oleh Sun Joon, yang bisa membaca niat Jae Shin untuk bertempur dengan Kepala Mahasiswa, Ha In Soo.
Jae Shin : Kau membela teman Noron-mu, ya?
Sun Joon : Aku yang menyebabkan ini, bukankah aku yang seharusnya berurusan dengan ini?
(ah...two cool boys fight over Yoon Hee? ah..be still my heart haha..)

Setelah Yoon Hee sadar, Prof Jung menunjukkan pisau kecil milik Yoon Hee, Apa kau seorang gadis?

Gu Yong Ha merenung dan mondar-mandir di kelas yang kosong, Prof Jung punya pasien terlarang, tabib resmi tidak dipanggil, MENGAPA?

Gu Yong Ha menoleh dan mendekati Moon Jae Shin yang tiduran di kelas, apa kau tidak ingin tahu? tampaknya Dae Mul temanmu itu, punya rahasia berbahaya. Jae Shin tidak mengacuhkannya, tapi bibit kecurigaan sudah ditanamkan...


Yoon Hee tidak punya pilihan kecuali berlutut dan memohon pengampunan. Tapi Prof. Jung keras kepala, meskipun kau masuk SKK hanya untuk bertahan hidup, kau sudah melakukan kesalahan besar dan harus dihukum juga keluargamu, karena bersekongkol.
(Prof Jung keras karena ia menjungjung tinggi perintah Raja, dan ini melanggar aturan.

Meskipun ia Prof yang paling asyik di SKK, tapi khusus untuk ini, dia tidak akan mentoleransi)
Yoon Hee harus menunggu keputusan yang akan dibuat Prof Jung, sampai waktu itu, tidak seorang pun boleh mengetahui rahasiamu. Mengerti?

Yoon Hee meninggalkan klinik kampus dengan pandangan putus asa dan rekan-rekannya langsung mengerumuninya. Byung Choon heran, ada apa dengan Yoon Shik, mengapa semua perhatian sekali dengannya.

Sun Joon mendatangi Ha In Soo yang sedang latihan memanah, Itu tindakan pengecut! kata Sun Joon.
Sun Joon : Panah itu seharusnya ditujukan padaku, bukannya Kim Yoon Shik!

In Soo mengarahkan panah langsung ke muka Sun Joon, aku memberimu satu kesempatan terakhir, pindah ke asrama Barat, dan kau akan menjadi Kepala Asrama. Jika kau suka, kau juga bisa jadi Kepala Mahasiswa berikutnya.
Sun Joon menolaknya. In soo menyalahkan Sun Joon, karena kau keras kepala, apa kau sadar kalau tim-mu harus mencerminkan harmoni politik. Harmoni politik, ha! ini hanya ciptaan konyol Baginda, diciptakan untuk menyatukan Soron dan Namin untuk menjatuhkan Noron. Apa kau ingin menjatuhkan partaimu sendiri, bukan, ayahmu sendiri?

Sun Joon : Kau benar.
Ini mengejutkan In soo, ia menurunkan panahnya.
Sun Joon : Aku tidak pernah berpikir tentang simbol kemenangan, jadi sekarang, aku harus menang. Tanpa mencoba untuk menang, bagaimana aku tahu apa kau benar?
In soo menerima tantangan Sun Joon, deal!

Sementara itu, Yoon Hee masih tertekan dan ketakutan, ia merasa keluarganya pasti akan dihukum mati. Apa yang sudah ia lakukan? Yoon Hee masuk ke kelas kosong atau yang ia kira kosong, duduk, lalu menangis di situ.
Moon Jae Shin tidur di kelas itu, diantara bangku2 dan ia terbangun dengan suara isakan Yoon Shik.

Jae Shin merasa kikuk mengetahui Yoon Shik menangis di situ. Yoon Hee juga merasa tidak nyaman dan ia berdiri akan keluar.

Jae Shin menahannya, aku saja yang menghilang, kau tetap di sini. Ahhhh...

Ha In Soo bersama pengiringnya sedang jalan dan mereka berkata tidak mungkin Sun Joon bisa menang melawan In Soo dalam kompetisi memanah. Tiba-tiba sebuah panah melesat dan menancap di tiang kayu tepat di depan Ha In Soo! Membuat pengiring In soo menjerit.

Jae shin muncul, "Bagaimana rasanya? kalau nyawamu dipermainkan? Ingat itu baik-baik. Atau yang akan datang akan kena di sini." (Jae shin menunjuk dada Insoo) ah...aku mau sekelas ama Jae shin hehehe

Sementara itu Ha Hyo Eun mengarang cerita atau berkhayal mengapa "kekasihnya" tidak menemuinya, ah mungkin karena kakaknya menghalanginya, oh tidak atau mungkin ia ingin melindungi Hyo eun dari kakaknya yang galak. Dan Ha Hyo Eun memutuskan untuk jalan-jalan ke toko buku tempat Tuan Hwang.

Tuan Hwang mencoba menjual novel roman pada Hyo Eun, itu cerita roman terkenal yang membuat seluruh negri menangis, ceritanya, sepasang kekasih beda kelas sosial, dan ternyata mereka adalah saudara tiri! (satu ayah lain ibu), Hyo Eun mengutuk takdir yang kejam itu.
Hyo Eun hanya ingin tahu satu hal, apa happy ending atau tidak? Tuan Hwang menggelengkan kepala, mereka saling mencintai tapi tidak bisa bersama.

Hyo Eun berkeras, cinta harus menang! Jika mereka tidak bisa bersama maka itu terlalu bodoh dan terlalu kejam, aku tidak jadi beli! hwa hahaha...

Malam di SKK, Sun Joon mencari Yoon Hee, di perpustakaan, di asrama (tidak ada Yoon Hee, hanya si Kuda Gila hehe), sampai di selasar, ia melihat siswa SKK bertubuh kecil duduk membelakangi. Sun Joon menarik nafas dan memanggil, Kim Yoon Shik? Anak itu menoleh, wajahnya mirip wanita sih tapi bukan Yoon Hee.
Sun Joon minta maaf karena salah dan ia pergi.

Akhirnya Sun Joon menemukan Yoon Hee muncul dari dalam kelas, keduanya bertatapan, begitu banyak yang ingin dikatakan, tapi begitu sedikit yang bisa diucapkan.
Sun Joon : Kau tidak apa-apa?
Yoon Hee mengangguk dan jalan pergi. Sun Joon hanya mengikuti dengan tatapan matanya.

Prof Jung sedang jalan dan Gu Yong Ha muncul di depannya. Yong Ha ingin tahu mengapa Prof Jung mengkarantina Kim Yoon Shik. Tapi tidak meresepkan obat apapun dan yang lebih mengherankan mengapa Prof Jung tidak mencatat hasil pemeriksaan nadi (cara pengobatan China untuk menentukan jenis kelamin seseorang).
Yong Ha merasa Prof Jung tidak menuliskan sesuatu mengenai Kim Yoon Shik yang terlarang.

Prof Jung tahu benar apa maksud Gu Yong Ha dan kalau sepertinya Yong Ha menyadari jenis kelamin Yoon Shik. Tapi Prof Jung tidak memakan umpan dan justru mengatakan kalau catatan medis siswa itu bersifat rahasia, Gu Yong Ha mencuri lihat berarti akan mendapat hukuman 10 cambukan.
Gu Yong Ha langsung berkeringat dingin dan ia segera minta maaf.

Raja di depan dewan istana. Mereka mencoba membujuk Jeongjo untuk tidak mengadakan Dae Sa Rae (pertandingan panah SKK) yang dulu sangat disukai oleh mendiang Putera Mahkota Sado, ayah Jeongjo. Dan karena Sado dieksekusi maka pertandingan ini dilarang oleh mendiang Raja Yeongjo, kakek Jeongjo. Karena itu membawa memori pedih untuk Yeongjo. Jadi kalau Jeongjo mendukung pelaksanaan turnamen ini, berarti secara politik ia lebih mendukung mendiang ayahnya (Sado lebih cenderung ke partai Soron). Ini membuat Noron gerah, karena merasa tertuduh dengan kematian Sado.

Menteri Ha : Baginda harus menghormati harapan Raja Besar Yeongjo dan berjalan dalam jalan-nya.

Jeongjo : Menteri, orang tua yang percaya kalau putranya adalah kriminal menguburnya dalam hatinya. Tapi anak yang sudah kehilangan orang tuanya menghabiskan sepanjang hidupnya mencoba menemukan jejak apa saja yang ditinggalkan oleh orang tuanya. Itu adalah cara manusia. Bukan demikian, Menteri Moon?

Menteri Moon ingin menjawab tapi ia berpandangan dengan Perdana Menteri Lee dan berkata :

Saya tidak mengerti hubungan antara kompetisi memanah dengan cara manusia, Cheon Na.

Jeongjo menjawab dengan ringan, tapi ini adalah caranya menghormati mendiang ayahnya : Kompetisi memanah adalah hobi mendiang ayahku dengan para pelajar SKK. Mohon hargai itu sebagai cara seorang anak merindukan ayahnya. Aku adalah Raja negri ini! Tidak-kah aku paling tidak diijinkan melakukan itu?

Malamnya, Perdana Menteri Lee dan Menteri Ha bertemu dan minum bersama, Menteri Ha berkata kalau Jeongjo bukan lagi putera pemalu dari mendiang Putera Mahkota Sado. Mungkin tahun-tahun ini sudah membuat hati Jeongjo melunak pada PM Sado.

Menteri Lee tidak tertipu oleh Raja. Dia tahu kalau Raja punya rencana. Dae Sa Rae bukanlah yang harus dikhawatirkan. Menurut mata-mata Menteri Lee, Raja sering bertemu Prof Jung Yak Yong. Jeongjo pasti sengaja menanam orang kepercayaan-nya di SKK untuk alasan tertentu, Jung Yak Yong bukannya dibuang tapi ditugaskan dalam misi rahasia.

Prof Jung yang sedang dibicarakan justru lagi banyak pikiran. Ia masuk ke ruangan yang menyimpan nama-nama Profesor dari SKK yang sudah anumerta, ia berdiri di depan altar Prof Kim Seung Hun (ayah Kim Yoon Shik dan Yoon Hee), Prof Jung memikirkan keberadaan Geum Deung Ji Sa dan juga Kim Yoon Hee. Kedua hal ini memusingkannya.

Ingatan Jung Yak Yong melayang ke peristiwa beberapa tahun lalu,

Saat itu Jung Yak Yong masih muda, ia mengunjungi profesornya. Dia melihat seorang gadis kecil duduk di beranda dan diam-diam mencatat dan mengikuti pelajaran yang diajarkan ayahnya pada adiknya. Anak perempuan itu punya tekad keras, pintar, dan cantik. Anak itu tentu saja, Kim Yoon Hee kecil.

Anak itu memberi tanda agar Jung Yak Yong tidak berisik. Jung menyarankan agar gadis kecil itu belajar saja di dalam, disini dingin.
Yoon Hee kecil : Ibu berpikir kalau membaca dan menulis adalah racun bagi seorang gadis.
Jung Yak Yong : Kalau begitu kau berhenti saja.
Yoon Hee kecil : Bagaimana bisa kau tidak menanyakan dulu pendapatku dan dengan mudah memintaku melakukan apa yang ibuku inginkan? aku bukan ibuku..aku adalah diriku sendiri.

Jung Yak Yong terkesan. Ny. Kim datang dan ingin memarahi Yoon Hee. Dia langsung bersembunyi di balik punggung Jung ketika ibunya datang dan minta Yoon Hee tidak belajar lagi. Ibunya pergi. Gadis kecil itu berdiri dan berkata pada Jung Yak Yong, Kim Yoon Hee, namaku Kim Yoon Hee.

Kembali ke masa kini, Jung Yak Yong berdiri di depan kamar Yoon Shik dan mengerutkan alisnya.

Di dalam, Yoon Hee tidur di tengah dua teman-nya. Kedua-nya memunggungi Yoon Hee. Yoon Hee tidak bisa tidur. Sun Joon yang memunggungi Yoon Hee juga ternyata tidak tidur. Bahkan Jae Shin yang keras hatinya juga tidak memejamkan mata dan tahu benar kalau Yoon Shik tidak tidur, hehehe kamar asrama paling aneh.

Jeongjo memanggil Jung Yak yong. Mereka membahas Prof Kim Seung Hun dan putranya Kim Yoon Shik. Jung Yak Yong tidak bisa menyangkal kalau memang benar, Kim Yoon shik adalah putra mendiang Kim Seung Hun.
Jeongjo tersenyum, ia senang sekali, ia ingat anak laki yang manis dan pemberani itu, Raja semakin senang karena ternyata ia adalah anak pria yang ia kagumi.

Jeongjo : Apel jatuh tidak jauh dari pohonnya. Aku harus bertemu dengan anak itu. Mungkin saja ia mengetahui tentang Geum Deung Ji Sa yang dilindungi oleh ayahnya?

Jung Yak Yong langsung merespon tidak setuju. Ia beralasan : Geum deung Ji Sa terlalu penting untuk dipercayakan pada orang muda, anak itu mungkin saja tidak tahu mengenai itu, Cheon Na.
Jeongjo : Baiklah, aku setuju tidak menemuinya sekarang, dan itu karena aku percaya padamu.

Sun Joon meminta Yoon shik mulai berlatih memanah, tidak peduli kalau Yoon Shik baru keluar dari klinik SKK. Yoon Hee juga merasa ia harus berlatih keras. Sayangnya Yoon Hee tidak bisa menarik busur panah dengan benar, ia gagal berkali-kali dan Sun Joon melihat sambil melipat tangan, dan berkata: Lagi! kalau Yoon Hee menjatuhkan panah.

Air mata mulai turun di wajah Yoon Hee ketika ia menarik anak panah-nya sekali lagi. Tali busur lepas dan mengenai wajahnya.

Direktur SKK choi Shin Mook gelisah dan resah minta ampun dengan pertandingan yang akan digelar, bahkan si cantik Cho Sun juga akan hadir, ia mengecek semuanya,

sampai kecemerlangan peranti makan juga dicek.

Sementara Cho Sun menyiapkan diri, ia berdebar karena akan bertemu pelajar rupawan waktu itu (alias Kim Yoon Shik), ia bahkan tidak pernah datang lagi sejak mereka pertama bertemu. Cho Sun sangat tertarik.

Yoon Hee menekan wajahnya dan ia menyerah. Sun Joon tidak membiarkannya : Kau belum memegang busur dengan benar sekalipun. Kapan kau merasa kalau ini juga adalah kepentinganmu?
Keduanya sudah lelah dan frustrasi, keduanya saling teriak.

Jae Shin yang ada di atas pohon, turun dan mendekati keduanya.
Jae shin ke Sun Joon : apa kepalamu hanya berisi bagaimana menarik perhatian Raja, apa kau tidak bisa melihat yang lainnya? Apa kau tidak melihat kalau ia hampir saja terpanah kepalanya? Apa kau tidak bisa lihat kalau ia ketakutan?

Jae shin menarik lengan Yoon Hee pergi, tapi Sun Joon menahan lengan Yoon Hee juga untuk menghentikan Jae Shin!

Sun Joon : Jika dia pergi sekarang hanya karena ia ketakutan maka ia tidak akan pernah bisa memegang busur lagi. Tidak ada yang bisa diselesaikan dengan membuat alasan-alasan.

Yoon Hee : Jangan berkata kalau aku dengan mudah membuat alasan, aku sudah mencoba mati-matian! saat kau belajar memanah dalam kemewahan, aku sibuk cari uang untuk menyambung hidup! Jadi aku tidak pernah memegang busur sebelumnya. Kau adalah Lee Sun Joon terhormat, aku hanya Kim Yoon shik yang menyedihkan, seorang Namin yang tidak punya keluarga hebat dan bahkan tidak bisa mengingat ayahnya sendiri!
Jae shin tampak tersentuh tapi Sun Joon tidak.

Sun Joon mengatakan ini kesempatan Yoon Shik menaikkan peringkatnya. Yoon Shik tidak terpengaruh, apa kau bilang ini demi aku lagi? Apa kau tahu bagaimana hidupku berubah karenamu? Apa kau pikir jika kau punya keinginan, maka dunia bisa diubah, kapan kau tahu dunia nyata. Ambil kesempatan ini? Untukmu, mungkin ini hanya kesempatan, tapi untuk aku, ini ketidakmungkinan. Untukku, aku perlu keajaiban. Jangan pernah berkata seperti kau tahu segalanya, atau aku akan membunuhmu!

Yoon Hee pergi dan Sun joon mengikutinya, dan selama itu Jae Shin dicuekin saja hiks,

tapi seseorang memotong tali yang menahan tiang, sehingga jatuh tepat di atas Sun Joon.

Jung Yak yong merawat Sun joon, ia membebat bahu dan dada Sun joon, tidak ada tulang yang patah, tapi sepertinya kontes itu akan semakin sulit bagi tim kalian.
Direktur Choi tanya apa ada yang tidak suka pada Sun joon sampai ingin mencelakainya?

Siswa SKK berkasak kusuk, memang tidak ada yang tidak suka padanya? Yoon Hee bersembunyi di sudut dan mendengarnya.

Semua mencurigai Ha In soo. Termasuk Yong Ha, kau bertanggung jawab atas kejadian ini, atau paling tidak itu yang dikatakan orang-orang.
In soo : aku tidak sebodoh itu atau selemah itu untuk melakukan trik seperti ini. Yang kuinginkan adalah Lee Sun joon datang dan mengaku salah padaku dengan keinginan-nya sendiri.

In Soo melanjutkan : Aku adalah Kepala Siswa, apa kau pikir brengsek seperti dia bisa benar-benar setanding denganku?
Yong Ha diam saja.

Paginya. Semua melarang Sun Joon latihan panah. Sun Joon melihat Yoon Shik dan ia mendekatinya dengan busur di tangan dan menarik talinya dengan lemah menggunakan tangan kiri. Lengan kiriku juga pemula dan menarik busur untuk pertama kalinya, seperti kau. Aku akan menarik busur dan mencetak Mol Gi (menembak mata kerbau 5 kali, nilai tertinggi) dengan lengan kiri.
Teman-temannya merasa Sun Joon perlu keajaiban untuk mendapatkan itu. Sun Joon berkata jika aku butuh keajaiaban maka aku akan menciptakan keajaiban, karena aku ingin kau bertanding.

Ha Hyo eun mendengar kalau Sun Joon terluka dan lari menemui ayahnya yang sedang sibuk memikirkan apa sebenarnya niat Raja.
Hyo eun mengumumkan, ayah aku akan pergi ke SKK! Ayahnya heran, mengapa tiba-tiba?

Hyo eun beralasan, kakak-ku adalah Kepala Siswa, kita harus memberikan hadiah makanan untuk mereka yang berlatih.
Ayahnya tidak ada waktu memikirkan hal seperti itu, tapi tiba-tiba sebuah gagasan melintas di benaknya dan ia meminta Hyo eun membuat persiapan.

Sun Joon berlatih terus siang dan malam, bahkan selama pelajaran Sun Joon terus latihan menarik busur dengan tangan kiri.

Yong Ha yakin In soo pasti akan menang. Yoon Hee payah dan Jae Shin tidak akan berpartisipasi. Tapi In Soo terganggu, mengapa Sun Joon harus berjuang keras untuk memenangkan pertarungan yang jelas-jelas ia pasti kalah?


Sun Joon terus latihan, meskipun lampu harus dimatikan. Sun Joon latihan dalam gelap. Tiba-tiba api di lokasi latihan menyala lagi, seseorang menembakkan panah berapi di tempat api untuk memberikan cahaya bagi Sun Joon.

Tentu saja Jae Shin yang melakukannya. Yang ada di atas pohon dan tanpa sengaja mendengar teman-teman Soron-nya berkasak kusuk, kita seharusnya mematahkan kaki Sun Joon juga.
Mereka terkejut melihat Jae shin, tapi percaya kalau Jae Shin akan menutup mulutnya. Karena Jae Shin adalah Soron.

Jae shin justru memukul mereka, Menutup mulutku? mengapa? Karena tahu kalau kalian memang memalukan?

Katakan satu kata lagi dan kalian tidak akan bisa membuka mulut lagi. hiiiy serem...

Yoon Hee mengamati Sun Joon dan mulai merasa perhatian.

Yong Ha tiba-tiba muncul dan menggoda apa yang kau pikirkan? Yoon hee balik tanya, mengapa kau datang ke SungKyunkwan?

Yong Ha : Aku ingin melawan lingkungan yang ditentukan oleh kasta dan ketidak-adilan di Joseon.

Yoon Hee berubah wajahnya, Yong Ha melihatnya dan kembali menjadi Gu Yong Ha yang santai dan berkata : Apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak bisa memiliki selir-selir kecuali jika aku ikut ujian pemerintahan, jadi aku harus menahan sistem ini.

Yong Ha tersenyum dan Yoon Hee kembali ke kamarnya.

Yoon Hee sudah bersiap meninggalkan SKK dan ia berharap bisa membujuk Prof Jung untuk tetap mengijinkan-nya hidup.

Yoon Hee pergi ke ruang dosen untuk mencari Prof Jung, tapi justru ia bertemu dengan Prof. Yoo yang langsung memberikan test lisan pada Yoon Shik.
Yoon Hee bisa menjawab dengan benar, maka sebagai hadiahnya Prof Yoo memberi buku yang sangat dikagumi Yoon Shik. Ia mendapatnya dari gurunya.

Kim Yoon Hee merasa tidak pantas menerimanya. Tapi Prof Yoo minta agar Kim Yoon Shik memberikannya pada muridnya kelak di masa depan. Yoon Hee tertegun dengan kepercayaan yang diberikan Prof Yoo padanya, kalau semua ini hanya bagian dari sistem pembelajaran.

Lee Sun Joon tetap keras kepala berlatij, meskipun turun hujan deras. Pelayan Sun Joon dan juga rekan2nya mati-matian memintanya berhenti dan istirahat saja. Lalu pelayan Sun Joon berpikir kalau Tuan muda Kim Yoon Shik pasti sanggup membujuknya.

Yoon Hee lari keluar dan meminta Sun Joon berhenti.

Yoon Hee : Apa yang akan kau lakukan, dengan lukamu?
Sun Joon : Aku bilang aku akan membuat keajaiban untukmu jika kau membutuhkannya.
Yoon Hee : Jangan berpikir kau tahu segalanya mengenai aku. Mengapa kau melakukan ini?

Sun Joon : Lihat! ini bukan permainan sebagai anak dari seorang Noron. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa memilih orang tuanya atau terlahir seperti yang mereka inginkan. Hanya ada satu hal yang bisa kau pilih sendiri untuk dirimu. Bagaimana kau akan hidup hari ini. Apa kau pernah berkata kau tidak memiliki keluarga terkenal? Kau pasti merasa kalau dunia ini tidak adil! Aku yakin kau juga pasti ingin mengeluh. Jadi, apa kau akan menjalani sisa hidupmu dengan mengeluh dan mengasihani diri sendiri?

Sun Joon : Dunia memang tidak adil, tapi membebaskan diri dari ikatannya adalah pilihanmu. semua orang berdiri di depan sasaran mereka dan bertanggung jawab sampai panah terakhir ditembakkan.
Yoon Hee menyadari sesuatu dalam kata-kata Sun Joon. Saat itu dunia memang tidak adil bagi Yoon Hee, bagi wanita...

Jae Shin mengamati dan mendengar percakapan keduanya. Sun Joon pergi meninggalkan Yoon Hee yang berdiri mematung di tengah hujan. Dan Moon Jae Shin melangkah...mendekati Yoon Hee.
Jae shin : Hei, Dae Mul! aku benci melihat kau menderita seperti ini.

Jae shin menarik pergelangan tangan Yoon Hee, dengar, jika si brengsek itu atau orang lain turun tangan padamu, gunakan tinjumu seperti ini, Jae Shin membantu Yoon Hee mengepalkan tangannya menjadi kepalan tinju. Dan di saat bersamaan menyelipkan cincin kayu yang ia ukir sendiri di jempol Yoon Hee. Ahhh...

Jae shin : Sekarang, tidak akan sakit lagi. (karena menggunakan cincin pelindung dari kayu yang akan membuat jari Yoon Hee tidak akan sakit kalau menarik dan melepaskan anak panah.)

Dan jika itu belum cukup, Jae shin menarik Yoon Hee dan membantunya melatih gerakan merentangkan busur. Atau kata aku seperti latihan menari hahaha

Oh Kim Yoon Hee kau seharusnya melihat senyum Jae shin, tapi Yoon Hee justru melihat ke arah papan target. Ada 5 anak panah tepat di sasaran, Sun Joon berhasil membuat keajaiban!

Yoon Hee benar-benar tidak menyadari Jae shin, ia langsung lari dan mencari Prof Jung! ah...

Yoon Hee mencari Prof Jung di klinik dan ia sudah membuat keputusan, Saya tidak akan pergi, kata Yoon Hee.
Yoon Hee : Saya menulis ujian dan diterima di SKK, dan Cheon Na sendiri menerima saya masuk ke SKK, kejahatan apa yang sudah saya lakukan?

Yoon Hee memberanikan diri dan mengungkapkan argumen-nya, apa pria dan wanita itu berbeda? Bagaimana jika saya sama bagusnya dengan semua siswa di SKK? Bagaimana jika saya memenangkan kompetisi memanah? Bukankah anda yang mengatakan kalau kita harus mempertanyakan dunia?

Yoon Hee berlutut, saya mohon, tolong beri saya kesempatan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya mengerti proses belajar dan bertanya. Untuk pertama kali dalam hidup, saya bertemu seseorang yang mengakui kemampuan saya (maksudnya Sun Joon), untuk pertama kali dalam hidup, saya memiliki seseorang yang memihak saya (maksudnya Jae Shin dan cincin kayunya). Saya mohon berikan saya kesempatan, untuk terus belajar. Untuk memimpikan dunia yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar